Kamis, November 5, 2026
Berita dan Informasi
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Berita
No Result
View All Result
Berita dan Informasi
No Result
View All Result

Jenis Teknik Penerjemahan yang Wajib Dipahami Beserta Contohnya

Max Ki by Max Ki
29 Oktober 2026
in Artikel
0
Jenis Teknik Penerjemahan yang Wajib Dipahami Beserta Contohnya

Jenis Teknik Penerjemahan yang Wajib Dipahami Beserta Contohnya

Penerjemahan bukan sekadar mengganti kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Untuk menghasilkan terjemahan yang tepat, seorang penerjemah perlu memahami teknik penerjemahan, yaitu cara mengalihkan pesan dari bahasa sumber (BSu) ke bahasa sasaran (BSa) pada tataran kata, frasa, klausa, maupun kalimat.

Menurut Molina dan Albir (2002), teknik penerjemahan memiliki lima karakteristik utama, yaitu memengaruhi hasil terjemahan, diklasifikasikan berdasarkan perbandingan dengan teks bahasa sumber, berada pada tataran mikro, bersifat kontekstual, dan bersifat fungsional. Berikut 18 teknik penerjemahan yang umum digunakan beserta penjelasannya.

18 Jenis Teknik Penerjemahan

1. Adaptasi

Adaptasi adalah teknik penerjemahan yang mengganti unsur budaya dalam bahasa sumber dengan unsur budaya bahasa sasaran yang lebih dikenal oleh pembaca. Teknik ini digunakan agar pesan lebih mudah dipahami dalam konteks budaya pembaca.

2. Amplifikasi

Amplifikasi merupakan teknik yang menambahkan informasi untuk memperjelas makna yang tersirat dalam bahasa sumber. Penambahan tersebut dapat berupa penjelasan tambahan atau catatan kaki yang membantu pembaca memahami konteks teks.

3. Peminjaman

Peminjaman adalah teknik yang menggunakan kata atau ungkapan dari bahasa sumber dalam bahasa sasaran. Peminjaman murni mempertahankan bentuk asli, sedangkan peminjaman naturalisasi menyesuaikan ejaan atau pelafalan dengan kaidah bahasa sasaran.

4. Kalke

Kalke adalah teknik menerjemahkan kata atau frasa bahasa sumber dengan mengikuti unsur pembentuknya secara langsung. Hasil terjemahan biasanya mempertahankan struktur atau pola ungkapan aslinya, tetapi disesuaikan dengan kaidah bahasa sasaran.

5. Kompensasi

Kompensasi dilakukan dengan memindahkan efek makna, gaya, atau unsur bahasa ke bagian lain dalam teks karena unsur tersebut tidak dapat diterapkan secara langsung pada bagian yang sama dalam bahasa sasaran.

6. Deskripsi

Deskripsi adalah teknik yang mengganti suatu istilah dengan penjelasan mengenai bentuk, fungsi, atau karakteristiknya. Teknik ini berguna ketika istilah dalam bahasa sumber tidak memiliki padanan yang mudah dipahami dalam bahasa sasaran.

7. Kreasi Diskursif

Kreasi diskursif merupakan teknik yang menghasilkan padanan sementara dan tidak terduga berdasarkan konteks tertentu. Teknik ini dapat digunakan dalam penerjemahan judul buku, film, atau karya lain untuk menarik perhatian pembaca.

8. Padanan Lazim

Padanan lazim adalah teknik yang menggunakan istilah atau ungkapan yang sudah umum dikenal dalam bahasa sasaran. Padanan tersebut biasanya ditemukan dalam kamus atau digunakan secara luas oleh masyarakat.

9. Generalisasi

Generalisasi dilakukan dengan mengganti istilah yang spesifik dalam bahasa sumber menggunakan istilah yang lebih umum dalam bahasa sasaran. Teknik ini dapat digunakan ketika padanan yang lebih khusus tidak tersedia atau kurang dikenal oleh pembaca.

10. Amplifikasi Linguistik

Amplifikasi linguistik adalah teknik yang menambahkan unsur kebahasaan dalam bahasa sasaran agar pesan lebih jelas atau sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Teknik ini dapat diterapkan dalam penerjemahan lisan berurutan maupun sulih suara.

