Strategi Kebun Benih Mentawir Menuju Green Metropolitan
Selain menyediakan rumah bagi tumbuhan dan hewan asli, menjamin ketersediaan air, dan menghentikan erosi tanah, hutan Indonesia sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.
Namun, terdapat risiko kerugian dan hilangnya manfaat ekosistem sebagai akibat dari deforestasi yang disebabkan oleh beberapa lingkungan yang rusak yang digunakan untuk beberapa pertambangan dan proyek yang dilaksanakan di IKN akhir – akhir ini.
Penanaman kembali pohon sangat penting untuk memperbaiki ekosistem yang rusak, meningkatkan kualitas tanah, dan memperluas jumlah air yang tersedia. Penanaman kembali mengurangi dampak perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca. Indonesia berupaya melestarikan keanekaragaman hayati, peran hutan dalam ekosistem yang sehat, serta manfaat ekonomi dan sosial yang diberikan hutan kepada masyarakat di sekitarnya dengan mendorong kelestarian hutan dan mengganti pepohonan.
Untuk itu, Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan Kebun Bibit Mentawir di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Indonesia yang sedang bersiap memproduksi 15 juta bibit untuk penghijauan Ibu Kota Negara Republik Indonesia (IKN).
Pembibitan tersebut hampir selesai 100% dan akan menghasilkan bibit pohon untuk kebutuhan estetika kota, seperti Tabebuya dengan berbagai jenis dan warna khusus, hingga pucuk merah. Tanaman lainnya seperti kayu ulin, meranti, dan kapur barus akan ditanam di kawasan IKN dan diatur oleh kementerian terkait
Dengan menyiapkan 15–25 juta bibit pohon untuk penghijauan, Ibu Kota Negara (IKN) berharap menjadi kota metropolitan yang hijau. Pemerintah bermaksud mengubah hutan tropis menjadi 65% dari total luas lahan IKN, yang berfungsi sebagai tempat pembibitan bagi 15–20 juta pohon setiap tahunnya. Pembangunan akan menempati 25% sisanya untuk memenuhi kebutuhan metropolitan nusantara. Kawasan perkotaan akan direncanakan sebagai “10 Minutes City,” dengan angkutan umum ramah lingkungan dimasukkan ke dalam setiap bagian kota metropolitan.
Pemerintah juga bersiap memulihkan kondisi hutan dan memperbaiki lingkungan yang rusak akibat pembangunan. Jokowi menegaskan, hutan bekas tambang harus direhabilitasi oleh perusahaan dan pemerintah, serta sudah ada aturan yang mengatur keberadaan pembibitan milik perusahaan eksplorasi pertambangan.
Jika Nursery Mentawir sudah berproduksi maka akan segera dilakukan replanting dan jutaan bibit siap ditanam di kawasan IKN, sehingga Ibu Kota Nusantara dapat menjadi Ibu Kota metropolitan hijau. Menteri Kehutanan, Dirjen, dan pihak berwenang akan mengatur penanaman benihnya nanti.

