Pengangguran: Jenis, Penyebab, dan Dampak
Pengangguran telah berkembang menjadi masalah yang cukup besar di banyak negara, termasuk di Indonesia. Fenomena ini memiliki dampak nyata pada kehidupan masyarakat, bukan hanya angka statistik. Saat seseorang kehilangan pekerjaan atau tidak memiliki kesempatan untuk bekerja, dampaknya dirasakan oleh keluarganya dan masyarakat secara keseluruhan.
Pengertian Pengangguran
Orang yang baru saja lulus sekolah atau perguruan tinggi, orang yang di-PHK, atau orang yang telah berhenti dari pekerjaan sebelumnya dan sedang mencari pekerjaan baru termasuk dalam kategori angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan. Pengangguran dapat didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang sedang mencari pekerjaan atau siap untuk bekerja.
Pengangguran bukan berarti tidak bekerja sama sekali. Ada orang yang bekerja tetapi tidak produktif atau tidak sesuai dengan kemampuan mereka miliki, dan mereka tetap dianggap pengangguran karena potensi tenaga kerja mereka tidak dimanfaatkan secara optimal.
Jenis-Jenis Pengangguran
-
Berdasarkan Penyebabnya
-
Pengangguran Struktural
Pengangguran jenis ini terjadi ketika struktur ekonomi suatu negara berubah. Misalnya, ketika sektor pertanian berkurang dan sektor industri beralih, petani yang tidak memiliki keterampilan industri akan menganggur.
-
Pengangguran Friksional
Pengangguran sementara yang terjadi ketika seseorang sedang dalam proses perpindahan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Ini wajar terjadi dalam ekonomi yang dinamis.
-
Pengangguran Siklis
Siklus ekonomi memengaruhi pengangguran ini. Selama resesi ekonomi, banyak perusahaan memutuskan untuk mengurangi jumlah pekerja mereka untuk mengurangi biaya operasional.
-
Pengangguran Musiman
Jenis ini berkaitan dengan pekerjaan yang bergantung pada musim tertentu. Contohnya, pekerja di sektor pariwisata yang ramai hanya pada musim liburan.
-
Pengangguran Teknologi
Karena kemajuan teknologi, mesin otomatis telah menggantikan manusia. Perkembangan artificial intelligence dan robotika semakin mempercepat jenis pengangguran ini bertambah.
-
-
Berdasarkan Lama Waktu Bekerja
-
Pengangguran Terbuka
Kondisi dimana seseorang sama sekali tidak bekerja dan aktif mencari pekerjaan. Mereka biasanya terdaftar di bursa kerja atau lembaga penempatan tenaga kerja.
-
Setengah Menganggur
Orang yang bekerja tetapi jam kerjanya tidak sesuai dengan standar atau gajinya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka disebut orang yang setengah menganggur.
-
Pengangguran Terselubung
Situasi dimana seseorang bekerja tetapi produktivitasnya sangat rendah atau tidak sesuai dengan bidang keahliannya.
-
Penyebab Pengangguran
-
Ketidakseimbangan Pasar Kerja
Jumlah pencari kerja yang jauh melebihi lapangan pekerjaan yang tersedia menjadi penyebab utama pengangguran. Indonesia dengan populasi besar menghadapi tantangan menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi angkatan kerja baru setiap tahunnya.
-
Ketidaksesuaian Keterampilan
Banyak pencari kerja tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Karena kurikulum sekolah tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, ada gap keterampilan yang signifikan.
-
Kemajuan Teknologi
Lanskap pekerjaan telah diubah oleh digitalisasi dan otomatisasi. Mesin telah menggantikan banyak pekerjaan manual, sementara pekerjaan baru yang muncul membutuhkan keterampilan teknologi yang belum dimiliki banyak orang.
-
Kondisi Ekonomi Makro
Krisis finansial, inflasi tinggi, atau pertumbuhan ekonomi yang lambat dapat menyebabkan PHK besar-besaran. Untuk bertahan, perusahaan harus mengurangi jumlah karyawannya.
-
Kebijakan Pemerintah
Kebijakan ekonomi yang kurang mendukung penciptaan lapangan kerja atau investasi dapat memperburuk tingkat pengangguran. Regulasi yang rumit juga dapat menghambat pertumbuhan usaha kecil dan menengah.
-
Faktor Demografis
Pengangguran akan meningkat sebagai akibat dari peningkatan populasi, terutama usia produktif tanpa diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang cukup.
Dampak Pengangguran
-
Dampak Ekonomi dan Keuangan
Daya beli masyarakat menurun drastis sebagai akibat dari banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan. Pemerintah harus mengeluarkan anggaran lebih besar untuk program bantuan sosial dan tunjangan pengangguran, sementara penerimaan pajak penghasilan berkurang signifikan, karena penurunan konsumsi ini dapat menyebabkan lebih banyak PHK. Dari sisi negara, pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak anggaran untuk program bantuan sosial dan tunjangan pengangguran.
-
Dampak Sosial dan Kriminalitas
Tekanan ekonomi yang berkepanjangan sering mendorong seseorang melakukan tindakan kriminal untuk bertahan hidup. Pencurian, penipuan, perampokan, bahkan pembunuhan dapat meningkat di daerah dengan tingkat pengangguran tinggi. Pengangguran jangka panjang menjerumuskan individu dan keluarga ke dalam kemiskinan, menciptakan kesenjangan sosial yang semakin lebar.
-
Dampak Psikologis dan Mental
Kehilangan pekerjaan tidak hanya berarti kehilangan penghasilan, tetapi juga identitas dan harga diri seseorang. Kondisi mental seseorang menjadi lebih buruk karena ketakutan sosial terhadap pengangguran. Jika seseorang mengalami stres yang berlebihan karena ketidakpastian keuangan dan masa depan yang tidak jelas, ia berisiko mengalami depresi. Selain itu, pengangguran jangka panjang menyebabkan kehilangan keterampilan sosial dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.
-
Dampak Politik dan Stabilitas
Keresahan sosial dan protes massal terhadap pemerintah dapat muncul sebagai akibat dari tingkat pengangguran yang tinggi. Masyarakat yang tidak puas akan mengancam stabilitas politik dan dapat dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis untuk menyebarkan pemikiran mereka. Jika pemerintah tidak dapat mengatasi pengangguran, mereka akan kehilangan kepercayaan publik dan legitimasi, yang pada akhirnya dapat menggoyahkan sistem politik.

