{"id":11261,"date":"2024-05-15T12:01:35","date_gmt":"2024-05-15T05:01:35","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=11261"},"modified":"2025-07-01T19:35:44","modified_gmt":"2025-07-01T12:35:44","slug":"cara-mengatasi-darah-beku-di-kuku-akibat-terjepit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/cara-mengatasi-darah-beku-di-kuku-akibat-terjepit\/","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Darah Beku di Kuku Akibat Terjepit"},"content":{"rendered":"<h2>Cara Mengatasi Darah Beku di Kuku Akibat Terjepit<\/h2>\n<p>Seringkali ketika kuku terjepit pintu ataupun tertimpa benda-benda yang berat akan membuat kuku berwarna biru kehitaman akibat darah yang terperangkap dibawahnya. Biasanya munculnya darah beku yang ada di kuku disebut juga dengan subungual hematoma.<\/p>\n<p>Subungual hematoma merupakan suatu kondisi dimana darah dan cairan terkumpul di bawah kuku. Penyebabnya adalah cedera atau trauma langsung pada jari yang mengakibatkan pendarahan pada dasar kuku. Munculnya darah beku disebabkan karena pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kuku saat cedera, sehingga mengalirkan darah ke area di bawah kuku. Darah yang terperangkap teroksidasi lalu berubah menjadi warna menjadi gelap dan terlihat hitam pada kuku.<\/p>\n<h3>Cara Mengatasi Darah Beku di Kuku Akibat Terjepit<\/h3>\n<p>Subungual hematoma bisa sembuh dan diobati. Jika darah beku yang terperangkap dibawah kuku tidak luas dan tidak terlalu nyeri, maka subungual hematoma bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan medis. Namun, jika subungual hematoma terlihat parah dan terasa sangat nyeri, beberapa cara berikut dapat membantu untuk mengatasi subungual hematoma.<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4>Nail Trephination<\/h4>\n<p>Nail trephination adalah cara mengobati darah beku di kuku dengan membuat lubang di kuku untuk mengalirkan darah beku yang menggenang di bawahnya. Tujuan dari prosedur nail trephination adalah untuk mengurangi tekanan dan nyeri yang ada di kuku dan memastikan bahwa darah beku secara bertahap akan hilang. Nail trephination sama sekali tidak menyebabkan rasa sakit. Kuku tidak akan terasa sakit saat dilubangi karena tidak memiliki saraf. Namun, cara menghilangkan darah beku di kuku ini hanya boleh dilakukan oleh dokter kulit yang berpengalaman.<\/li>\n<li>\n<h4>Kompres Air Dingin<\/h4>\n<p>Rasa sakit dan pembengkakan yang disebabkan oleh cedera akibat terjepit maupun tertimpa benda berat dapat dikurangi dengan kompres dingin. Bungkus es dengan handuk atau kain bersih, lalu tempelkan pada kuku yang cedera. Jangan langsung menempelkan es pada kuku tanpa kain karena hal ini hanya akan menyebabkan lebih banyak cedera. Setelah itu, istirahatkan bagian tubuh yang sakit, letakkan kuku jari lebih tinggi, dan obati luka memar pada kuku dengan kompres dingin.<\/li>\n<li>\n<h4>Nail Bed Repair<\/h4>\n<p>Nail bed repair adalah metode berikutnya untuk mengobati darah beku akibat terjepit. Proses ini dilakukan jika kuku mengalami cedera yang lebih luas atau lebih parah, seperti kuku terlepas sebagian atau robekan ringan pada bantalan kuku. Karena hanya membutuhkan beberapa jahitan pada kuku yang cedera, perbaikan nail bed tidak terlalu invasive. Untuk menghindari rasa sakit selama prosedur, jari akan dibius terlebih dahulu.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mengatasi Darah Beku di Kuku Akibat Terjepit Seringkali ketika kuku terjepit pintu ataupun tertimpa benda-benda yang berat akan membuat kuku berwarna biru kehitaman akibat darah yang terperangkap dibawahnya. Biasanya munculnya darah beku yang ada di kuku disebut juga dengan subungual hematoma. Subungual hematoma merupakan suatu kondisi dimana darah dan cairan terkumpul di bawah kuku. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11262,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9367,9368,9369],"class_list":["post-11261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-cara-mengatasi-darah-beku","tag-cara-mengatasi-darah-beku-karena-kejepit","tag-cara-mengobati-kuku-kejepit"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11261"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34861,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11261\/revisions\/34861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}