{"id":30741,"date":"2025-05-02T15:09:01","date_gmt":"2025-05-02T08:09:01","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=30741"},"modified":"2025-05-02T15:09:01","modified_gmt":"2025-05-02T08:09:01","slug":"apa-itu-teks-berita-berikut-pengertiannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apa-itu-teks-berita-berikut-pengertiannya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Teks Berita? Berikut Pengertiannya!"},"content":{"rendered":"<h2>Apa Itu Teks Berita? Berikut Pengertiannya!<\/h2>\n<p>Teman-teman, apa yang terbayang saat mendengar kata teks berita? Mungkin sebagian dari kita langsung teringat pada koran, majalah, atau siaran berita di televisi. Tapi tahukah kamu, di era digital seperti sekarang, teks berita sangat mudah dijumpai\u2014tidak hanya di media cetak, tapi juga di portal berita online dan media sosial.<\/p>\n<p>Nah, supaya kamu nggak bingung lagi soal apa itu teks berita, yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!<\/p>\n<h3>Pengertian Teks Berita<\/h3>\n<p>Teks berita adalah jenis teks yang berisi laporan tentang peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Peristiwa tersebut dapat disampaikan melalui berbagai media seperti koran, majalah, televisi, radio, hingga internet. Tujuan utama teks berita adalah menyampaikan informasi faktual dan aktual kepada masyarakat luas.<\/p>\n<p>Menurut Erwan Rachmat dalam Explore Bahasa Indonesia (2019), tidak semua peristiwa bisa dijadikan berita. Suatu kejadian harus memenuhi beberapa kriteria seperti aktual (baru terjadi), faktual (berdasarkan kenyataan), penting, menarik, dan bermanfaat.<\/p>\n<h3>Fungsi Teks Berita<\/h3>\n<p>Fungsi utama teks berita adalah memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kejadian terbaru dan benar-benar terjadi. Melalui teks berita, pembaca bisa mengetahui berbagai peristiwa penting di sekitar mereka, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.<\/p>\n<h3>Unsur-Unsur Teks Berita: 5W + 1H (ADIKSIMBA)<\/h3>\n<p>Teks berita disusun berdasarkan unsur dasar jurnalistik yang dikenal dengan istilah 5W + 1H atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai ADIKSIMBA, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Apa (What) \u2013 peristiwa apa yang terjadi<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Di mana (Where) \u2013 lokasi kejadian<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kapan (When) \u2013 waktu terjadinya peristiwa<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Siapa (Who) \u2013 pihak yang terlibat<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Mengapa (Why) \u2013 alasan di balik kejadian<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Bagaimana (How) \u2013 proses terjadinya peristiwa<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Struktur Teks Berita<\/h3>\n<p>Teks berita memiliki struktur dasar yang terdiri dari:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Orientasi Berita<\/h4>\n<p>Bagian pembuka yang memperkenalkan peristiwa atau masalah yang akan dibahas.<\/li>\n<li>\n<h4>Peristiwa<\/h4>\n<p>Penjabaran rinci tentang kejadian yang dilaporkan secara kronologis. Di bagian ini biasanya menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana.<\/li>\n<li>\n<h4>Sumber Berita<\/h4>\n<p>Menunjukkan dari mana informasi diperoleh, bisa di awal atau akhir teks. Misalnya: &#8220;Yogyakarta, Kompas.com \u2013 Korban kasus kupon wisata palsu terus bertambah.&#8221;<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Struktur Teks Berita Profesional (Kompleks)<\/h3>\n<p>Dalam praktik jurnalistik profesional, struktur teks berita lebih rinci, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Judul (Headline)<\/h4>\n<p>Ringkas, jelas, dan menarik, menggambarkan isi berita.<\/li>\n<li>\n<h4>Kepala Berita (Lead)<\/h4>\n<p>Paragraf pertama yang memuat inti informasi, biasanya menjawab 4 unsur ADIKSIMBA.