{"id":30601,"date":"2025-04-20T22:17:39","date_gmt":"2025-04-20T15:17:39","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=30601"},"modified":"2025-04-20T22:17:39","modified_gmt":"2025-04-20T15:17:39","slug":"kalian-merupakan-korban-tindak-pidana-berikut-cara-melaporkannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/kalian-merupakan-korban-tindak-pidana-berikut-cara-melaporkannya\/","title":{"rendered":"Kalian Merupakan Korban Tindak Pidana? Berikut Cara Melaporkannya!"},"content":{"rendered":"<h2>Kalian Merupakan Korban Tindak Pidana? Berikut Cara Melaporkannya!<\/h2>\n<p>Apakah kalian baru saja mengalami atau menyaksikan tindak pidana? Jangan ragu untuk melaporkannya! Dalam hukum Indonesia, setiap warga negara memiliki hak \u2014 bahkan kewajiban \u2014 untuk melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. Tapi bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasan lengkap di bawah ini.<\/p>\n<h3>Apa Itu Laporan Polisi?<\/h3>\n<p>Menurut Pasal 1 angka 24 KUHAP, laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang kepada pejabat berwenang, baik karena hak maupun kewajiban, tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana.<\/p>\n<p>Penting untuk diketahui, peristiwa yang dilaporkan belum tentu merupakan tindak pidana. Maka dari itu, laporan tersebut akan terlebih dahulu diselidiki oleh pihak berwenang untuk menentukan status hukumnya.<\/p>\n<h3>Siapa Saja yang Bisa Melaporkan?<\/h3>\n<p>Semua orang! Tidak hanya korban, tetapi juga saksi mata atau siapa pun yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana berhak untuk melaporkannya secara lisan atau tertulis kepada penyelidik atau penyidik kepolisian.<\/p>\n<h3>Cara Melaporkan Tindak Pidana ke Polisi<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Datang ke Kantor Polisi Terdekat Ketahui dahulu pembagian wilayah hukum:<\/h4>\n<ul>\n<li>MABES POLRI: Untuk wilayah nasional.<\/li>\n<li>POLDA: Wilayah provinsi.<\/li>\n<li>POLRES: Wilayah kabupaten\/kota.<\/li>\n<li>POLSEK: Wilayah kecamatan.<\/li>\n<li>Contohnya, jika kejadian berada di tingkat kecamatan, kamu bisa langsung melapor ke POLSEK setempat. Jika tidak memungkinkan, bisa juga ke POLRES, POLDA, atau bahkan MABES POLRI.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Lapor ke SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Laporan bisa dilakukan secara:<\/h4>\n<ul>\n<li>Lisan<\/li>\n<li>Tertulis<\/li>\n<li>Elektronik (online atau via call center)<\/li>\n<li>SPKT akan menerima laporan dan melakukan kajian awal apakah layak dibuatkan laporan polisi atau tidak. Jika layak, akan diterbitkan nomor laporan sebagai tanda resmi dimulainya proses penyidikan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Proses Pemeriksaan Setelah laporan diterima:<\/h4>\n<ul>\n<li>Kamu akan diwawancarai untuk membuat berita acara pemeriksaan saksi pelapor.<\/li>\n<li>Dilanjutkan dengan penyelidikan.<\/li>\n<li>Bila terbukti ada tindak pidana, maka diterbitkan surat perintah penyidikan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Tahapan Prosedur Penyidikan<\/h3>\n<p>Mengacu pada Peraturan Kapolri No. 6 Tahun 2019, berikut tahapan penyidikan:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Penerbitan Surat Perintah Penyidikan<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Pengiriman SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) ke jaksa, pelapor, dan terlapor<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Penetapan tersangka<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Penyusunan rencana penyidikan<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Jika lebih dari 30 hari belum ada perkembangan, penyidik wajib memberi pemberitahuan lanjutan kepada jaksa<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Tidak Dipungut Biaya!<\/h3>\n<p>Laporan dugaan tindak pidana tidak dipungut biaya sama sekali. Bila ada oknum yang meminta bayaran, kamu bisa langsung melaporkannya ke Propam (Seksi Profesi dan Pengamanan Polri).<\/p>\n<h3>Layanan Call Center POLRI 110<\/h3>\n<p>Butuh respon cepat? Kamu bisa menghubungi Call Center 110 secara gratis dan 24 jam. Layanan ini tersedia untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Laporan kecelakaan<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tindak kejahatan<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Ancaman, kekerasan, dan bentuk pelanggaran lainnya<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Catatan penting: Jangan gunakan layanan ini untuk laporan palsu, karena Polri bisa melacak dan memberikan sanksi.<\/p>\n<h3>Jika Polisi Tidak Menindaklanjuti Laporan?<\/h3>\n<p>Jika laporanmu tidak ditindaklanjuti, kamu bisa melaporkannya lebih lanjut ke Mahkamah Agung (MA) melalui:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Aplikasi SIWAS MA-RI<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Email<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>SMS<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Telepon<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Meja pengaduan<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kotak pengaduan<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Dasar hukum pengaduan ke MA:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Peraturan MA No. 9 Tahun 2016 tentang Whistleblowing System<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Alternatif Pengaduan Melalui SP4N-LAPOR!<\/h3>\n<p>Kamu juga bisa melapor lewat sistem nasional SP4N-LAPOR!, yang dapat diakses melalui www.lapor.go.id. Ini adalah platform resmi milik pemerintah yang mengelola pengaduan publik secara terintegrasi.<\/p>\n<h3>Dasar Hukum yang Mengatur:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>PP No. 23 Tahun 2007 tentang Daerah Hukum Kepolisian<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Perkap No. 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Perpres No. 76 Tahun 2013 dan Permen PANRB No. 46 Tahun 2020 tentang SP4N-LAPOR!<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Penutup<\/h4>\n<p>Melaporkan tindak pidana bukan hanya melindungi dirimu, tetapi juga membantu menjaga keamanan masyarakat. Jangan takut, jangan ragu. Laporkan segala bentuk pelanggaran hukum yang kamu alami atau saksikan ke pihak berwenang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalian Merupakan Korban Tindak Pidana? Berikut Cara Melaporkannya! Apakah kalian baru saja mengalami atau menyaksikan tindak pidana? Jangan ragu untuk melaporkannya! Dalam hukum Indonesia, setiap warga negara memiliki hak \u2014 bahkan kewajiban \u2014 untuk melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum. Tapi bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasan lengkap di bawah ini. Apa Itu Laporan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30602,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[21376,21372,21377,21374,21373,21375],"class_list":["post-30601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-call-center-polri-110","tag-cara-melaporkan-tindak-pidana-ke-polisi","tag-cara-membuat-laporan-ke-polisi","tag-korban-tindak-pidana","tag-laporan-polisi-tindak-pidana","tag-spkt-polri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30601"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30603,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30601\/revisions\/30603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}