Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan seseorang persis seperti aslinya, ditandai dengan tanda petik dua (“…”). Ciri utamanya meliputi penggunaan tanda petik, huruf kapital pada awal kutipan, tanda koma sebelum atau sesudah kutipan, serta kata penanda seperti kata, ujar, tanya, atau seru. Berikut 25 contoh kalimat langsung beserta penjelasannya.
- Ibu berkata, “Jangan lupa matikan lampu sebelum tidur.” — Ibu memberi peringatan kepada anaknya.
- “Kapan kamu pulang?” tanya Ayah. — Ayah menanyakan waktu kepulangan.
- Guru menegaskan, “Kumpulkan tugas besok pagi.” — Guru memberi instruksi tegas.
- “Aku lulus ujian!” seru Rani gembira. — Rani mengungkapkan kebahagiaan.
- Dinda berbisik, “Jangan berisik, adik sedang tidur.” — Dinda meminta ketenangan.
- “Saya setuju dengan usulmu,” kata Pak Andi. — Pak Andi menyatakan persetujuan.
- “Tolong ambilkan buku itu,” pinta Sinta. — Sinta meminta bantuan.
- Dokter berpesan, “Minum obat tiga kali sehari.” — Dokter memberi anjuran pengobatan.
- “Kenapa kamu terlambat?” tanya atasan. — Atasan menanyakan alasan keterlambatan.
- “Selamat atas kelulusanmu,” ucap Bu Rina. — Bu Rina menyampaikan ucapan selamat.
- Andi menjawab, “Saya belum selesai mengerjakannya.” — Andi menjelaskan status pekerjaannya.
- “Ayo kita berangkat sekarang!” ajak Doni. — Doni mengajak untuk segera berangkat.
- “Maaf, saya terlambat,” kata Wati menyesal. — Wati menyampaikan permintaan maaf.
- Paman berkata, “Simpan uang ini untuk keperluan sekolah.” — Paman memberi pesan penting.
- “Apakah kamu baik-baik saja?” tanya Lita cemas. — Lita menunjukkan kekhawatirannya.
- “Kita harus disiplin waktu,” tegas Kepala Sekolah. — Kepala sekolah menekankan kedisiplinan.
- Nia berucap, “Terima kasih atas bantuanmu.” — Nia menyampaikan rasa terima kasih.
- “Jangan menyerah!” seru pelatih kepada pemain. — Pelatih memberi semangat.
- “Berapa harga buku ini?” tanya pembeli. — Pembeli menanyakan harga barang.
- Ibu mengingatkan, “Bawa payung, hari ini mendung.” — Ibu memberi peringatan cuaca.
- “Saya akan berangkat besok pagi,” kata Farhan. — Farhan menginformasikan rencananya.
- “Kerja bagus, pertahankan!” puji manajer. — Manajer memberikan pujian.
- Adi bertanya, “Bolehkah aku ikut bersamamu?” — Adi meminta izin untuk ikut.
- “Cepat berlindung, akan hujan deras!” teriak warga. — Warga memperingatkan bahaya cuaca.
- “Selamat pagi, semuanya,” sapa Bu Guru saat masuk kelas. — Bu Guru menyapa murid-muridnya.
Dengan memahami pengertian, ciri, dan berbagai contoh di atas, diharapkan penggunaan kalimat langsung dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari menjadi lebih tepat dan mudah dipahami.



