Tata Cara Sholat Tarawih 8 Rakaat Lengkap 2 dan 4 Kali Salam
Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan umat Islam khususnya pada bulan Ramadan sebagai bentuk pengagungan terhadap malam-malam suci tersebut, di mana Rasulullah SAW pernah memimpin sholat malam ini secara berjamaah di Masjid Nabawi sebelum kemudian menyunnahkannya secara terpisah bagi umatnya, sehingga menjadi tradisi yang diikuti hingga kini dengan variasi rakaat seperti 8 rakaat yang lebih ringkas sesuai mazhab Syafi’i dan Hanafi, diakhiri salam sekali setelah 8 rakaat atau dibagi menjadi 2 salam setelah 4 rakaat pertama untuk memudahkan jamaah, sementara opsi 2 dan 4 kali salam menawarkan fleksibilitas bagi yang ingin witir terpisah atau menyesuaikan kondisi fisik, sehingga tata cara sholat Tarawih 8 rakaat lengkap 2 dan 4 kali salam menjadi panduan praktis untuk menjaga kekhusyukan sambil mengikuti sunnah nabi.
Tata Cara Sholat Tarawih 8 Rakaat Lengkap
Anjuran mengerjakan sholat Tarawih 8 rakaat telah tercantum dalam sebuah riwayat hadits. Dinukil dari ‘Buku Saku Dirasat Islamiyah: Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda’ tulisan KH Mahir M Soleh, Lc, dkk., diriwayatkan dari Aisyah r.a. menuturkan sabda Rasulullah SAW:
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّى فِيمَا بَيْنَ أَنْ يَفْرُغَ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ إِلَى الْفَجْرِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُسَلِّمُ بَيْنَ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ وَيُوتِرُ بِوَاحِدَةٍ
[رواه مسلم]
Artinya: “Dari ‘A’isyah, istri Nabi SAW, (diriwayatkan bahwa) ia berkata, ‘Pernah Rasulullah melakukan shalat pada waktu antara setelah selesai Isya yang dikenal orang dengan ‘Atamah hingga Subuh sebanyak sebelas rakaat dimana beliau salam pada tiap-tiap dua rakaat, dan beliau shalat witir satu rakaat’.” (HR. Muslim)
Ada berbagai versi cara pengerjaan sholat Tarawih 8 rakaat. Rina Ulfatul Hasanah dalam ‘Buku Pintar Muslim dan Muslimah’ menyebutkan, tata cara pelaksanaan sholat Tarawih sebagian dilakukan oleh kaum muslim dengan cara 2 kali salam, yang berarti dikerjakan setiap 4 rakaat.
Lalu ada juga versi 4 kali salam, maka dikerjakan dengan setiap 2 rakaat secara berturut-turut. Tidak ada larangan pada pengerjaan masing-masing versi tadi, sehingga kaum muslim bisa mengerjakannya sesuai dengan dalil yang diyakini masing-masing.
Kemudian untuk bacaan dan gerakan dalam sholat Tarawih 8 rakaat, baik dengan 2 atau 4 kali salam, sama halnya dengan sholat fardhu maupun sunnah lainnya. Hal yang membedakan adalah bacaan niatnya. Diringkas dari buku karya Ust Syaifurrahman El-Fati yang bertajuk ‘Panduan Shalat Praktis & Lengkap’, berikut tata caranya.
1. Tata Cara Sholat Tarawih 8 Rakaat dengan 2 Kali Salam
Berdiri Tegak Menghadap Kiblat
Apabila seorang muslim mampu, maka berdiri tegak menghadap kiblat. Kemudian bagi yang tidak mampu, dapat sambil duduk menghadap kiblat.
Membaca Niat Sholat
Selanjutnya dapat dilanjutkan dengan membaca niat di dalam hati. Bacaan niat dapat disesuaikan dengan situasi pengerjaan sholat Tarawih, baik itu dikerjakan sendirian (munfarid) maupun berjemaah. Bacalah niat sholat Tarawih empat rakaat.
Takbiratul Ihram
Melakukan takbiratul ihram dengan membaca takbir ‘Allahu Akbar’ sambil mengangkat kedua
tangan sejajar dengan kedua bahu.
