{"id":14465,"date":"2024-07-26T11:09:06","date_gmt":"2024-07-26T04:09:06","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=14465"},"modified":"2025-06-29T21:16:28","modified_gmt":"2025-06-29T14:16:28","slug":"perbedaan-antara-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/perbedaan-antara-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan\/","title":{"rendered":"Perbedaan antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan"},"content":{"rendered":"<h1>Perbedaan antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan<\/h1>\n<p><a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/sel-pengertian-struktur-jenis-prokariotik-dan-eukariotik\/\">Sel<\/a> adalah unit terkecil dari makhluk hidup yang memiliki struktur dan fungsi tertentu. Sel dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu sel tumbuhan dan sel hewan. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki beberapa persamaan dan perbedaan yang berkaitan dengan adaptasi dan kebutuhan masing-masing organisme. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan rinci tentang perbedaan dan fungsi dari sel tumbuhan dan sel hewan.<\/p>\n<h2>Persamaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan<\/h2>\n<p>Sel tumbuhan dan<a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/sel-tumbuhan-pengertian-struktur-dan-fungsi\/\"> sel hewan<\/a> termasuk dalam kelompok sel eukariotik, yaitu sel yang memiliki membran inti yang memisahkan materi genetik dari sitoplasma. Sel eukariotik juga memiliki organel-organel sel, yaitu struktur-struktur khusus yang berada di dalam sitoplasma dan memiliki fungsi-fungsi tertentu. Beberapa organel sel yang dimiliki oleh sel tumbuhan dan sel hewan adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4>Nukleus: Organel sel yang berisi DNA dan mengatur aktivitas sel.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Ribosom: Organel sel yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Retikulum Endoplasma: Organel sel yang berbentuk jaringan pipa-pipa halus yang berfungsi sebagai tempat transportasi dan modifikasi molekul-molekul sel.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Aparatus Golgi: Organel sel yang berbentuk tumpukan kantong-kantong pipih yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman molekul-molekul sel.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Mitokondria: Organel sel yang berfungsi sebagai tempat respirasi seluler, yaitu proses penghasilan energi dari molekul-molekul organik.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Lisosom: Organel sel yang berisi enzim-enzim pencerna yang berfungsi sebagai tempat degradasi molekul-molekul sel yang rusak atau tidak dibutuhkan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sitoplasma: Cairan kental yang mengisi ruang antara membran plasma dan nukleus yang berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi-reaksi kimia sel.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Membran Plasma: Lapisan tipis yang mengelilingi sel dan berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat-zat ke dalam dan dari sel.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan<\/h2>\n<p>Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki beberapa perbedaan yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan dan cara hidup masing-masing organisme. <a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/sel-tumbuhan-pengertian-struktur-dan-fungsi\/\">Sel tumbuhan<\/a> hidup di darat dan dapat melakukan fotosintesis, yaitu proses pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Sel hewan hidup di berbagai habitat dan tidak dapat melakukan fotosintesis, tetapi mengandalkan makanan sebagai sumber energi. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3>Dinding Sel:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa yang berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk sel.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Tidak memiliki dinding sel, tetapi hanya memiliki membran plasma yang lebih fleksibel dan dapat berubah bentuk sesuai dengan gerakan sel.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Bentuk Sel:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Cenderung memiliki bentuk sel yang jarang berubah karena adanya dinding sel yang kuat.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Bisa berubah-ubah karena tidak memiliki dinding sel yang kaku, bentuknya dipengaruhi oleh sitoskeleton atau jaringan protein yang memberikan dukungan dan fleksibilitas.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Letak Nukleus:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Nukleus berada di tepi sel, di peripheral sitoplasma.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Nukleus berada di tengah sel.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Sentriol:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Memiliki sentriol yang berperan dalam pembelahan sel.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Tidak memiliki sentriol.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Lisosom:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Memiliki lisosom yang berperan dalam pencernaan intraseluler.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Jarang ditemukan.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Plastida:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Memiliki plastida, salah satunya adalah kloroplas yang berperan penting dalam proses fotosintesis.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Tidak memiliki plastida.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Vakuola:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Memiliki vakuola berukuran besar dan permanen yang berperan dalam menyimpan air, nutrisi, serta memberikan dukungan struktural pada tumbuhan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Memiliki vakuola yang lebih kecil dan berjumlah banyak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan zat-zat sisa metabolisme.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Glioksisom:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Sel Tumbuhan: Memiliki glioksisom yang berperan dalam proses metabolisme asam lemak pada proses perkecambahan biji tumbuhan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Sel Hewan: Tidak memiliki glioksisom.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Fungsi Sel Tumbuhan dan Sel Hewan<\/h2>\n<p>Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki fungsi-fungsi yang berbeda sesuai dengan peran dan posisi mereka dalam organisme:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3>Sel Tumbuhan<\/h3>\n<p>Produsen Energi dan Oksigen: Melalui proses fotosintesis, sel tumbuhan berfungsi sebagai unit struktural dan fungsional dari tumbuhan, yang dapat membentuk berbagai jaringan dan organ tumbuhan, seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.<\/li>\n<li>\n<h3>Sel Hewan<\/h3>\n<p>Konsumen Energi dan Oksigen: Melalui proses respirasi seluler, sel hewan berfungsi sebagai unit struktural dan fungsional dari hewan, yang dapat membentuk berbagai jaringan dan organ hewan, seperti kulit, otot, tulang, darah, saraf, dan organ-organ dalam.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sel tumbuhan dan sel hewan adalah dua jenis sel eukariotik yang memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Persamaan sel tumbuhan dan sel hewan terletak pada struktur dasar sel, yaitu memiliki membran inti dan organel-organel sel tertentu. Perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan terletak pada adanya dinding sel, plastida, dan vakuola pada sel tumbuhan, serta bentuk dan ukuran sel yang berbeda. Fungsi sel tumbuhan dan sel hewan juga berbeda sesuai dengan peran dan posisi mereka dalam organisme. Sel tumbuhan berfungsi sebagai produsen energi dan oksigen, sedangkan sel hewan berfungsi sebagai konsumen energi dan oksigen. Tubuh setiap makhluk hidup disusun dari sel, tidak terkecuali hewan dan tumbuhan. Namun, ada perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan, baik dari bentuk, susunan, hingga letaknya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup yang memiliki struktur dan fungsi tertentu. Sel dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu sel tumbuhan dan sel hewan. Sel tumbuhan dan sel hewan memiliki beberapa persamaan dan perbedaan yang berkaitan dengan adaptasi dan kebutuhan masing-masing organisme. Artikel ini akan membahas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14466,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[13469,13402,13467,13468,13297,13303,13298],"class_list":["post-14465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-fungsi-sel-hewan","tag-fungsi-sel-tumbuhan","tag-perbedaan-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan","tag-persamaan-sel-tumbuhan-dan-sel-hewan","tag-sel-hewan","tag-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan","tag-struktur-sel-hewan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14465"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33532,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14465\/revisions\/33532"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14466"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}