Bansos BPNT Tahap 1 2026, Berikut Jadwal Pencairannya
Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) merupakan salah satu bentuk bantuan sosial pemerintah Indonesia yang dirancang untuk mendukung ketahanan pangan bagi keluarga miskin dan rentan, di mana penerima manfaat menerima kartu elektronik untuk membeli bahan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng di e-warung mitra.
Pada tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dan Bank Himbara (seperti BRI, BNI, dan BTN) melanjutkan penyaluran bansos BPNT secara bertahap sepanjang tahun untuk menjangkau sekitar 18,3 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS), dengan penyesuaian prioritas berdasarkan inflasi pangan dan kondisi ekonomi pasca-pandemi.
Tahap 1 tahun 2026 dijadwalkan cair paling cepat pada Februari-Maret 2026, mengikuti pola penyaluran triwulanan sebelumnya, guna meringankan beban masyarakat di awal tahun di tengah fluktuasi harga sembako.
Jadwal Pencairan Bansos BPNT Tahap 1 2026
Pemerintah menetapkan jadwal resmi penyaluran bansos PKH BPNT tahun 2026 secara bertahap per tiga bulan sekali. Penerima akan mendapatkan bantuan secara sekaligus untuk sekali pencairan.
Dalam satu tahun berjalan akan ada empat kali distribusi bansos kepada penerima. Hal ini menyesuaikan dengan aturan yang berlaku di tahun sebelumnya. Adapun jadwal pencairannya sebagai berikut:
- Tahap 1: Januari, Februari, Maret
- Tahap 2: April, Mei, Juni
- Tahap 3: Juli, Agustus, September
- Tahap 4: Oktober, November, Desember
Perlu dicatat, pemerintah tidak menetapkan tanggal khusus penyaluran bantuan. Sebab itu, masyarakat perlu melakukan cek secara berkala di laman Cek Bansos Kemensos.
Nominal Bansos BPNT Januari 2026
Apabila merujuk pada nominal tahun lalu, penerima bansos BPNT mendapatkan bantuan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 200.000 per bulan. Dana tersebut diberikan sesuai tiga bulan sekali secara sekaligus, sehingga uang yang diterima sebesar Rp 600.000.
Seluruh bantuan tersebut akan disalurkan melalui transfer rekening atau PT Pos Indonesia. Untuk itu, diperlukan pemutakhiran data secara berlapis, mulai dari pendataan desa, validasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), hingga ground check melalui pendampingan PKH di lapangan.
Cara Cek Bansos PKH 2026
Pengecekan bansos di laman Kemensos tidak memerlukan waktu lama. Hanya perlu mengisi data diri secara lengkap sesuai dengan NIK KTP. Inilah panduan untuk mengeceknya.
- Buka link https://cekbansos.kemensos.go.id/
- Masukkan Provinsi, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan
- Masukkan nama PM (Penerima Manfaat) sesuai KTP
- Ketikkan 4 huruf kode yang tertera dalam kotak kode
- Jika huruf kode kurang jelas, klik icon untuk mendapatkan huruf kode baru
- Klik tombol “CARI DATA”
- Sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari Nama PM (Penerima Manfaat) sesuai Wilayah yang Anda inputkan
Cara Cek Penerima PKH via Aplikasi
Selain melalui website, pemerintah menyediakan aplikasi Cek Bansos yang bisa diunduh di Play Store atau App Store. Cara untuk mengeceknya sebagai berikut:
- Buka aplikasi Cek Bansos
- Pilih “Buat Akun” untuk pengguna baru
- Lengkapi semua data diri, mulai dari nama Lengkap, nomor NIK, alamat, hingga email dan password
- Unggah swafoto dan foto KTP
- Klik tombol “Buat Akun Baru”
- Jika tidak ada data yang keliru, akun akan otomatis dibuat
- Jika diminta verifikasi email, buka kotak masuk untuk melakukan tahapan tersebut
- Jika berhasil login, buka menu “Profil”
- Muncul keterangan jenis bantuan yang diterima
- Dalam data profil akan muncul informasi status penerima bansos untuk anggota keluarga lainnya yang telah terdaftar di DTKS. Mulai dari nama, umur, jenis kelamin, dan sanggahan.