<\/li>\n<li>\n<h4>Tubuh Berita (Body)<\/h4>\n<p>Rangkaian informasi lanjutan dan penjelasan detail tentang peristiwa.<\/li>\n<li>\n<h4>Ekor Berita<\/h4>\n<p>Informasi tambahan atau penutup yang bersifat opsional.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kaidah Kebahasaan Teks Berita<\/h3>\n<p>Berikut beberapa ciri kebahasaan yang digunakan dalam teks berita:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Bahasa Baku<\/h4>\n<p>Menggunakan bahasa Indonesia standar untuk memudahkan pemahaman.<\/li>\n<li>\n<h4>Kalimat Langsung<\/h4>\n<p>Mengutip pernyataan narasumber secara langsung, misalnya:<br \/>\n\u201cKami akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut,\u201d kata Kapolres.<\/li>\n<li>\n<h4>Kata Kerja Mental<\/h4>\n<p>Menunjukkan respons atau sikap, seperti merasa, mengira, berharap.<\/li>\n<li>\n<h4>Keterangan Waktu dan Tempat<\/h4>\n<p>Untuk menunjukkan kapan dan di mana peristiwa terjadi.<\/li>\n<li>\n<h4>Konjungsi Temporal<\/h4>\n<p>Menunjukkan urutan waktu, seperti kemudian, setelah itu, awalnya.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Jenis-Jenis Teks Berita<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Berita Langsung (Straight News)<\/h4>\n<p>Disampaikan segera setelah kejadian, seperti berita utama.<\/li>\n<li>\n<h4>Berita Opini (Opinion News)<\/h4>\n<p>Mengandung pendapat dari ahli atau tokoh tertentu.<\/li>\n<li>\n<h4>Berita Interpretatif (Interpretative News)<\/h4>\n<p>Dilengkapi penilaian jurnalis, tetap berdasarkan fakta.<\/li>\n<li>\n<h4>Berita Investigasi (Investigation News)<\/h4>\n<p>Berdasarkan penyelidikan mendalam.<\/li>\n<li>\n<h4>Berita Mendalam (Depth News)<\/h4>\n<p>Menggali latar belakang dan dampak suatu peristiwa.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Cara Menulis Teks Berita<\/h3>\n<p>Berikut langkah-langkah menulis teks berita yang baik:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Pilih Topik dan Kumpulkan Data<\/h4>\n<p>Topik harus faktual dan menarik. Gunakan sumber yang terpercaya.<\/li>\n<li>\n<h4>Tentukan Unsur dan Struktur<\/h4>\n<p>Gunakan 5W + 1H dan susun teks sesuai struktur.<\/li>\n<li>\n<h4>Tulis Judul Menarik<\/h4>\n<p>Buat pembaca tertarik untuk membaca.<\/li>\n<li>\n<h4>Gunakan Bahasa yang Baik dan Benar<\/h4>\n<p>Hindari kesalahan ejaan dan bias.<\/li>\n<li>\n<h4>Verifikasi Fakta<\/h4>\n<p>Pastikan semua informasi benar dan dapat dipertanggungjawabkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h4>Kesimpulan<\/h4>\n<p>Teks berita adalah jenis teks yang menyampaikan informasi faktual dan aktual kepada masyarakat. Untuk menjadi berita, suatu peristiwa harus memenuhi kriteria tertentu dan disusun berdasarkan struktur dan kaidah bahasa yang jelas. Dengan memahami unsur-unsur dan cara penulisannya, kamu bisa mulai belajar membuat teks berita yang informatif dan menarik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Teks Berita? Berikut Pengertiannya! Teman-teman, apa yang terbayang saat mendengar kata teks berita? Mungkin sebagian dari kita langsung teringat pada koran, majalah, atau siaran berita di televisi. Tapi tahukah kamu, di era digital seperti sekarang, teks berita sangat mudah dijumpai\u2014tidak hanya di media cetak, tapi juga di portal berita online dan media sosial. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":30742,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[21640,13228,13227,13226,21639],"class_list":["post-30741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kaidah-kebahasaan-teks-berita","tag-pengertian-teks-berita","tag-struktur-teks-berita","tag-teks-berita","tag-unsur-unsur-teks-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30741"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30743,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30741\/revisions\/30743"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}