{"id":10401,"date":"2024-04-24T09:34:48","date_gmt":"2024-04-24T02:34:48","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=10401"},"modified":"2024-08-23T23:17:23","modified_gmt":"2024-08-23T16:17:23","slug":"kenali-gejala-dan-cara-mengatasi-step-kejang-demam-pada-anak-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/kenali-gejala-dan-cara-mengatasi-step-kejang-demam-pada-anak-2\/","title":{"rendered":"Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Step (Kejang Demam) pada Anak"},"content":{"rendered":"<h2>Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Step (Kejang Demam) pada Anak<\/h2>\n<p>Step atau kejang demam merupakan kondisi medis umum yang sering terjadi pada anak-anak ketika mereka mengalami demam tinggi. Momen seperti ini biasanya akan membuat para orang tua akan merasa khawatir, padahal kejang demam yang terjadi pada anak-anak sangat umum terjadi dan bukanlah suatu gejala penyakit yang serius. Meskipun demikian, kejang demam pada anak perlu diwaspadai oleh para orang tua, terutama jika anak mengalami kejang demam lebih dari 5 menit yang disertai dengan muntah hingga sesak nafas.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15093 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<p>Pada umumnya anak-anak yang mengalami kejang demam memiliki suhu tubuh yang lebih dari 38\u2103. Kondisi seperti ini biasanya umum terjadi pada anak-anak yang berusia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam berbeda dengan epilepsi. Kejang demam biasanya ditandai dengan kejang saat demam sedangkan epilepsi biasanya ditandai dengan kejang tanpa disertai dengan demam.<\/p>\n<h3>Gejala Kejang Demam pada Anak<\/h3>\n<ol>\n<li>Saat anak mengalami kejang demam biasanya gejala umum yang sering terjadi diantaranya yaitu:<\/li>\n<li>Suhu tubuh pada anak mengalami kenaikan secara drastis dari 38-40 \u2103<\/li>\n<li>Anak-anak yang mengalami kejang demam biasanya tangan dan kaki mereka gemetar dan mengalami kejang<\/li>\n<li>Anak-anak yang mengalami kejang demam akan mengalami kehilangan kesadaran<\/li>\n<li>Anak-anak yang mengalami kejang demam juga akan disertai dengan mata yang berputar dan mendelik<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Cara Mengatasi Kejang Demam pada Anak<\/h3>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<ol>\n<li>Untuk mengatasi kejang demam pada anak. Orang tua bisa mengatasi hal-hal tersebut dengan memberikan pertolongan pertama yaitu:<\/li>\n<li>Pertama-tama, tetaplah tenang. Meskipun menakutkan, tetap tenang akan membantu orang tua untuk mengambil langkah-langkah yang tepat.<\/li>\n<li>Jika mungkin, letakkan anak di tempat yang aman, seperti di lantai, untuk mencegahnya terluka selama kejang.<\/li>\n<li>Letakkan anak dalam posisi yang stabil, dengan kepala sedikit dimiringkan ke samping untuk mencegah tersedak.<\/li>\n<li>Lepaskan pakaian anak yang ketat atau mengganggu pernapasan selama kejang.<\/li>\n<li>Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak saat kejang, karena ini bisa menyebabkan cedera atau tersedak.<\/li>\n<li>Catat berapa lama kejang berlangsung, jika anak mengalami kejang lebih dari 5 menit, maka bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Kapan Harus Menghubungi Dokter?<\/h3>\n<p>Meskipun kebanyakan kejang demam tidak berbahaya, ada beberapa situasi di mana orang tua harus segera menghubungi dokter:<\/p>\n<ol>\n<li>Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.<\/li>\n<li>Jika kejang terjadi berulang dalam waktu 24 jam.<\/li>\n<li>Jika anak tampak sakit atau tidak nyaman setelah kejang berakhir.<\/li>\n<li>Jika anak mengalami kejang demam untuk pertama kalinya.<br \/>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Step (Kejang Demam) pada Anak Step atau kejang demam merupakan kondisi medis umum yang sering terjadi pada anak-anak ketika mereka mengalami demam tinggi. Momen seperti ini biasanya akan membuat para orang tua akan merasa khawatir, padahal kejang demam yang terjadi pada anak-anak sangat umum terjadi dan bukanlah suatu gejala penyakit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10402,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7779,7663,7777,7782,7780,7778,2315,7664,7781],"class_list":["post-10401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-cara-mengatasi-kejang","tag-cara-mengatasi-kejang-demam-pada-anak","tag-cara-mengatasi-step","tag-cara-mengatasi-step-pada-anak","tag-cara-mengobati-kejang-pada-anak","tag-cara-mengobati-step","tag-gejala-hiv","tag-gejala-kejang-demam-pada-anak","tag-step-pada-anak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10401"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10401\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22186,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10401\/revisions\/22186"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}