Membaca Iftitah
Sambil bersedekap (tangan kanan di atas tangan kiri), membaca doa iftitah. Berikut bacaannya:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بكرةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Allaahu akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukrataw ba ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifan muslima wamaa anaa minal musyrikiin, inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘aalamin, laasyariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.”
Artinya: “Allah Maha Besar, dari segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah pagi sore, saya arahkan mukaku kepada yang maha menciptakan langit dan bumi dengan hati yang jujur, selaku seorang muslim, bukan sebagai orang yang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku itu adalah untuk Allah, memelihara alam semesta yang tidak punya sekutu sama sekali, begitulah saya diperintah oleh Allah sebagai seorang muslim.”
Membaca Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ٧
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn. Ar-raḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”
Membaca Surat Pendek Al-Quran
Setelah membaca Al-Fatihah, dapat dilanjutkan dengan membaca surat pendek di dalam Al-Quran.
Rukuk
Kemudian membaca takbir ‘Allahu Akbar’ sambil mengangkat tangan dengan kedua siku yang dirapatkan dan telapak tangan yang disejajarkan dengan bahu, lalu dilanjutkan dengan bacaan tasbih sebanyak tiga kali. Adapun bacaan tasbih saat rukuk adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyyal ‘adziimi wabihamdih.
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.”
I’tidal
Bangun dari rukuk untuk berdiri tegak dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga. Sembari mengucapkan:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.
Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Selama berdiri tegak, terdapat doa yang bisa dilantunkan. Berikut bacaannya:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.
Rabbanaa lakal hamdu mil’us-samaawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du.
Artinya: “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi dan sepenuh apapun yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
Sujud
Meletakkan dahi ke bawah lantai atau sajadah sebagai tempat sholat. Kemudian melantunkan bacaan tasbih sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi.
Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.”
Duduk di Antara Dua Sujud
Bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir ‘Allahu Akbar’ kemudian duduk di antara dua sujud. Saat sudah duduk dengan sempurna, ucapkan bacaan doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَ عَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي.
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, cukuplah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
Sujud
Kembali lakukan sujud untuk kedua kalinya dengan bacaan yang sama. Berikut bacaannya:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi.
Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.”
Bangkit Rakaat Selanjutnya
Selanjutnya dapat bangkit kembali untuk melakukan rakaat selanjutnya, yaitu rakaat ke-2, ke-3, dan ke-4. Lantunkan bacaan dan gerakan yang sama mulai dari takbir, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti tadi.
Tasyahud (Tahiyat) Akhir
Apabila sudah sujud terakhir di rakaat keempat, maka dapat mengakhiri sholatnya. Ini dilakukan dengan duduk tasyahud (tahiyat) akhir.
Posisikan kepala agak sedikit miring sambil membaca doa. Berikut bacaan doa tasyahud atau tahiyat akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin. Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaaaali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shala-wat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Ya Allah, limpahkanlah. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (sholawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).”
Mengucapkan Salam
Menengokkan wajah ke kanan sambil mengucapkan salam ‘Assalamualaikum wa rahmatullah’ dan menengokkan wajah ke kiri untuk salam yang kedua.
2. Tata Cara Sholat Tarawih 8 Rakaat dengan 4 Kali Salam
Berdiri Tegak Menghadap Kiblat
Apabila seorang muslim mampu, maka berdiri tegak menghadap kiblat. Kemudian bagi yang tidak mampu, dapat sambil duduk menghadap kiblat.
Membaca Niat Sholat
Selanjutnya dapat dilanjutkan dengan membaca niat di dalam hati. Bacaan niat dapat disesuaikan dengan situasi pengerjaan sholat Tarawih, baik itu dikerjakan sendirian (munfarid) maupun berjemaah. Bacalah niat sholat Tarawih dua rakaat.
Takbiratul Ihram
Melakukan takbiratul ihram dengan membaca takbir ‘Allahu Akbar’ sambil mengangkat kedua
tangan sejajar dengan kedua bahu.