11. Kompresi Linguistik

Kompresi linguistik merupakan teknik yang memadatkan unsur kebahasaan dalam bahasa sasaran tanpa menghilangkan pesan utama. Teknik ini sering digunakan dalam penerjemahan simultan dan penerjemahan teks film yang memiliki keterbatasan waktu atau ruang.

12. Penerjemahan Harfiah

Penerjemahan harfiah dilakukan dengan menerjemahkan kata atau struktur bahasa sumber secara langsung ke bahasa sasaran. Teknik ini dapat digunakan apabila hasil terjemahan tetap sesuai dengan tata bahasa dan makna dalam konteks bahasa sasaran.

13. Modulasi

Modulasi adalah teknik yang mengubah sudut pandang atau cara penyampaian pesan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran tanpa mengubah makna utamanya. Perubahan dapat terjadi pada pilihan kata maupun struktur kalimat agar hasil terjemahan terdengar lebih alami.

14. Partikularisasi

Partikularisasi merupakan teknik yang menggunakan istilah lebih spesifik atau konkret dalam bahasa sasaran untuk menerjemahkan istilah yang lebih umum dalam bahasa sumber. Teknik ini merupakan kebalikan dari generalisasi.

15. Reduksi

Reduksi adalah teknik yang menghilangkan sebagian informasi dari bahasa sumber karena informasi tersebut dianggap tidak perlu dinyatakan secara eksplisit dalam bahasa sasaran. Penghilangan dilakukan dengan tetap mempertahankan pesan utama yang ingin disampaikan.

16. Substitusi

Substitusi adalah teknik yang mengganti unsur linguistik dengan unsur paralinguistik atau sebaliknya. Unsur paralinguistik dapat berupa intonasi, gerakan tubuh, atau isyarat yang membantu menyampaikan pesan dalam konteks komunikasi tertentu.

17. Transposisi

Transposisi merupakan teknik yang mengubah kategori gramatikal suatu unsur bahasa tanpa mengubah makna utamanya. Misalnya, kata dalam bahasa sumber diterjemahkan menjadi frasa dalam bahasa sasaran agar susunan kalimat lebih alami.

18. Variasi

Variasi adalah teknik yang mengubah unsur bahasa atau paralinguistik untuk menyesuaikan variasi bahasa, seperti dialek, tingkat tutur, gaya penulisan, atau nada bicara. Teknik ini membantu penerjemah mempertahankan kesesuaian pesan dengan situasi dan pembaca sasaran.

Penutup

Memahami 18 teknik penerjemahan membantu penerjemah menghasilkan teks yang akurat, alami, dan sesuai konteks. Setiap teknik memiliki fungsi yang berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan jenis teks, tujuan penerjemahan, karakteristik bahasa sumber, serta kebutuhan pembaca bahasa sasaran.

Dengan menerapkan teknik yang tepat, penerjemah tidak hanya mengalihkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi juga menjaga pesan, makna, dan tujuan komunikasi agar tetap tersampaikan dengan baik.

Tags: 18 teknik penerjemahanadaptasi dalam penerjemahancontoh teknik penerjemahanjenis teknik penerjemahanpenerjemahan harfiahpengertian teknik penerjemahanteknik modulasiteknik penerjemahanteknik penerjemahan Molina dan Albirteknik transposisi
Previous Post

Apa Itu Rumusan Masalah? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya

Next Post

Jenis-Jenis Majas dan Contohnya yang Wajib Diketahui

Next Post
Jenis-Jenis Majas dan Contohnya yang Wajib Diketahui

Jenis-Jenis Majas dan Contohnya yang Wajib Diketahui

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

  • Artikel
  • Berita

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Recent News

100 Kampus Terbaik di Indonesia Berdasarkan Pemeringkatan EduRank 2026

100 Kampus Terbaik di Indonesia Berdasarkan Pemeringkatan EduRank 2026

5 November 2026
Akulturasi Budaya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Akulturasi Budaya: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

5 November 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.