{"id":14585,"date":"2024-07-30T09:01:11","date_gmt":"2024-07-30T02:01:11","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=14585"},"modified":"2025-06-29T20:57:12","modified_gmt":"2025-06-29T13:57:12","slug":"cara-kerja-sistem-pencernaan-manusia-organ-dan-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/cara-kerja-sistem-pencernaan-manusia-organ-dan-fungsinya\/","title":{"rendered":"Cara Kerja Sistem Pencernaan Manusia: Organ dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"<h1>Cara Kerja Sistem Pencernaan Manusia: Organ dan Fungsinya<\/h1>\n<p>Biasanya tubuh akan mendapatkan energi apabila mengonsumsi makanan. Namun, apakah kamu pernah kepikiran bagaimana makanan yang kamu konsumsi itu dicerna oleh tubuh? Nah biasanya proses tubuh dalam mencerna makanan disebut juga sebagai proses metabolisme. Hal itu terjadi karena adanya sistem pencernaan yang bekerja di dalam tubuh. Lalu sebenarnya bagaimana sih cara kerja <a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/sistem-reproduksi-manusia-pengertian-struktur-dan-fungsi\/\">sistem<\/a> pencernaan dalam tubuh pada manusia? Supaya lebih paham, yuk kita bahas!<\/p>\n<h2>Pengertian Sistem Pencernaan<\/h2>\n<p>Apa itu sistem pencernaan? <a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/sistem-peredaran-darah-manusia-pengertian-struktur-fungsi-dan-gangguan\/\">Sistem<\/a> pencernaan atau biasa yang disebut sebagai sistem gastrointestinal merupakan serangkaian organ yang bekerja bersama untuk mengubah makanan yang kita makan menjadi nutrisi yang dapat diserap dan digunakan oleh tubuh. Tujuan utama sistem pencernaan adalah untuk memecah makanan menjadi komponen-komponen kecil yang dapat diserap ke dalam darah dan digunakan oleh sel-sel tubuh.<\/p>\n<p>Sistem pencernaan ini berupa saluran yang memanjang mulai dari mulut hingga anus. Saluran ini memiliki fungsi dalam mencerna, memecah, dan menyerap zat gizi makanan yang kemudian dialirkan melalui peredaran darah. Dalam menjalankan fungsinya, sistem pencernaan pada tubuh akan dikendalikan oleh sistem saraf, aliran darah, dan berbagai macam hormon tubuh.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<h2>Proses Pencernaan pada Manusia<\/h2>\n<p>Pada umumnya, proses pencernaan terdiri dari proses pencernaan mekanis dan juga kimiawi. Proses pencernaan mekanis merupakan proses pencernaan makanan yang biasanya terjadi di mulut dengan bantuan gigi. Proses pencernaan makanan secara mekanik biasanya dilakukan dengan cara mengunyah, menelan, memompa, menghancurkan, dan meremas makanan hingga menjadi bagian kecil. Sementara proses pencernaan makanan secara kimiawi merupakan proses pencernaan dengan bantuan enzim untuk mengubah partikel makanan yang kecil menjadi bentuk yang siap diserap oleh tubuh.<\/p>\n<h2>Organ Pencernaan Manusia dan Fungsinya<\/h2>\n<ol>\n<li>\n<h4>Mulut<\/h4>\n<p>Mulut merupakan tempat masuknya makanan dan bagian awal dari sistem pencernaan manusia yang berfungsi untuk menghaluskan makanan agar lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan lainnya. Di dalam mulut, makanan akan dikunyah oleh gigi dan dicampur dengan air liur yang mengandung enzim amilase untuk memecah karbohidrat menjadi glukosa.<\/li>\n<li>\n<h4>Kerongkongan<\/h4>\n<p>Kerongkongan atau esofagus merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Pada dinding kerongkongan akan terjadi gerakan peristaltik yang merupakan gerakan meremas-remas untuk mendorong makanan menuju lambung. Pada ujung kerongkongan terdapat otot-otot berbentuk cincin atau biasa yang disebut dengan sfingter yang memungkinkan makanan masuk ke lambung dan kemudian menutupnya untuk mencegah makanan dan cairan naik kembali ke kerongkongan.<\/li>\n<li>\n<h4>Lambung<\/h4>\n<p>Lambung merupakan bagian dari sistem pencernaan manusia yang menyerupai hurup \u201cJ\u201d dan terletak di antara esofagus dan usus halus pada perut bagian atas. Lambung terdiri dari fundus, badan lambung, kardiak, pilorus, dan otot sfingter. Lambung memiliki tiga fungsi utama yaitu mencerna protein, menyimpan makanan selama 2-5 jam, dan mematikan mikroorganisme berbahaya yang ada di lambung karena adanya asam lambung. Di dalam lambung akan terjadi proses pencernaan secara kimiawi oleh bantuan enzim dalam getah lambung yang dihasilkan dari sel kelenjar di dinding lambung. Di dalam getah lambung terdiri atas:<\/p>\n<ul>\n<li>Pepsin: enzim yang berfungsi dalam memecah protein menjadi asam amino<\/li>\n<li>Renin: enzim yang berfungsi dalam mengubah protein menjadi kasein<\/li>\n<li>Asam klorida (HCI): asam yang berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri pada makanan dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin<br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Hati, Empedu, dan Pankreas<\/h4>\n<p>Hati merupakan organ pelengkap dalam sistem pencernaan karena berfungsi memproduksi cairan empedu untuk melarutkan lemak di dalam usus halus agar lebih mudah diserap oleh tubuh. Kantung empedu berfungsi untuk menyalurkan empedu ke usus halus. Sementara pankreas berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan dalam mencerna karbohidrat, protein, dan lemak di usus halus. Pankreas juga menghasilkan senyawa bikarbonat yang akan menetralkan makanan dari lambung yang sifatnya asam sehingga tidak akan melukai dinding usus halus.