{"id":11368,"date":"2024-05-18T10:22:40","date_gmt":"2024-05-18T03:22:40","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=11368"},"modified":"2025-07-01T20:14:41","modified_gmt":"2025-07-01T13:14:41","slug":"batas-pemadanan-nik-dan-npwp-segera-validasi-nik-dan-npwp-anda-sebelum-1-juli-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/batas-pemadanan-nik-dan-npwp-segera-validasi-nik-dan-npwp-anda-sebelum-1-juli-2024\/","title":{"rendered":"Batas Pemadanan NIK dan NPWP: Segera Validasi NIK dan NPWP Anda Sebelum 1 Juli 2024"},"content":{"rendered":"<h2>Batas Pemadanan NIK dan NPWP: Segera Validasi NIK dan NPWP Anda Sebelum 1 Juli 2024<\/h2>\n<p>Pemerintah telah menetapkan batas waktu untuk pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) hingga 1 Juli 2024. Hal ini berlaku untuk seluruh Wajib Pajak (WP), baik orang pribadi penduduk, orang pribadi bukan penduduk, badan, maupun instansi pemerintah. Pemadanan ini penting untuk memastikan data pajak yang akurat dan terintegrasi.<\/p>\n<h3>Aturan Pemadanan NIK dengan NPWP<\/h3>\n<p>Proses pemadanan NIK dengan NPWP ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 136 Tahun 2023, yang merupakan perubahan atas PMK Nomor 112\/PMK.03\/2022 tentang NPWP Orang Pribadi, Wajib Pajak Badan, dan Wajib Pajak Instansi Pemerintah. Awalnya, batas pemadanan ditetapkan pada 1 Januari 2024, namun diperpanjang hingga 1 Juli 2024 untuk memberikan waktu bagi seluruh stakeholder dalam menyesuaikan sistem dan melakukan uji coba.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<h3>Masa Transisi dan Penggunaan NPWP Baru<\/h3>\n<p>Menurut Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Dwi Astuti, NPWP dengan format 15 digit (NPWP lama) masih dapat digunakan hingga 30 Juni 2024. Setelah itu, NPWP format 16 digit, yang mencakup NIK sebagai NPWP bagi orang pribadi penduduk, akan digunakan secara penuh dalam semua sistem aplikasi.<\/p>\n<h3>Cara Validasi NIK sebagai NPWP<\/h3>\n<p>Berikut adalah tiga cara yang dapat dilakukan untuk memadankan NIK Anda menjadi NPWP:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Cara Pertama<\/h4>\n<ol>\n<li>\n<h5>Kunjungi laman <a href=\"http:\/\/www.pajak.go.id\">www.pajak.go.id<\/a>.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Klik login atau akses langsung ke djponline.pajak.go.id.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Masukkan 16 digit NIK.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Gunakan kata sandi akun pajak yang dimiliki.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Masukkan kode keamanan yang sesuai.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Jika berhasil masuk, informasi NIK\/NPWP 16 digit akan tersedia di profil NPWP terbaru.<\/h5>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Cara Kedua<\/h4>\n<ol>\n<li>\n<h5>Kunjungi situs <a href=\"http:\/\/www.pajak.go.id\">www.pajak.go.id<\/a> dan pilih menu login, kemudian masukkan NPWP serta password yang dimiliki, dan kode keamanan yang diminta.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Setelah login, pilih menu Profil dan ubah data, termasuk NIK serta data lain sesuai kondisi terkini. Klik &#8220;Ubah Profil&#8221; setiap selesai mengisi data.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Validasi NIK sesuai KTP elektronik dengan klik &#8220;Cek&#8221;.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Jika NIK valid dan sesuai dengan nama yang tercantum, status validitas akan berubah menjadi valid.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Klik &#8220;Ubah Profil&#8221; dan ikuti instruksi selanjutnya.<\/h5>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>\n<h4>Cara Ketiga<\/h4>\n<ol>\n<li>\n<h5>Masuk ke laman <a href=\"http:\/\/www.pajak.go.id\">www.pajak.go.id<\/a>.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Klik login atau akses langsung ke djponline.pajak.go.id.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Masukkan 15 digit NPWP.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Gunakan kata sandi akun pajak yang dimiliki.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Masukkan kode keamanan yang sesuai.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Klik ikon baris tiga.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Masuk ke menu profil dan pilih data profil.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Cek validitas data dengan klik tombol validasi.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Klik &#8220;Ubah Profil&#8221;.<\/h5>\n<\/li>\n<li>\n<h5>Jika berhasil, silakan keluar dan ulangi proses login menggunakan NIK.<\/h5>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Pentingnya Validasi NIK dan NPWP<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/h3>\n<p>Validasi NIK dan NPWP ini penting untuk memastikan bahwa data kependudukan dan pajak Anda terintegrasi dengan baik, memudahkan administrasi perpajakan, dan mendukung implementasi sistem perpajakan yang lebih modern dan efisien. Jangan lewatkan batas waktu ini untuk menghindari kesulitan di kemudian hari.<\/p>\n<h3>Informasi Tambahan dan Bantuan<\/h3>\n<p>Untuk informasi lebih lanjut atau bantuan terkait proses validasi, Anda dapat mengunjungi portal resmi helpdesk pajak. Pastikan Anda selalu mengikuti perkembangan informasi melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak dan tetap waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.<\/p>\n<p>Segera validasi NIK dan NPWP Anda sebelum 1 Juli 2024 untuk memastikan data Anda up-to-date dan terintegrasi dalam sistem perpajakan yang baru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Batas Pemadanan NIK dan NPWP: Segera Validasi NIK dan NPWP Anda Sebelum 1 Juli 2024 Pemerintah telah menetapkan batas waktu untuk pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) hingga 1 Juli 2024. Hal ini berlaku untuk seluruh Wajib Pajak (WP), baik orang pribadi penduduk, orang pribadi bukan penduduk, badan, maupun instansi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11369,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9551,9552,9547,9548,9549,9550,9545,9546],"class_list":["post-11368","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-aturan-pemadanan-nik","tag-aturan-pemadanan-npwp","tag-cara-validasi-nik","tag-cara-validasi-npwp","tag-masa-transisi-npwp-baru","tag-penggunaan-npwp-baru","tag-pentingnya-validasi-nik","tag-pentingnya-validasi-npwp"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11368","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11368"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11368\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34955,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11368\/revisions\/34955"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11368"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11368"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11368"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}