Mengenal Pengertian Voting dan E-Voting Beserta Kelebihan dan kekurangannya
Pengertian Voting
Voting adalah salah satu cara untuk menghasilkan keputusan bersama. Voting kerap digunakan untuk memutuskan solusi atas suatu permasalahan dengan bersama-sama. Dalam perkembangannya, voting tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga secara elektronik atau e-voting. E-voting adalah metode pemungutan suara dan penghitungan suara dalam suatu pemilihan dengan menggunakan perangkat elektronik. E-voting dalam pemilihan umum dapat meningkatkan nilai demokrasi khususnya peningkatan partisipasi masyarakat dan memberikan keefektifan serta keefisienan dalam proses pemilihan berlangsung.
Namun, penerapan sistem e-voting masih terkendala dengan adanya hacker yang bisa membobol sistem serta kesalahan teknis dan keamanan data yang harus diantisipasi. Selain itu, e-voting juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan e-voting antara lain mudah dalam perhitungan, pelaksanaan pemilihan, mencegah kecurangan, dan mengurangi biaya. Sedangkan kekurangan e-voting adalah adanya risiko keamanan data, kesalahan teknis, dan kesiapan masyarakat dalam menggunakan teknologi.
Oleh karena itu, sebelum menerapkan e-voting dalam pemilihan umum, perlu dilakukan persiapan personil penyelenggaraan pemilu dan peserta, persiapan data kependudukan, persiapan teknis terkait dengan teknologi serta perlu adanya persiapan dalam masyarakat.
Manfaat dan Kelebihan Voting
Mengutip dari 99% Sukses Menghadapi Ulangan Harian SD/MI Kelas 5 Volume 5 oleh Tim Guru Eduka, berikut adalah beberapa manfaat dari voting yang ditinjau dari sudut pandang asas kekeluargaan, antara lain:
- Masalah dapat diselesaikan dengan cepat
- Keputusan yang diambil bersifat adil
- Hasilnya menguntungkan semua pihak
- Mampu menyatukan pendapat yang berbeda
- Terjalinnya kebersamaan.
- Mempersingkat waktu untuk menyelesaikan masalah atau keputusan.
- Suara terbanyak menghasilkan keputusan yang mutlak.
- Menghemat pemikiran atau tenaga peserta diskusi.
Kelemahan Voting
- Keputusan bukan hasil dari mufakat
- Beberapa peserta terpaksa menerima keputusan yang telah diambil
- Beberapa peserta sering tidak menerima keputusan tersebut
- Aspirasi dari peserta tidak sepenuhnya tersalurkan
Pengertian E-Voting
E-voting atau electronic voting adalah sistem pemungutan suara yang memanfaatkan perangkat elektronik dan mengolah informasi digital untuk membuat surat suara dan memberikan suara. E-voting dapat menggunakan standalone electronic voting machines atau komputer yang terhubung ke internet.
E-voting dapat membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya dalam pelaksanaan pemilihan umum. Penggunaan e-voting di Indonesia telah dilakukan dalam skala terbatas, baik dalam lingkup organisasi, perusahaan, maupun pemerintahan di skala paling kecil yaitu dusun atau desa. Namun, masih perlu dilakukan persiapan dan perubahan undang-undang untuk menerapkan e-voting secara lebih luas.
Manfaat dan Kelebihan E-Voting
Berikut adalah manfaat atau kelebihan dari e-voting yang dikutip dari buku Memahami E-Voting: Berkaca dari Pengalaman Negara-negara Lain dan Jembrana (Bali) oleh Ikhsan Darmawan.
- Memiliki penghitungan suara yang lebih cepat
- Hasil penghitungan suara yang lebih akurat
- Mengurangi pengeluaran pengiriman suara
- Mengurangi biaya yang terkait dengan pencetakan kertas suara
- Dapat ditampilkan dalam berbagai bahasa
- Memberikan akses informasi tambahan tentang pemungutan suara
- Menyediakan akses bagi individu dengan keterbatasan fisik (cacat)
- Memungkinkan individu dengan keterbatasan waktu untuk mengakses tempat pemilihan suara (TPS)
- Dapat mengawasi pihak yang tidak memiliki hak suara, seperti anak di bawah umur.
Kelemahan E-Voting
- Keamanan: E-voting dapat rentan terhadap serangan siber dan manipulasi hasil suara yang dilakukan oleh orang dalam yang mempunyai akses ke dalam sistem maupun peretas dari luar
- Kesiapan masyarakat: Kesiapan masyarakat dalam menggunakan e-voting sebagai permasalahan yang perlu diperhatikan
- Tidak adanya standar dan sertifikasi yang disepakati untuk sistem e-voting
- Kerahasiaan pemilihan: Dalam sistem yang melakukan autentikasi pemilih, berpotensi melanggar kerahasiaan pemilihan karena bisa terlihat di dalam sistem
- Ketergantungan pada teknologi: E-voting memerlukan perangkat elektronik dan koneksi internet yang dapat mengalami gangguan teknis
- Keterbatasan akses: E-voting dapat mengurangi partisipasi pemilih yang tidak memiliki akses atau keterampilan teknologi yang cukup














