Dalam dunia akuntansi dan auditing, terdapat konsep penting yang harus dipahami oleh setiap auditor, yaitu asas dasar penilaian atau yang dikenal dengan istilah judgement. Konsep ini membantu auditor membuat keputusan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengertian Asas Dasar Penilaian
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asas dasar penilaian adalah suatu pendapat yang didasarkan pada fakta atau bukti yang telah ditemukan, dengan memperhatikan hal-hal yang bersifat tersirat di dalamnya.
Dalam proses audit, asas dasar penilaian diartikan sebagai kebijakan seorang auditor dalam memberikan pendapat mengenai informasi yang ditemukan selama proses audit berlangsung. Pendapat tersebut umumnya berupa ide, gagasan, atau estimasi terhadap objek yang sedang diaudit.
Seorang auditor wajib menyampaikan informasi berdasarkan fakta dan kebenaran yang ada. Hal ini penting karena hasil penilaian yang dikeluarkan akan mempengaruhi apakah laporan audit tersebut sesuai dengan kondisi aktual atau tidak.
Fungsi Asas Dasar Penilaian
Asas dasar penilaian berfungsi sebagai judgement dalam proses audit. Fungsi ini diperlukan karena audit tidak dilakukan terhadap seluruh bukti yang tersedia. Dengan kata lain, judgement ikut menentukan kualitas dan hasil dari pelaksanaan audit secara keseluruhan.
Tujuan utama dari proses audit adalah memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan yang dibuat manajemen adalah benar dan wajar (true and fair), serta bebas dari salah saji material.
Berdasarkan ISA 200, asas dasar penilaian profesional dibutuhkan dalam beberapa kondisi, antara lain: sebelum memulai audit untuk menentukan materialitas dan risiko, dalam menyusun rencana audit yang tepat, mengevaluasi kecukupan bukti audit, serta saat membuat kesimpulan akhir mengenai hasil audit.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Asas Dasar Penilaian
Terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi kualitas asas dasar penilaian seorang auditor:
Pengalaman Auditor
Pengalaman adalah akumulasi dari semua pekerjaan yang telah dilakukan seorang auditor. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin terampil auditor tersebut dalam menyelesaikan tugasnya dan menghasilkan penilaian yang lebih baik.
Pengetahuan Auditor
Dalam mendeteksi kesalahan, seorang auditor harus didukung oleh pengetahuan yang memadai. Pengetahuan yang diperlukan meliputi General Auditing, Functional Area, Computer Auditing, Accounting Issue, Specific Industry, pengetahuan umum, hingga Problem Solving Knowledge.
Tekanan Ketaatan
Tekanan ketaatan adalah tekanan yang diterima auditor dari atasan atau entitas yang diperiksa untuk melakukan tindakan yang menyimpang dari standar etika dan profesionalisme. Tekanan ini dapat berdampak buruk, seperti hilangnya profesionalisme dan kepercayaan publik.
Kompleksitas Tugas
Pekerjaan audit tidak selalu terstruktur dan mudah dipahami. Kualitas penilaian akhir dapat dipengaruhi oleh kompleksitas tugas yang tinggi. Dalam hal ini, pengetahuan dan pengalaman auditor sangat penting untuk menghasilkan hasil audit yang maksimal.
Kesimpulan
Asas dasar penilaian merupakan elemen penting dalam proses audit yang tidak dapat diabaikan. Kualitas penilaian seorang auditor sangat ditentukan oleh pengalaman, pengetahuan, kemampuan menghadapi tekanan, serta kecakapan dalam menangani tugas yang kompleks. Semakin banyak faktor pendukung yang dimiliki auditor, semakin baik penilaian yang dihasilkan selama proses audit.

