{"id":11469,"date":"2024-05-20T11:32:12","date_gmt":"2024-05-20T04:32:12","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=11469"},"modified":"2024-08-23T19:35:07","modified_gmt":"2024-08-23T12:35:07","slug":"sejarah-hari-kebangkitan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/sejarah-hari-kebangkitan-nasional\/","title":{"rendered":"Sejarah Hari Kebangkitan Nasional"},"content":{"rendered":"<h2>Sejarah Hari Kebangkitan Nasional<\/h2>\n<p>Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei, yang pada tahun 2021 jatuh pada hari Kamis. Peringatan ini ditetapkan untuk mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, sebuah organisasi yang memainkan peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.<\/p>\n<h3>Sejarah Hari Kebangkitan Nasional<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Berdirinya Boedi Oetomo<\/h4>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15093 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<p>Boedi Oetomo didirikan oleh para cendekiawan Jawa yang sebagian besar merupakan siswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), sebuah sekolah kedokteran untuk pribumi yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Organisasi ini bergerak di bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan, dan tidak bersifat politik. Nama Boedi Oetomo sendiri diusulkan oleh Soeradji, seorang rekan sekelas Soetomo, ketika mereka bertemu dengan Wahidin Sudirohusodo yang memiliki ide mendirikan organisasi ini.<\/p>\n<p>Boedi Oetomo dianggap sebagai salah satu dampak positif dari politik etis yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Tidak seperti organisasi pribumi lainnya yang memilih jalur radikal, Boedi Oetomo yang bersifat moderat-progresif tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pengakuan dari pemerintah kolonial. Dalam waktu kurang dari satu tahun setelah berdirinya, Boedi Oetomo sudah mendapatkan pengakuan resmi dari Gubernur Jenderal Joannes Benedictus van Heutsz.<\/li>\n<li>\n<h4>Penetapan Hari Kebangkitan Nasional<\/h4>\n<p>Presiden Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional pada tahun 1948, tepatnya di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Keputusan ini kemudian diperkuat dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Tujuan penetapan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri dan kebanggaan nasional, serta mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan nasional.<\/li>\n<li>\n<h4>Makna Hari Kebangkitan Nasional<\/h4>\n<p>Hari Kebangkitan Nasional memiliki makna yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Peringatan ini tidak hanya untuk mengenang berdirinya Boedi Oetomo, tetapi juga untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya semangat kebangsaan dan persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Perjuangan Nasional<\/h4>\n<p>Berdirinya Boedi Oetomo menandai perubahan strategi perjuangan bangsa Indonesia dari yang sebelumnya bersifat kedaerahan menjadi perjuangan yang bersifat nasional. Organisasi ini memelopori perjuangan dengan memanfaatkan kekuatan pemikiran dan mendorong munculnya organisasi-organisasi pergerakan lainnya yang bertujuan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.<\/li>\n<li>\n<h4>Tema Harkitnas 2021<\/h4>\n<p>Tema Hari Kebangkitan Nasional 2021 adalah &#8220;Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!&#8221;. Tema ini mengingatkan bahwa semangat Kebangkitan Nasional dapat mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam menghadapi masa depan. Menteri Kominfo, Johnny G Plate, dalam sambutannya pada peringatan ke-113 Hari Kebangkitan Nasional, menyatakan bahwa peringatan ini menjadi titik awal dalam membangun kesadaran untuk bergerak mengatasi permasalahan bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19.<\/li>\n<li>\n<h4>Gotong Royong dan Persatuan<\/h4>\n<p>Tujuan peringatan Hari Kebangkitan Nasional adalah untuk terus memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan semangat gotong royong sebagai landasan dalam melaksanakan pembangunan. Semangat ini penting untuk mempercepat pemulihan bangsa dari pandemi dan untuk memajukan ekonomi dan peradaban bangsa Indonesia. Peringatan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya bergerak sebagai satu bangsa, tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan apapun.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hari Kebangkitan Nasional adalah momen penting dalam sejarah Indonesia yang menandai dimulainya perjuangan nasional untuk kemerdekaan. Berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 adalah tonggak penting yang dikenang setiap tahun untuk menumbuhkan rasa kebanggaan dan persatuan nasional. Dengan semangat &#8220;Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!&#8221;, peringatan Hari Kebangkitan Nasional mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus bersatu, gotong royong, dan optimis dalam menghadapi masa depan, serta mewujudkan mimpi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Hari Kebangkitan Nasional Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei, yang pada tahun 2021 jatuh pada hari Kamis. Peringatan ini ditetapkan untuk mengenang berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, sebuah organisasi yang memainkan peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sejarah Hari Kebangkitan Nasional Berdirinya Boedi Oetomo Boedi Oetomo didirikan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11470,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9738,9737,9739,9741,9740,9742],"class_list":["post-11469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-apa-itu-hari-kebangkitan-nasional","tag-hari-kebangkitan-nasional","tag-hari-kebangkitan-nasional-adalah","tag-kapan-hari-kebangkitan-nasional","tag-makna-hari-kebangkitan-nasional","tag-tanggal-berapa-hari-kebangkitan-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11469"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11469\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21367,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11469\/revisions\/21367"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11470"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}