Mengenal Bahasa Gen Alpha: Arti dari Sigma, Rizz, Skibidi, dan Lainnya
Bahasa gaul yang berkembang di kalangan Gen Alpha semakin beragam, dengan munculnya istilah-istilah baru yang sering kali membingungkan bagi generasi yang lebih tua. Istilah seperti “Sigma,” “Rizz,” dan “Skibidi” memiliki makna khusus yang mencerminkan pola pikir, tren, dan budaya generasi ini. Melalui artikel ini, kita akan membahas beberapa istilah populer dalam bahasa Gen Alpha beserta penjelasannya.
Pemahaman terhadap istilah-istilah ini penting untuk menjembatani komunikasi antara generasi. Dengan mengenali dan memahami makna dari kata-kata yang sering muncul di media sosial dan dalam percakapan sehari-hari, diharapkan kita dapat lebih mengerti cara berpikir dan berinteraksi Gen Alpha dalam konteks modern saat ini.
-
Sigma
Sigma mengacu pada individu yang memiliki karakter dominan dan mandiri, sering kali dipandang sebagai sosok pemimpin yang bisa bergerak tanpa terpengaruh oleh tren umum. Di kalangan Gen Alpha, istilah ini mengacu pada seseorang yang dihormati dan populer. Contoh: “Dia benar-benar tipe sigma, selalu memimpin kelompok.”
-
Skibidi
Skibidi berasal dari serial YouTube terkenal, Skibidi Toilet, dengan konotasi negatif, sering dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang buruk atau jahat. Contoh: “Aku lihat dua skibidi, mereka mencoba mengambil makananku.”
-
Mewing
Mewing adalah teknik meletakkan lidah di bagian atas mulut yang diyakini bisa membentuk garis rahang lebih tegas. Mewing menjadi tren di media sosial sebagai metode penambah penampilan tanpa operasi. Contoh: “Dia sedang mewing, jadi tidak bisa bicara sekarang.”
-
Rizz
Rizz adalah kependekan dari “karisma” dan menggambarkan daya tarik seseorang, khususnya dalam konteks menarik perhatian romantis. Istilah ini sering digunakan untuk memuji daya tarik seseorang. Contoh: “Sudah ada pasangan untuk pesta? Kamu punya pesona yang hebat!”
-
Gyatt
Kata ini adalah pujian untuk seseorang dengan penampilan menarik, terutama perempuan, digunakan untuk mengungkapkan kekaguman atau keterkejutan. Contoh: “Wow, gyatt!”
-
Ohio
Istilah “Ohio” menggambarkan sesuatu yang terlihat atau terdengar aneh. Biasanya, hal-hal yang tidak biasa atau menyeramkan dihubungkan dengan kata ini. Contoh: “Anjing itu tampak aneh, apakah kamu mendapatkannya dari Ohio?”
-
Fanum Tax
Istilah ini populer di kalangan streamer, khususnya Kai Cenat, dan berarti mengambil makanan orang lain tanpa izin, seperti “pajak makanan”. Contoh: “Ada sepiring kue enak di sini, waktunya bayar pajak fanum.”
-
Mog dan Looksmaxxing
Mog berarti membandingkan daya tarik satu orang dengan yang lain, sementara Looksmaxxing adalah usaha memperbaiki penampilan fisik melalui metode seperti diet, perawatan kulit, atau operasi plastik. Contoh: “Dia suka looksmaxxing, selalu ingin tampil lebih baik dari orang lain.”
-
Bet
Bet adalah ungkapan yang menunjukkan persetujuan atau kesiapan melakukan sesuatu. Contoh: “Oke, ayo pergi!” adalah padanan dari “Bet, let’s go!”
-
GOAT
Kependekan dari Greatest of All Time, istilah ini digunakan untuk menyebut seseorang atau sesuatu yang terbaik dalam suatu bidang. Contoh: “Dia adalah GOAT dalam basket.”
-
Sus
Sus singkatan dari “suspicious” dan digunakan untuk menyebut sesuatu yang mencurigakan, populer karena permainan Among Us. Contoh: “Orang itu bertingkah mencurigakan.”
-
Bussin’
Bussin’ menggambarkan sesuatu yang luar biasa lezat atau menarik, sering merujuk pada makanan yang sangat enak. Contoh: “Pizza ini sangat enak.”
-
Cap
Cap berarti kebohongan, sedangkan no cap berarti jujur atau asli. Contoh: “Itu bohong, tidak mungkin kamu melakukan itu.”
-
Lore
Lore merujuk pada cerita atau latar belakang dari suatu topik, umumnya dalam dunia game atau acara TV untuk menggambarkan dunia fiksi di dalamnya. Contoh: “Cerita latar game ini sangat menarik.”
-
Ratio’d
Ratio’d digunakan di media sosial untuk menunjukkan bahwa sebuah postingan mendapat lebih banyak balasan daripada suka atau bagikan, sering menunjukkan bahwa pendapat itu kurang disukai. Contoh: “Dia kena kritik karena tweet itu.”
-
Brainrot
Brainrot adalah istilah untuk efek negatif dari konsumsi konten internet yang kurang bermakna atau tidak berguna, sering disebut di TikTok untuk tren yang tidak substansial. Contoh: “Generasiku penuh brainrot.”
-
Mad Lit
Mad Lit menggambarkan sesuatu yang sangat keren atau menarik, umumnya dalam konteks musik atau gaya hidup. Contoh: “Itu keren banget, ayo ngumpul akhir pekan depan.”
-
Gucci
“Gucci” berarti sesuatu yang baik, hebat, atau nyaman. Contoh: “Bro, semuanya aman.”
-
ICK
ICK adalah ungkapan untuk perasaan jijik atau hilangnya ketertarikan romantis karena perilaku tertentu. Contoh: “Aduh, dia korek hidung? Itu bikin jijik!”
-
Vibe Check
Vibe Check adalah saat di mana seseorang memeriksa suasana hati atau energi orang lain secara spontan. Contoh: “Hei Jack! Apa kabar?”
-
Bop
Bop mengacu pada lagu yang sangat enak didengar. Jika tidak, disebut “not a bop”. Contoh: “Lagu ini bukan bop, aku kurang suka.”
-
Sheesh
Sheesh adalah ekspresi kekaguman atau keterkejutan, menggantikan kata-kata seperti “wow” atau “oh my god.” Contoh: “Mobil barumu keren banget. Wah!”
-
Delulu
Delulu adalah singkatan dari “delusional” yang mengacu pada penggemar yang punya anggapan tidak realistis tentang kesempatan mereka dengan selebriti. Contoh: “Dia delulu banget soal aktor itu.”
-
Drip
Drip adalah istilah untuk gaya atau fashion yang keren, sering mengacu pada pakaian atau aksesori. Contoh: “Wah, gaya kamu keren banget!”
-
Low Vibrational
Low Vibrational merujuk pada energi negatif atau suasana yang tidak menyenangkan, sering digunakan untuk perilaku atau kebiasaan buruk. Contoh: “Dia membawa energi negatif banget.”
Bahasa Gen Alpha mencerminkan kreativitas dan cara baru dalam berkomunikasi. Dengan memahami istilah-istilah ini, kita dapat lebih memahami budaya dan gaya hidup Gen Alpha yang terus berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi.

