{"id":17372,"date":"2026-09-25T12:48:06","date_gmt":"2026-09-25T12:48:06","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/?p=17372"},"modified":"2026-09-25T12:55:13","modified_gmt":"2026-09-25T12:55:13","slug":"cara-mengetahui-masuk-desil-berapa-di-website","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/cara-mengetahui-masuk-desil-berapa-di-website\/","title":{"rendered":"Cara Mengetahui Masuk Desil Berapa di Website"},"content":{"rendered":"<h2>Cara Mengetahui Masuk Desil Berapa di Website<\/h2>\n<p>Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan sasaran berbagai program bantuan dan perlindungan sosial. Masyarakat perlu mengetahui status desilnya untuk memahami posisi data kesejahteraan yang tercatat dalam sistem dan memastikan informasi yang dimiliki sesuai dengan kondisi sebenarnya.<\/p>\n<p>Saat ini, pengecekan desil dapat dilakukan melalui website secara mandiri dengan mengikuti tahapan yang tersedia, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dengan lebih mudah, cepat, dan praktis.<\/p>\n<h3>Pembagian Kategori Desil<\/h3>\n<ul>\n<li>Desil 1 (Sangat Miskin): Kondisi ekonomi paling bawah, tidak memiliki pekerjaan tetap, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok harian. Menjadi prioritas utama seluruh program bansos.<\/li>\n<li>Desil 2 (Miskin): Berpenghasilan rendah dan sangat rentan terhadap guncangan ekonomi karena tidak memiliki tabungan.<\/li>\n<li>Desil 3 (Hampir Miskin): Tidak berada di kategori miskin ekstrem, namun rawan jatuh miskin jika terjadi PHK atau masalah kesehatan.<\/li>\n<li>Desil 4 (Rentan Miskin): Kondisi ekonomi relatif stabil tetapi masih berisiko jatuh miskin apabila menghadapi guncangan ekonomi mendadak. Masih berhak menerima bansos reguler.<\/li>\n<li>Desil 5 (Mendekati Sejahtera): Berada di batas aman dengan penghasilan yang pas-pasan untuk kebutuhan hidup. Berkesempatan mendapatkan bantuan jaminan kesehatan (PBI JK) atau program khusus.<\/li>\n<li>Desil 6-10 (Menengah ke Atas \/ Sejahtera): Kelompok masyarakat yang dinilai mampu dan berpenghasilan stabil. Kategori ini tidak menjadi sasaran penerima bansos reguler Kemensos.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Cek Desil Kemensos Lewat HP<\/h3>\n<p>Ada dua cara untuk mengecek desil untuk memastikan status penerima bansos, yaitu melalui situs Cek Bansos Kemensos atau aplikasi resminya. Berikut langkah-langkah praktisnya lewat HP:<\/p>\n<h4>1. Via Situs Cek Bansos Kemensos<\/h4>\n<p>Situs Cek Bansos Kemensos kini makin praktis. Anda hanya perlu mengisi nomor NIK KTP dengan benar serta kode captcha yang muncul:<\/p>\n<ul>\n<li>Buka tautan https:\/\/cekbansos.kemensos.go.id\/<\/li>\n<li>Masukkan 16 digit NIK KTP Anda.<\/li>\n<li>Isi Kode Huruf (captcha) yang muncul di kolom verifikasi.<\/li>\n<li>Klik tombol &#8220;Cari Data&#8221;.<\/li>\n<li>Secara otomatis akan muncul hasil pencarian data yang diinput. Terdapat nama, desil, bansos sembako, PKH, dan PBI JK. Untuk mengetahui desil, lihat angka yang tertera pada kolom tersebut. Jika tertulis angka 1, 2, 3, atau 4, yang bersangkutan masuk kriteria prioritas penerima bantuan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4>2. Via Aplikasi Cek Bansos<\/h4>\n<p>Pengecekan menggunakan aplikasi Cek Bansos Kemensos dilakukan secara online melalui aplikasi resmi:<\/p>\n<ul>\n<li>Unduh aplikasi Cek Bansos resmi di Google Play Store atau App Store.<\/li>\n<li>Buka aplikasi, lalu masuk ke menu &#8220;Cek Bansos&#8221;.<\/li>\n<li>Masukkan 16 digit NIK KTP dengan benar.<\/li>\n<li>Klik &#8220;Cari Data&#8221;.<\/li>\n<li>Sistem akan menampilkan data penerima lengkap dengan kolom informasi peringkat desil dan status penyaluran bansos.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Melihat Desil Offline<\/h3>\n<p>Ada dua cara untuk mengetahui masuk desil berapa secara offline, yakni lewat kantor desa dan pendamping sosial. Berikut penjelasannya.<\/p>\n<h4>1. Cek Desil via Kantor Desa\/Kelurahan<\/h4>\n<p>Bagi warga yang mengalami kendala teknis atau jaringan internet, pengecekan dapat dilakukan secara offline melalui Kantor Desa atau Kelurahan setempat. Petugas operator desa memiliki akses ke basis data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memeriksa peringkat kesejahteraan keluarga.<\/p>\n<h4>2. Cek Desil via Pendamping Sosial<\/h4>\n<p>Pendamping sosial di setiap kecamatan\/desa bertugas melakukan verifikasi dan pemutakhiran data penerima bansos secara berkala. Bisa juga menanyakan langsung peringkat desil keluarga kepada pendamping sosial PKH atau TKSK di wilayah domisili.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mengetahui Masuk Desil Berapa di Website Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan sebagai salah satu dasar dalam penentuan sasaran berbagai program bantuan dan perlindungan sosial. Masyarakat perlu mengetahui status desilnya untuk memahami posisi data kesejahteraan yang tercatat dalam sistem dan memastikan informasi yang dimiliki sesuai dengan kondisi sebenarnya. Saat ini, pengecekan desil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":17373,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_override_counter":[],"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[3868,11593,12993,12994,52,11057,11605,11430,11424,12995],"class_list":["post-17372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-aplikasi-cek-bansos","tag-cara-cek-desil","tag-cara-melihat-desil","tag-cara-tahu-masuk-desil-berapa","tag-cek-bansos-kemensos","tag-cek-desil","tag-cek-desil-penerima-bansos","tag-desil","tag-desil-bansos-2026","tag-desil-penerima-bansos-pkh-bpnt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17372"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17374,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17372\/revisions\/17374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}