{"id":26867,"date":"2024-10-23T10:12:12","date_gmt":"2024-10-23T03:12:12","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=26867"},"modified":"2025-06-28T21:00:10","modified_gmt":"2025-06-28T14:00:10","slug":"jenis-jenis-perkembangbiakan-pada-hewan-secara-generatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/jenis-jenis-perkembangbiakan-pada-hewan-secara-generatif\/","title":{"rendered":"Jenis-Jenis Perkembangbiakan pada Hewan Secara Generatif"},"content":{"rendered":"<h2>Jenis-Jenis Perkembangbiakan pada Hewan Secara Generatif<\/h2>\n<p>Secara umum, perkembangbiakan pada hewan merupakan salah satu ciri dasar yang dimiliki oleh hewan sebagai makhluk hidup untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya dan menghindari dari kepunahan. Perkebangbiakan pada hewan umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu perkembangan secara generatif dan juga perkembangbiakan secara vegetatif. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang perkembangbiakan hewan secara generatif. Lantas apa saja jenis-jenis perkembangbiakan hewan secara generatif?<\/p>\n<p>Pada umumnya, perkembangbiakan hewan secara generatif dibedakan menjadi tiga jenis yaitu<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3>Ovipar (Bertelur)<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apa-itu-hewan-ovipar-berikut-pengertian-dan-contohnya\/\">Ovipar<\/a> merupakan perkembangbiakan hewan dengan cara bertelur. Perkembangbiakan ini biasanya terjadi pada hewan jenis unggas, ikan, dan juga reptil. Umumnya, setelah terjadi pembuahan, embrio yang dihasilkan akan tumbuh dan berkembang di kulit telur. Embrio akan menerima nutrisi dan cadangan makanan dari telur yang dikeluarkan dari tubuh ibu. Karakteristik dari hewan ovipar yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Tidak menyusui anaknya karena tidak memiliki kelenjar susu.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tidak memiliki daun telinga.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tidak mengalami masa kehamilan.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Berjenis darah panas.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Memiliki bulu yang lebat.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pertumbuhan janin berlangsung cukup cepat.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Janin memperoleh nutrisi dari cadangan makanan di dalam telur.<\/h4>\n<h4>Contoh hewan ovipar yaitu ayam, bebek, angsa, merpati, buaya, katak, dsb.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Vivipar (Melahirkan)<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apa-itu-vivipar-ciri-ciri-dan-contohnya\/\">Vivipar<\/a> adalah proses reproduksi yang dilakukan hewan dengan cara melahirkan. Setelah pembuahan, embrio akan berkembang di dalam rahim induk betina. Selama periode ini, embrio menerima nutrisi dari makanan yang dikonsumsi induk melalui plasenta. Karakteristik dari hewan vivipar yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Bentuk fisik anak mirip dengan bentuk fisik induknya.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Memiliki daun telinga.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Janin berkembang di dalam rahim induk betina.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pertumbuhan janin berlangsung relatif lambat.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Janin mendapatkan nutrisi dari induknya melalui tali pusat atau plasenta.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Memiliki rambut dan kelenjar susu.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Janin tumbuh di dalam rahim induk.<\/h4>\n<h4>Contoh hewan vivipar adalah kelinci, sapi, dan domba.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Ovovivipar (Bertelur dan Melahirkan)<\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/hewan-ovovivipar-pengertian-dan-contoh\/\">Ovovivipar<\/a> adalah metode reproduksi yang menggabungkan elemen dari ovipar dan vivipar. Dalam proses ini, setelah pembuahan, embrio akan berkembang di dalam telur yang tetap berada di dalam tubuh induk betina. Meskipun terlihat mirip dengan ovipar, pada ovovivipar, telur tidak dikeluarkan, melainkan tetap bertahan di dalam induk hingga menetas. Setelah itu, induk betina akan melahirkan anak yang sudah berkembang. Hewan yang berkembang biak secara ovovivipar lebih sedikit dibandingkan dengan yang melakukan ovipar atau vivipar. Karakteristik dari hewan ovovivipar yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Tidak memiliki daun telinga.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Berdarah dingin.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Menghasilkan telur yang disimpan dalam tubuh induk hingga menetas.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Janin memperoleh nutrisi dari cadangan yang ada di dalam telur.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Melahirkan janin yang telah menetas di dalam tubuh induk.<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tidak merawat anak-anaknya.<\/h4>\n<h4>Contoh hewan yang ovovivipar antara lain adalah kuda laut, beberapa jenis hiu, ikan pari, bunglon.<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenis-Jenis Perkembangbiakan pada Hewan Secara Generatif Secara umum, perkembangbiakan pada hewan merupakan salah satu ciri dasar yang dimiliki oleh hewan sebagai makhluk hidup untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya dan menghindari dari kepunahan. Perkebangbiakan pada hewan umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu perkembangan secara generatif dan juga perkembangbiakan secara vegetatif. Dalam artikel ini kita akan membahas tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":26868,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[17419,17420,17418,17417,13871,14009,17416,13916],"class_list":["post-26867","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ciri-cir-vivipar","tag-ciri-ciri-ovipar","tag-ciri-ciri-ovovivipar","tag-kembang-biak-generatif","tag-ovipar","tag-ovovivipar","tag-perkembangbiakan-hewan-secara-generatif","tag-vivipar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26867","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26867"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32114,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26867\/revisions\/32114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}