{"id":26762,"date":"2024-10-18T11:11:08","date_gmt":"2024-10-18T04:11:08","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=26762"},"modified":"2025-06-28T21:43:49","modified_gmt":"2025-06-28T14:43:49","slug":"cara-mendapatkan-kacamata-gratis-dari-bpjs-kesehatan-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/cara-mendapatkan-kacamata-gratis-dari-bpjs-kesehatan-2024\/","title":{"rendered":"Cara Mendapatkan Kacamata Gratis dari BPJS Kesehatan 2024"},"content":{"rendered":"<h2>Cara Mendapatkan Kacamata Gratis dari BPJS Kesehatan 2024<\/h2>\n<p>BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang memberikan berbagai layanan kesehatan kepada pesertanya. Selain layanan rawat jalan dan rawat inap, BPJS Kesehatan juga memfasilitasi kebutuhan alat kesehatan seperti kacamata. Peserta BPJS Kesehatan yang membutuhkan kacamata dapat memanfaatkan subsidi dari program ini, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Berikut adalah langkah-langkah cara mendapatkan kacamata gratis melalui BPJS Kesehatan pada tahun 2024.<\/p>\n<h3>Syarat Mendapatkan Kacamata Gratis dari BPJS Kesehatan<\/h3>\n<p>Untuk bisa mendapatkan kacamata gratis, peserta BPJS Kesehatan harus memenuhi beberapa syarat berikut:<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Kepesertaan Aktif: Pastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan Anda aktif dan tidak ada tunggakan iuran.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pemeriksaan Mata: Anda harus mendapatkan resep kacamata dari dokter spesialis mata yang ditunjuk oleh BPJS Kesehatan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Frekuensi Klaim: BPJS Kesehatan hanya menanggung pembelian kacamata setiap dua tahun sekali.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Langkah-langkah Mendapatkan Kacamata Gratis<\/h3>\n<p>Berikut adalah prosedur klaim kacamata melalui BPJS Kesehatan:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4>Kunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes 1)<\/h4>\n<p>Langkah pertama adalah mengunjungi Faskes 1, seperti puskesmas, klinik, atau dokter umum yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Di sini, Anda perlu menjalani pemeriksaan awal dan meminta surat rujukan ke poli mata atau dokter spesialis mata untuk pemeriksaan lebih lanjut.<\/li>\n<li>\n<h4>Minta Rujukan ke Poli Mata<\/h4>\n<p>Setelah mendapatkan rujukan dari Faskes 1, Anda harus mengunjungi Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) seperti rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk menemui dokter spesialis mata. Dokter akan melakukan pemeriksaan mata menyeluruh dan menentukan kebutuhan kacamata Anda.<\/li>\n<li>\n<h4>Dapatkan Resep Kacamata<\/h4>\n<p>Setelah pemeriksaan, dokter spesialis mata akan memberikan resep kacamata yang sesuai dengan kondisi mata Anda. Pastikan resep tersebut mencakup informasi lengkap tentang jenis lensa dan ukuran yang dibutuhkan.<\/li>\n<li>\n<h4>Legalisasi atau Verifikasi Resep Kacamata<\/h4>\n<p>Resep kacamata yang diberikan oleh dokter perlu dilegalisir di FKRTL tempat Anda diperiksa. Ini penting untuk memastikan bahwa klaim Anda akan diterima oleh BPJS Kesehatan.<\/li>\n<li>\n<h4>Datangi Optik Rekanan BPJS Kesehatan<\/h4>\n<p>Setelah resep dilegalisir, langkah selanjutnya adalah mengunjungi optik yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Pastikan Anda membawa resep yang sudah dilegalisir, kartu BPJS Kesehatan asli, serta fotokopi KTP dan kartu BPJS Kesehatan.<\/li>\n<li>\n<h4>Pilih dan Beli Kacamata<\/h4>\n<p>Di optik rekanan, Anda dapat memilih kacamata yang sesuai dengan resep. BPJS Kesehatan akan menanggung biaya kacamata sesuai dengan kelas kepesertaan Anda.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Besaran Subsidi Kacamata dari BPJS Kesehatan<\/h3>\n<p>Besaran subsidi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan untuk pembelian kacamata berbeda-beda tergantung pada kelas kepesertaan peserta:<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Kelas 1: Subsidi sebesar Rp 300.000<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kelas 2: Subsidi sebesar Rp 200.000<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kelas 3: Subsidi sebesar Rp 150.000<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Catatan:<\/h3>\n<p>BPJS Kesehatan hanya menanggung pembelian kacamata setiap dua tahun sekali.<br \/>\nBesaran subsidi di atas hanya berlaku untuk lensa dan bingkai kacamata. Jika harga kacamata yang Anda pilih melebihi subsidi yang ditetapkan, Anda harus menambah biaya sendiri.<\/p>\n<p>Mendapatkan kacamata gratis melalui BPJS Kesehatan tidaklah sulit jika Anda mengikuti prosedur yang tepat. Pastikan untuk mengunjungi Faskes 1 terlebih dahulu, mendapatkan rujukan ke poli mata, dan mengikuti proses verifikasi resep sebelum membeli kacamata di optik rekanan. Dengan memahami dan mematuhi aturan yang berlaku, Anda bisa mendapatkan kacamata yang Anda butuhkan tanpa biaya tambahan besar.<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"7381647052\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mendapatkan Kacamata Gratis dari BPJS Kesehatan 2024 BPJS Kesehatan merupakan program jaminan kesehatan nasional yang memberikan berbagai layanan kesehatan kepada pesertanya. Selain layanan rawat jalan dan rawat inap, BPJS Kesehatan juga memfasilitasi kebutuhan alat kesehatan seperti kacamata. Peserta BPJS Kesehatan yang membutuhkan kacamata dapat memanfaatkan subsidi dari program ini, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26763,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[17281,17283,17284,17280,17282],"class_list":["post-26762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-besaran-subsidi-kacamata-dari-bpjs-kesehatan","tag-cara-dapatkan-kacamata-gratis","tag-kacamata-gratis","tag-langkah-mendapatkan-kacamata-gratis","tag-syarat-mendapatkan-kacamata-gratis-dari-bpjs-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26762"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32252,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26762\/revisions\/32252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}