{"id":2077,"date":"2023-12-01T02:14:55","date_gmt":"2023-12-01T02:14:55","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/?p=2077"},"modified":"2024-08-16T16:47:11","modified_gmt":"2024-08-16T16:47:11","slug":"pengertian-dan-perbedaan-skb-cat-dan-non-cat-dalam-seleksi-cpns","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/pengertian-dan-perbedaan-skb-cat-dan-non-cat-dalam-seleksi-cpns\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Perbedaan SKB CAT dan Non-CAT dalam Seleksi CPNS"},"content":{"rendered":"<h2>Pengertian dan Perbedaan SKB CAT dan Non-CAT dalam Seleksi CPNS<\/h2>\n<p>Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi salah satu momen yang dinanti-nanti oleh banyak orang. Untuk bisa lolos seleksi CPNS, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, salah satunya adalah tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Dalam tes SKD, terdapat dua jenis tes, yaitu SKB CAT dan Non-CAT. Meski sama-sama tes SKD, namun terdapat perbedaan antara SKB CAT dan Non-CAT.<\/p>\n<p>Pada tes SKB CAT, peserta tes akan menggunakan komputer untuk menjawab soal, sedangkan pada tes SKB Non-CAT, peserta tes akan menjawab soal dengan cara manual. Perbedaan ini tentunya akan mempengaruhi cara peserta tes dalam menjawab soal dan juga hasil akhir dari tes SKD. Oleh karena itu, penting bagi para calon peserta CPNS untuk memahami perbedaan antara SKB CAT dan Non-CAT agar bisa mempersiapkan diri dengan baik dan meningkatkan peluang untuk lolos seleksi CPNS.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15093 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Tes SKB CAT dan Non-CAT<\/h3>\n<p>Dikutip dari laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB), CAT atau singkatan dari Computer Assisted Test adalah tes berbasis komputer, dimana nilai dapat dimonitor langsung oleh masyarakat umum saat peserta mengerjakan soal atau usai tes. CAT adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang digunakan dalam seleksi CPNS.<\/p>\n<p>Tujuannya untuk memperoleh ASN (Aparatur Sipil Negara) yang profesional, memiliki nilai dasar, dan etika profesi dalam melaksanakan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan.<\/p>\n<h3>Perbedaan SKB CAT dan Non-CAT<\/h3>\n<p>Perbedaan antara SKB CAT dan Non-CAT dalam seleksi CPNS meliputi metode penilaian dan cara peserta dalam menjawab soal. Berikut ini adalah perbedaan utama antara keduanya:<\/p>\n<h4>SKB CAT<\/h4>\n<ul>\n<li>Tes berbasis komputer yang digunakan untuk menjawab soal secara digital<\/li>\n<li>Peserta dapat memantau nilai tes langsung oleh masyarakat umum saat mengerjakan soal atau setelah tes selesai<\/li>\n<li>Tujuan: mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang digunakan dalam seleksi CPNS<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Non-CAT<\/h4>\n<ul>\n<li>Tes yang digunakan untuk menjawab soal secara manual<\/li>\n<li>Peserta menjawab soal dengan cara manual, seperti menggunakan kalimat atau memecahkan pilihan dari beberapa opsi yang diberikan<\/li>\n<li>Tujuan: untuk mengevaluasi kompetensi dasar peserta dalam seleksi CPNS<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam kasus kedua, tujuan dari kedua tes ini adalah untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar yang diperlukan dalam seleksi CPNS. Namun, perbedaan utama antara keduanya terletak pada metode penilaian dan cara peserta dalam menjawab soal<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Penggunaan Sistem Tes SKB CAT<\/h3>\n<p>Seperti dilansir laman resmi KemenPAN-RB, penggunaan sistem CAT telah dihadirkan oleh pemerintah dalam seleksi CPNS sejak tahun 2013. Penerapan sistem ini adalah agar pemerintah dapat menjamin seleksi CPNS lebih kompetitif, adil, obyektif, transparan, dan bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<h3>Perbedaan Tes SKB dengan SKD<\/h3>\n<p>Tes SKB (Seleksi Kompetensi Bidang) adalah tes tahapan lanjutan setelah SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) dalam seleksi CPNS. SKD terdiri dari tiga macam tes, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). TWK meliputi ujian tentang kemampuan dan pengetahuan mengenai kebangsaan, TIU mengukur keterampilan kecerdasan seseorang, dan TKP untuk menilai pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, dan lainnya.<\/p>\n<p>Sedangkan tes SKB bisa mencakup berbagai macam tes, seperti psikotes, tes potensi akademik, tes kemampuan bahasa asing, dan lainnya, sesuai dengan persyaratan jabatan atau instansi pemerintahan. Passing grade TIU untuk peserta umum adalah 80, sedangkan passing grade TWK untuk peserta umum adalah 65.<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengertian dan Perbedaan SKB CAT dan Non-CAT dalam Seleksi CPNS Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi salah satu momen yang dinanti-nanti oleh banyak orang. Untuk bisa lolos seleksi CPNS, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, salah satunya adalah tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Dalam tes SKD, terdapat dua jenis tes, yaitu SKB CAT dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2078,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[1653,1648,1649,1650,1652,1651],"class_list":["post-2077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-non-cat","tag-pengertian-dan-perbedaan-skb-cat-dan-non-cat-dalam-seleksi-cpns","tag-pengertian-skb-cat-dan-non-cat-dalam-seleksi-cpns","tag-perbedaan-skb-cat-dan-non-cat-dalam-seleksi-cpns","tag-skb-cat","tag-skb-cat-dan-non-cat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2077"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9474,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2077\/revisions\/9474"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}