{"id":30461,"date":"2025-04-14T19:57:19","date_gmt":"2025-04-14T12:57:19","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=30461"},"modified":"2025-04-14T19:57:19","modified_gmt":"2025-04-14T12:57:19","slug":"apa-itu-isbd-dan-apa-saja-pengaruhnya-dalam-dunia-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apa-itu-isbd-dan-apa-saja-pengaruhnya-dalam-dunia-pendidikan\/","title":{"rendered":"Apa Itu ISBD dan Apa Saja Pengaruhnya dalam Dunia Pendidikan?"},"content":{"rendered":"<h2>Apa Itu ISBD dan Apa Saja Pengaruhnya dalam Dunia Pendidikan?<\/h2>\n<p>Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau ISBD merupakan salah satu mata kuliah dasar yang sangat penting di dunia pendidikan tinggi. Di tengah arus globalisasi yang cepat dan tantangan sosial yang semakin kompleks, pemahaman tentang hubungan sosial dan budaya menjadi kunci dalam membentuk individu yang cerdas secara intelektual dan emosional. Maka dari itu, ISBD hadir sebagai landasan bagi mahasiswa untuk memahami dan merespons permasalahan sosial dan budaya di lingkungan sekitar secara arif dan bijaksana.<\/p>\n<h3>Pengertian ISBD<\/h3>\n<p>Dikutip dari situs poltekkesdepkes-sby.ac.id, ISBD adalah singkatan dari Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, yaitu ilmu yang berfokus pada konsep dasar mengenai hubungan antar manusia (sosial) dan budaya. Dalam konteks pendidikan, ISBD menjadi mata kuliah dasar yang wajib diikuti oleh mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.<\/p>\n<p>ISBD tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga membentuk kepekaan, kemampuan berpikir kritis, dan sikap terbuka terhadap keragaman sosial dan budaya. Melalui pembelajaran ini, mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana interaksi antar manusia terjadi dalam lingkup budaya yang berbeda-beda, serta dampaknya terhadap kehidupan bermasyarakat.<\/p>\n<h3>Latar Belakang dan Landasan ISBD<\/h3>\n<p>Menurut buku Ilmu Sosial Budaya Dasar (2015) karya Muhammad Syukuri Albani Nasution dan kawan-kawan, ISBD merupakan integrasi dari ilmu sosial dasar dan ilmu budaya dasar. Mata kuliah ini dikembangkan atas empat landasan utama:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Landasan Historis<\/h4>\n<p>Indonesia memiliki akar budaya dan sejarah peradaban yang tinggi. Bangsa ini dikenal toleran, religius, dan mengedepankan gotong royong. Warisan ini menjadi fondasi penting dalam pembentukan ilmu sosial budaya dasar.<\/li>\n<li>\n<h4>Landasan Filosofis<\/h4>\n<p>ISBD berpegang pada falsafah hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, yang menanamkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.<\/li>\n<li>\n<h4>Konteks Karakter Bangsa<\/h4>\n<p>Sesuai UUD 1945 Pasal 30 dan 31 serta UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan bertujuan membentuk karakter bangsa yang unggul dan berbudaya.<\/li>\n<li>\n<h4>Landasan Pedagogis<\/h4>\n<p>ISBD mendorong terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki pengetahuan, nilai religi, dan kesadaran sosial budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Tujuan ISBD dalam Dunia Pendidikan<\/h3>\n<p>Menurut buku Ilmu Sosial Budaya Dasar (2020) oleh Deddy Wahyudin Purba dan tim, tujuan ISBD terbagi menjadi dua, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Tujuan Umum:<\/h4>\n<ul>\n<li>Mengembangkan pribadi mahasiswa sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya.<\/li>\n<li>Menumbuhkan kepekaan terhadap isu sosial dan budaya serta kemampuan meresponsnya secara kritis.<\/li>\n<li>Menyelesaikan permasalahan sosial budaya dengan pendekatan yang arif dan manusiawi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tujuan Khusus:<\/h4>\n<ul>\n<li>Mempertajam kepekaan terhadap lingkungan sosial budaya, terutama dalam bidang profesi.<\/li>\n<li>Memperluas wawasan terhadap persoalan kemanusiaan dan sosial budaya.<\/li>\n<li>Menghasilkan calon pemimpin yang terbuka dan tidak terkotak oleh disiplin ilmu tertentu.<\/li>\n<li>Meningkatkan kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Membina kemampuan berpikir objektif untuk menghadapi pengaruh negatif terhadap budaya.<\/p>\n<h3>Pengaruh ISBD dalam Dunia Pendidikan<\/h3>\n<p>Dalam praktiknya, ISBD memiliki dampak besar dalam membentuk karakter mahasiswa. Berikut beberapa pengaruh nyata dari ISBD dalam dunia pendidikan:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Meningkatkan Kesadaran Sosial<\/h4>\n<p>Mahasiswa menjadi lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka, mulai dari isu ketimpangan sosial hingga pentingnya toleransi.<\/li>\n<li>\n<h4>Mendorong Sikap Multikulturalisme<\/h4>\n<p>ISBD menanamkan penghargaan terhadap keberagaman budaya, suku, agama, dan tradisi, sehingga mahasiswa siap hidup dan bekerja dalam lingkungan multikultural.<\/li>\n<li>\n<h4>Membentuk Karakter Humanis<\/h4>\n<p>ISBD membantu mahasiswa menjadi pribadi yang lebih manusiawi dan bijaksana dalam menyelesaikan konflik atau perbedaan.<\/li>\n<li>\n<h4>Mempersiapkan Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja<\/h4>\n<p>Dengan pemahaman sosial budaya yang kuat, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu beradaptasi dan bekerja sama dalam tim lintas budaya.<\/li>\n<li>\n<h4>Menanamkan Nilai Kebangsaan<\/h4>\n<p>ISBD turut memperkuat identitas nasional dengan memperkenalkan nilai-nilai dasar kebangsaan yang bersumber dari Pancasila dan sejarah bangsa Indonesia.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penutup<br \/>\nISBD bukan sekadar mata kuliah pelengkap, melainkan fondasi penting dalam membentuk pribadi mahasiswa yang kritis, peduli, dan berbudaya. Di tengah dunia yang semakin kompleks dan beragam, ISBD hadir untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa dan memperkuat karakter generasi penerus. Oleh karena itu, memahami dan mengaplikasikan ilmu sosial budaya dasar adalah langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkeadaban.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu ISBD dan Apa Saja Pengaruhnya dalam Dunia Pendidikan? Ilmu Sosial dan Budaya Dasar atau ISBD merupakan salah satu mata kuliah dasar yang sangat penting di dunia pendidikan tinggi. Di tengah arus globalisasi yang cepat dan tantangan sosial yang semakin kompleks, pemahaman tentang hubungan sosial dan budaya menjadi kunci dalam membentuk individu yang cerdas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30462,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[21261,21260,21264,21262,21263],"class_list":["post-30461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-apa-itu-isbd","tag-isbd","tag-pengaruh-isbd","tag-pengertian-isbd","tag-tujuan-isbd"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30461"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30463,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30461\/revisions\/30463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}