{"id":2131,"date":"2023-12-05T01:14:45","date_gmt":"2023-12-05T01:14:45","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/?p=2131"},"modified":"2024-08-16T17:01:32","modified_gmt":"2024-08-16T17:01:32","slug":"bisa-jaga-privasi-anda-cara-menyembunyikan-pesan-whatsapp-dengan-kode-rahasia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/bisa-jaga-privasi-anda-cara-menyembunyikan-pesan-whatsapp-dengan-kode-rahasia\/","title":{"rendered":"Bisa Jaga Privasi Anda, Cara Menyembunyikan Pesan WhatsApp dengan Kode Rahasia"},"content":{"rendered":"<h2>Bisa Jaga Privasi Anda, Cara Menyembunyikan Pesan WhatsApp dengan Kode Rahasia<\/h2>\n<p>Pengguna WhatsApp kini dapat menyembunyikan pesan dan obrolan menggunakan berbagai metode, termasuk penggunaan kode rahasia. Fitur kunci pesan atau Chat Lock memungkinkan pengguna untuk menambahkan lapisan privasi ekstra ke setiap obrolan. Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan menggunakan autentikasi perangkat, seperti password HP, Face ID, sidik jari, atau dengan kode rahasia yang dapat diatur sendiri.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<p>Selain itu, pengguna juga dapat menyembunyikan folder Obrolan Terkunci sehingga tidak muncul di daftar chat dan hanya muncul saat kode rahasia dimasukkan. Langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur Chat Lock dan menyembunyikan pesan terkunci dengan kode rahasia dapat ditemukan di aplikasi WhatsApp.<\/p>\n<p>Selain fitur Chat Lock, terdapat juga metode lain untuk menyembunyikan pesan dan obrolan di WhatsApp, seperti mengarsipkan obrolan, mengunci WhatsApp dengan kode PIN atau sidik jari, dan menyembunyikan isi pesan di notifikasi. Semua fitur ini bertujuan untuk memberikan pengguna kontrol lebih atas privasi dan keamanan pesan mereka di WhatsApp.<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15093 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<h3>Cara menyembunyikan pesan terkunci dengan kode rahasia di WhatsApp<\/h3>\n<p>Di dalam blog resminya, WhatsApp ikut menjelaskan langkah-langkah untuk mengaktifkan Chat Lock, lalu menyembunyikan pesan terkunci dengan kode rahasia. Langkah-langkah tersebut dapat anda ikuti dengan cara berikut ini :<\/p>\n<ol>\n<li>Buka aplikasi WhatsApp<\/li>\n<li>Pilih obrolan yang ingin dikunci, lalu tekan dan tahan (long press)<\/li>\n<li>Ketuk ikon titik tiga dan pilih \u201cLock Chat\u201d<\/li>\n<li>Lock chat akan membutuhkan sidik jari atau memindai wajah pengguna (Face ID)<\/li>\n<li>Jika percakapan sudah terkunci, buka folder Locked Chats<\/li>\n<li>Klik Settings<\/li>\n<li>Pilih \u201cSecret Code\u201d dan \u201cCreate Secret Code\u201d<\/li>\n<li>Ketik kode unik yang ingin didaftarkan<\/li>\n<li>Pilih lanjut, lalu konfirmasi kode<\/li>\n<\/ol>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n<p>Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa WhatsApp telah memperkenalkan fitur kode rahasia untuk menyembunyikan pesan terkunci. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menambahkan lapisan privasi ekstra ke setiap percakapan dengan menggunakan autentikasi perangkat, seperti password HP, Face ID, sidik jari, atau dengan kode rahasia yang dapat diatur sendiri.<\/p>\n<p>Selain itu, pengguna juga dapat menyembunyikan folder Obrolan Terkunci agar tidak muncul di daftar obrolan. Meskipun fitur ini belum tersedia secara global, diharapkan dapat segera dinikmati oleh pengguna WhatsApp di seluruh dunia.<\/p>\n<p><script async src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisa Jaga Privasi Anda, Cara Menyembunyikan Pesan WhatsApp dengan Kode Rahasia Pengguna WhatsApp kini dapat menyembunyikan pesan dan obrolan menggunakan berbagai metode, termasuk penggunaan kode rahasia. Fitur kunci pesan atau Chat Lock memungkinkan pengguna untuk menambahkan lapisan privasi ekstra ke setiap obrolan. Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan menggunakan autentikasi perangkat, seperti password HP, Face [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2132,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[1692,1691,1693,1694],"class_list":["post-2131","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi","tag-cara-menggunakan-kode-rahasia-untuk-menyembunyikan-pesan-whatsapp","tag-cara-menyembunyikan-pesan-whatsapp-dengan-kode-rahasia","tag-cara-mudah-menyembunyikan-pesan-whatsapp","tag-cara-sembunyikan-pesan-whatsapp-dengan-kode-rahasia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2131"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9490,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2131\/revisions\/9490"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}