Membaca Iftitah
Sambil bersedekap (tangan kanan di atas tangan kiri), membaca doa iftitah. Berikut bacaannya:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بكرةً وَأَصِيلًا إِنِّي وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Allaahu akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wasubhaanallaahi bukrataw ba ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamaawaati wal ardha haniifan muslima wamaa anaa minal musyrikiin, inna shalaati wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil ‘aalamin, laasyariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.”
Artinya: “Allah Maha Besar, dari segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, Maha Suci Allah pagi sore, saya arahkan mukaku kepada yang maha menciptakan langit dan bumi dengan hati yang jujur, selaku seorang muslim, bukan sebagai orang yang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku itu adalah untuk Allah, memelihara alam semesta yang tidak punya sekutu sama sekali, begitulah saya diperintah oleh Allah sebagai seorang muslim.”
Membaca Al-Fatihah
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَࣖ ٧
Bismillâhir-raḫmânir-raḫîm. Al-ḫamdu lillâhi rabbil-‘âlamîn. Ar-raḫmânir-raḫîm. Mâliki yaumid-dîn. Iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în. Ihdinash-shirâthal-mustaqîm. Shirâthalladzîna an’amta ‘alaihim ghairil-maghdlûbi ‘alaihim wa ladl-dlâllîn.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.”
Membaca Surat Pendek Al-Quran
Setelah membaca Al-Fatihah, dapat dilanjutkan dengan membaca surat pendek di dalam Al-Quran.
Rukuk
Kemudian membaca takbir ‘Allahu Akbar’ sambil mengangkat tangan dengan kedua siku yang dirapatkan dan telapak tangan yang disejajarkan dengan bahu, lalu dilanjutkan dengan bacaan tasbih sebanyak tiga kali. Adapun bacaan tasbih saat rukuk adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّي الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyyal ‘adziimi wabihamdih.
Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.”
I’tidal
Bangun dari rukuk untuk berdiri tegak dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga. Sembari mengucapkan:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.
Sami’allaahu liman hamidahu
Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Selama berdiri tegak, terdapat doa yang bisa dilantunkan. Berikut bacaannya:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ.
Rabbanaa lakal hamdu mil’us-samaawaati wa mil’ul ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du.
Artinya: “Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit, sepenuh bumi dan sepenuh apapun yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
Sujud
Meletakkan dahi ke bawah lantai atau sajadah sebagai tempat sholat. Kemudian melantunkan bacaan tasbih sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi.
Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.”
Duduk di Antara Dua Sujud
Bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir ‘Allahu Akbar’ kemudian duduk di antara dua sujud. Saat sudah duduk dengan sempurna, ucapkan bacaan doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَ عَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي.
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, cukuplah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”
Sujud
Kembali lakukan sujud untuk kedua kalinya dengan bacaan yang sama. Berikut bacaannya:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi.
Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.”
Bangkit Rakaat Selanjutnya
Selanjutnya dapat bangkit kembali untuk melakukan rakaat selanjutnya. Lantunkan bacaan dan gerakan yang sama mulai dari takbir, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
Tasyahud (Tahiyat) Akhir
Apabila sudah sujud kedua, maka dapat mengakhiri rakaat sholatnya. Ini dilakukan dengan duduk tasyahud (tahiyat) akhir.
Posisikan kepala agak sedikit miring sambil membaca doa. Berikut bacaan doa tasyahud atau tahiyat akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin. Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaaaali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.
Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shala-wat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, Ya Allah, limpahkanlah. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (sholawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).”
Mengucapkan Salam
Menengokkan wajah ke kanan sambil mengucapkan salam ‘Assalamualaikum wa rahmatullah’ dan menengokkan wajah ke kiri untuk salam yang kedua.
Niat Sholat Tarawih 8 Rakaat Lengkap
Hal yang membedakan antara sholat Tarawih dengan sholat sunnah atau fardhu lainnya adalah bacaan niatnya. Sebab, ada niat doa sholat Tarawih tersendiri yang mana memiliki perbedaan saat sholatnya dikerjakan sendirian atau berjemaah.