<\/li>\n<li>\n<h4>Usus Halus<\/h4>\n<p>Usus halus merupakan saluran kecil dengan lebar 2,5 cm dengan panjang sekitar 7 meter yang bertugas dalam menyerap berbagai macam nutrisi dari makanan seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral. Usus halus terdiri dari duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong) dan ileum (usus penyerapan). Duodenum berfungsi sebagai tempat pencernaan makanan secara kimiawi. Caranya yaitu makanan dari lambung yang masuk ke duodenum akan dinetralkan dulu oleh senyawa bikarbonat dari pankreas. Lalu, lanjut dicerna menggunakan enzim amilase, lipase, dan tripsin di pankreas, serta enzim maltase yang dihasilkan usus halus sendiri.<\/p>\n<p>Amilase akan memecah amilum menjadi maltosa. Selanjutnya maltosanya akan dipecah menjadi glukosa oleh enzim maltase. Lipase akan memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Hal ini dilakukan dengan bantuan empedu yang akan mengemulsikan lemak sehingga enzim lipase dapat bekerja. Sementara itu, tripsin akan memecah pepton menjadi asam amino. Sementara itu, glukosa, asam lemak, gliserol, dan asam amino tadi merupakan bentuk zat gizi sederhana yang siap diserap oleh tubuh. Penyerapannya akan terjadi di bagian usus halus berikutnya yaitu jejunum dan ileum yang sama-sama berfungsi sebagai tempat penyerapan sari makanan.<br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/li>\n<li>\n<h4>Usus Besar<\/h4>\n<p>Usus besar merupakan bagian dari sistem pencernaan yang terhubung dengan usus halus. Panjang usus besar yaitu sekitar 1,5 meter yang terdiri dari tiga bagian yaitu sekum, kolon, dan juga rektum. Usus besar bertugas dalam menyerap vitamin, air, dan elektrolit dari sisa makanan sebelum membentuk feses.<\/li>\n<li>\n<h4>Rektum dan Anus<\/h4>\n<p>Sebelum feses dikeluarkan tubuh melalui anus, feses akan disimpan terlebih dahulu di dalam rektum. Di dalam rektum, sensor akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memutuskan apakah feses perlu dikeluarkan atau tidak. Jika feses perlu dikeluarkan maka, otot-otot di sekitar rektum akan berkontraksi untuk mengeluarkan feses melalui anus.<br \/>\nNah itu dia penjelasan mengenai sistem pencernaan manusia. Mulai dari pengertian, proses, organ yang terlibat dan cara kerjanya.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Kerja Sistem Pencernaan Manusia: Organ dan Fungsinya Biasanya tubuh akan mendapatkan energi apabila mengonsumsi makanan. Namun, apakah kamu pernah kepikiran bagaimana makanan yang kamu konsumsi itu dicerna oleh tubuh? Nah biasanya proses tubuh dalam mencerna makanan disebut juga sebagai proses metabolisme. Hal itu terjadi karena adanya sistem pencernaan yang bekerja di dalam tubuh. Lalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14586,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[13698,13697,13689,13708,13703,13702,13700,13701,13699,13687,13704,13707,13706,13705,13688,13694,13693,13695,13686,13690,13685,13696,13682,13681,13683,13684,13692,13691],"class_list":["post-14585","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anatomi-sistem-pencernaan","tag-anus","tag-empedu","tag-fungsi-anus","tag-fungsi-empedu","tag-fungsi-hati","tag-fungsi-kerongkongan","tag-fungsi-lambung","tag-fungsi-mulut","tag-fungsi-organ-pencernaan-manusia","tag-fungsi-pankreas","tag-fungsi-rektum","tag-fungsi-usus-besar","tag-fungsi-usus-halus","tag-hati","tag-kerongkongan","tag-lambung","tag-mulut","tag-organ-pencernaan-manusia","tag-pankreas","tag-proses-pencernaan-pada-manusia","tag-rektum","tag-sistem-pencernaan","tag-sistem-pencernaan-manusia","tag-sistem-pencernaan-pada-manusia","tag-urutan-sistem-pencernaan-pada-manusia-adalah","tag-usus-besar","tag-usus-halus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14585"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14585\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33498,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14585\/revisions\/33498"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14586"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}