Cara Cek Apakah NIK Terdaftar Penerima Bansos 2026
Pemeriksaan status NIK sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) 2026 menjadi krusial di tengah penyaluran program prioritas pemerintahan seperti PKH, BPNT, PIP, dan BST yang dikoordinasikan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) versi terbaru per Januari 2026, dengan anggaran mencapai triliunan rupiah untuk mendukung 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pasca-penyesuaian data akibat inflasi dan perubahan ekonomi.
Layanan cek status secara daring melalui aplikasi Cek Bansos, situs resmi bansos.kemensos.go.id, atau Siap Penerima Bansos memanfaatkan integrasi dengan Dukcapil dan bank penyalur seperti BRI dan BNI, memastikan transparansi dan akurasi data untuk mencegah kebocoran anggaran serta memprioritaskan kelompok miskin ekstrem, disabilitas, lansia, dan anak putus sekolah.
Proses ini dibuka sepanjang tahun dengan update bulanan, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyaluran Bansos, membantu masyarakat Medan dan daerah lain memverifikasi kelayakan secara mandiri tanpa antre panjang di kantor kelurahan.
Cara Cek Penerima Bansos
Untuk memastikan status sebagai penerima bansos, pemerintah menyediakan dua jalur pengecekan mandiri yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja hanya melalui ponsel.
1. Melalui Browser (Tanpa Instal Aplikasi)
- Akses laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih lokasi tempat tinggal (Provinsi, Kota/Kabupaten, hingga Desa).
- Ketikkan nama lengkap sesuai KTP. Jangan sampai ada salah ketik satu huruf pun.
- Input kode captcha yang muncul di layar.
- Klik “Cari Data”. Sistem akan memunculkan tabel status bantuan yang sedang atau akan kamu terima.
2. Melalui Aplikasi Resmi
Pengecekan status penerima bansos juga dapat dilakukan melalui aplikasi resmi Cek Bansos Kementerian Sosial. Aplikasi ini memungkinkan untuk melihat status bantuan seluruh anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) secara sekaligus.
Salah satu keunggulannya, fitur Usul-Sanggah, untuk melaporkan jika ditemukan penerima bansos yang dinilai tidak tepat sasaran, atau warga yang seharusnya berhak namun belum terdata. Untuk menggunakan aplikasi ini, perlu melakukan pendaftaran awal dengan verifikasi identitas, termasuk mengunggah foto KTP.
Besaran Bansos 2026
Sebagai gambaran, pemerintah telah menetapkan besaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2026 bagi masyarakat yang tercatat sebagai penerima manfaat sesuai data DTSEN.
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT): Rp 200.000 setiap bulan yang dicairkan secara rutin.
- Program Keluarga Harapan (PKH): Nominalnya sangat variatif. Misalnya, Ibu Hamil dan Balita mendapatkan dukungan Rp 3.000.000 per tahun, sementara Pelajar SMA mendapatkan Rp 2.000.000 per tahun. Kategori Lansia dan Disabilitas dialokasikan Rp 2.400.000 per tahun.
Jika saat mengecek NIK tidak ditemukan padahal merasa sangat membutuhkan, jangan berkecil hati. Langkah terbaik adalah mendatangi operator SIKS-NG di kantor desa atau kelurahan, ya! Mereka memiliki wewenang untuk memasukkan data ke dalam DTSEN melalui mekanisme musyawarah desa (musdes).














