{"id":264,"date":"2023-08-03T09:23:51","date_gmt":"2023-08-03T09:23:51","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/?p=264"},"modified":"2025-06-28T10:17:36","modified_gmt":"2025-06-28T10:17:36","slug":"apa-itu-jantung-koroner-penyebab-dan-gejalanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/apa-itu-jantung-koroner-penyebab-dan-gejalanya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Jantung Koroner? Penyebab, dan Gejalanya"},"content":{"rendered":"<h2>Apa Itu Jantung Koroner?<\/h2>\n<p>Jantung koroner, juga dikenal sebagai penyakit arteri koroner (CAD) atau penyakit jantung iskemik, adalah kondisi medis yang terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung (arteri koroner) mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerotik yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat-zat lain pada dinding arteri koroner.<\/p>\n<p>Penyempitan atau penyumbatan arteri koroner menyebabkan aliran darah yang berkurang atau terhenti ke bagian-bagian tertentu dari otot jantung. Akibatnya, bagian-bagian tersebut tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup, menyebabkan iskemia (kurangnya pasokan oksigen) pada otot jantung.<\/p>\n<p>Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama atau terjadi obstruksi total pada arteri koroner, dapat menyebabkan serangan jantung (infark miokard). Pada serangan jantung, bagian dari otot jantung mengalami kematian karena pasokan darah yang terputus.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<h3>Berikut Penyebab Jantung Koroner<\/h3>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li>Gaya Hidup Tidak Sehat<br \/>\nPola makan tidak sehat yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan garam dapat meningkatkan risiko penumpukan plak pada arteri. Merokok dan kurang berolahraga juga menjadi faktor risiko yang berkontribusi.<\/li>\n<li>Tekanan Darah Tinggi<br \/>\nTekanan darah tinggi atau hipertensi menyebabkan tekanan berlebih pada dinding arteri, yang dapat merusaknya dan memudahkan plak menempel.<\/li>\n<li>Kadar Kolesterol Tidak Seimbang<br \/>\nTingginya kadar kolesterol total dan kadar LDL (kolesterol jahat) dalam darah meningkatkan risiko aterosklerosis, sementara kadar HDL (kolesterol baik) yang rendah juga dapat memperburuk kondisi.<\/li>\n<li>Diabetes<br \/>\nPenderita diabetes lebih rentan terhadap pembentukan plak aterosklerotik karena tingginya kadar gula dalam darah dapat merusak dinding arteri.<\/li>\n<li>Obesitas<br \/>\nOrang dengan berat badan berlebih atau obesitas cenderung memiliki kadar kolesterol dan tekanan darah yang tinggi, meningkatkan risiko CAD.<\/li>\n<li>Riwayat Keluarga<br \/>\nJika ada anggota keluarga dengan riwayat penyakit jantung koroner, risiko seseorang untuk mengembangkan kondisi ini juga meningkat.<\/li>\n<li>Usia dan Gender<br \/>\nRisiko CAD cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, dan pria lebih cenderung mengalami CAD pada usia lebih muda daripada wanita. Namun, risiko CAD pada wanita meningkat setelah menopause.<\/li>\n<li>Stres<br \/>\nStres kronis dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang, seperti makan tidak sehat atau merokok, yang pada akhirnya meningkatkan risiko CAD.<\/li>\n<li>Faktor Lain<br \/>\nBeberapa faktor lain seperti konsumsi alkohol berlebihan, kurang tidur, dan polusi udara juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko CAD.<\/p>\n<ol>\n<li>Nyeri dada<br \/>\nNyeri dada adalah gejala paling umum jantung koroner. Nyeri ini biasanya terasa seperti tekanan, penuh, atau terbakar di dada dan dapat menyebar ke lengan, leher, rahang, atau punggung.<\/li>\n<li>Sesak napas<br \/>\nOrang dengan jantung koroner seringkali merasa kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas atau beristirahat.<\/li>\n<li>Nyeri atau ketidaknyamanan di lengan atau bahu<br \/>\nBeberapa orang dengan jantung koroner dapat merasakan nyeri atau ketidaknyamanan di lengan kiri atau kanan, serta di bahu atau bahkan perut.<\/li>\n<li>Keringat dingin<br \/>\nOrang dengan serangan jantung atau angina (nyeri dada) mungkin mengalami keringat dingin yang berlebihan.<\/li>\n<li>Mual atau muntah<br \/>\nGejala-gejala yang menyerupai masuk angin atau gangguan pencernaan juga bisa muncul pada beberapa orang yang mengalami jantung koroner.<\/li>\n<li>Kelelahan<br \/>\nOrang dengan jantung koroner cenderung merasa lelah dan lemah, bahkan setelah melakukan aktivitas ringan.<\/li>\n<li>Ketidakbiasaan detak jantung<br \/>\nBeberapa orang mungkin merasakan detak jantung yang tidak normal atau tidak teratur (aritmia).<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Jantung Koroner? Jantung koroner, juga dikenal sebagai penyakit arteri koroner (CAD) atau penyakit jantung iskemik, adalah kondisi medis yang terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung (arteri koroner) mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak aterosklerotik yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat-zat lain pada dinding arteri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":265,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_social_meta":{"fb_title":"","fb_description":"","fb_image":"","twitter_title":"","twitter_description":"","twitter_image":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"footnotes":""},"categories":[43],"tags":[149,147,148],"class_list":["post-264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan","tag-apa-itu-jantung-koroner","tag-gejala-jantung-koroner","tag-penyebab-jantung-koroner"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=264"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13554,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/264\/revisions\/13554"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}