Niat sholat Tarawih dengan 2 kali salam dan 4 kali salam juga memiliki perbedaan, sehingga kaum muslim mesti memahaminya dengan baik agar tidak keliru. Diringkas dari buku ‘Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan’ karya Ceceng Salamudin, MAg, dan ‘Buku Pintar Muslim dan Muslimah’ tulisan Rina Ulfatul Hasanah, berikut bacaan lengkapnya, baik untuk imam maupun makmum.
1. Niat Sholat Tarawih 8 Rakaat Berjemaah dengan 2 Kali Salam (4 Rakaat)
أَصَلَّى سُنَةَ التَّرَاوِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ إِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatat taraawiihi arba’a raka’aatim imaman/ma’muuman lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat shalat Tarawih empat rakaat menjadi imam/makmum karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Sholat Tarawih 8 Rakaat Berjemaah dengan 4 Kali Salam (2 Rakaat)
أصَلَّى سُنَةَ التَرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا / مَأْمُوْمًاا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunatat taraawiihi rak’ataini imaman/ma’muuman lillaahi ta’aala.
Artinya: “Saya berniat shalat Tarawih dua rakaat menjadi imam/makmum karena Allah ta’aala.”
3. Niat Sholat Tarawih 8 Rakaat Sendirian dengan 2 Kali Salam (4 Rakaat)
اصلى سُنَّة التَّرَاوِيْحِ رَكَعَاتٍ اللَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat taraawiihi raka’aatim lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih empat rakaat karena Allah Ta’ala.”
4. Niat Sholat Tarawih 8 Rakaat Sendirian dengan 4 Kali Salam (2 Rakaat)
أصلى سُنَّة التَّرَاوِيْحِ رَكَعَتَيْنِ اللَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat taraawiihi rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Sholat Tarawih 8 Rakaat
Sebagai penutup ibadah sholat Tarawih, ada doa-doa yang bisa dipanjatkan kepada Allah SWT. Salah satunya adalah doa kamilin. Apa itu doa kamilin? Singkatnya, doa kamilin adalah sebuah doa yang populer dan lazim dibaca seusai mengerjakan ibadah sholat Tarawih.
Disebut doa kamilin, karena di bagian awal kalimat doa ini terdapat kata kamilin. Menukil buku ‘H Brilly El-Rasheed, SPd’ yang berjudul ‘Al-Majmu’ Ar-Rasyid: Surah Luqman, Ar-Rahman, Al-Waqi’ah, Al-Mulk dan Fiqih 43 Shalat Sunnah’, berikut bacaan doa kamilin setelah Tarawih:
اللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِينَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّينَ. وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِينَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِينَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِينَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِينَ. وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِينَ. وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِينَ. وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِينَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِينَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِينَ. وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِينَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِينَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِينَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِينَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِينَ. وَعَلَى سَرِيرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِينَ. وَمِنْ حُوْرِعِيْنِ مُتَزَوَجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجِ مُتَلَبِّسِينَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِينَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِينَ. بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينِ . مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيقًا. ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيْمًا . اللهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُولِينَ. وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Allâhummaj’alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hafizhîn. Wa liz-zakâti fâʻilîn. Wa lima ‘indaka thâlibîn. Wa li ‘afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa ‘anil laghwi mu’ridlin. Wa fid-dunya zâhdîn. Wa fil ‘âkhirati raghibîn. Wa bil-qadla’l râdlîn. Wa lin na’mâ’l syâkirîn. Wa ‘alal bala’i shâbirîn. Wa tahta lawâ’i muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ’irîna wa ilal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dakhilîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha’âmil jannati akilîn. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka’sin min ma’în. Ma’al ladzīna an’amta ‘alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhada’i wash shâlihîna wa hasuna ulâ’ika rafiqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi ‘alîman. Allâhummaj’alnâ fi hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubarakah minas su’adâ’il maqbûlîn. Wa lâ tajalna minal asyqiyâ’il mardûdîn. Wa shallallahu ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma’în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn.
Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” [Maslak Al-Akhyar, Cet. Al-‘Aidrus, Jakarta]














