{"id":35461,"date":"2025-07-07T12:26:06","date_gmt":"2025-07-07T05:26:06","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=35461"},"modified":"2025-07-07T12:26:06","modified_gmt":"2025-07-07T05:26:06","slug":"apa-itu-fenomena-aphelion-yang-sedang-terjadi-juli-2025-berikut-pengertian-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apa-itu-fenomena-aphelion-yang-sedang-terjadi-juli-2025-berikut-pengertian-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Fenomena Aphelion yang Sedang Terjadi Juli 2025? Berikut Pengertian dan Dampaknya!"},"content":{"rendered":"<h2>Apa Itu Fenomena Aphelion yang Sedang Terjadi Juli 2025? Berikut Pengertian dan Dampaknya!<\/h2>\n<p>Pada bulan Juli 2025, langit kembali menyuguhkan salah satu fenomena astronomi tahunan yang menarik perhatian publik, yakni Aphelion. Namun, tak sedikit yang masih salah paham tentang fenomena ini, terutama soal kaitannya dengan cuaca dingin yang akhir-akhir ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Lantas, apa sebenarnya fenomena aphelion, kapan terjadinya, dan apakah benar membuat udara menjadi lebih dingin? Berikut penjelasan lengkapnya.<\/p>\n<h3>Apa Itu Aphelion?<\/h3>\n<p>Aphelion adalah sebuah fenomena astronomi di mana posisi Bumi berada pada jarak terjauhnya dari Matahari dalam orbit tahunan mengelilingi pusat tata surya. Orbit Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips, sehingga jarak Bumi ke Matahari terus berubah sepanjang tahun.<\/p>\n<p>Fenomena ini terjadi satu kali setiap tahun, biasanya pada bulan Juli. Kebalikannya disebut Perihelion, yaitu saat Bumi berada paling dekat dengan Matahari dan biasanya terjadi pada Januari.<\/p>\n<h3>Kapan Aphelion Terjadi di Juli 2025?<\/h3>\n<p>Menurut situs In The Sky, aphelion tahun ini terjadi pada:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Tanggal: Jumat, 4 Juli 2025<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Waktu: Pukul 02.54 WIB<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Jarak Bumi-Matahari: Sekitar 152.087.738 km<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sebagai perbandingan, jarak rata-rata Bumi-Matahari adalah sekitar 149,6 juta km. Artinya, pada saat aphelion, Bumi berada sekitar 2,5 juta km lebih jauh dari posisi rata-ratanya.<\/p>\n<h3>Benarkah Aphelion Menyebabkan Cuaca Dingin?<\/h3>\n<p>Tidak, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah menegaskan bahwa fenomena aphelion tidak berdampak langsung terhadap perubahan suhu atau cuaca ekstrem di Indonesia. Cuaca dingin yang terjadi di bulan Juli ini bukan disebabkan oleh jarak Bumi yang menjauh dari Matahari, melainkan karena:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Musim Kemarau di wilayah selatan khatulistiwa (Jawa, Bali, NTT)<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Angin Monsun Dingin Australia \u2014 angin ini bertiup dari Benua Australia yang sedang musim dingin, membawa udara kering dan dingin ke wilayah Indonesia<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Langit cerah minim awan \u2014 menyebabkan radiasi panas dari permukaan Bumi di malam hari langsung terlepas ke atmosfer luar, sehingga suhu di permukaan terasa lebih dingin terutama dini hari<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Apa Dampaknya bagi Indonesia?<\/h3>\n<p>Berikut ini dampak yang sebenarnya terjadi, yang kerap disalahartikan sebagai akibat dari aphelion:<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Penurunan suhu udara terutama pada malam hingga pagi hari<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Potensi munculnya embun es (embun upas) di dataran tinggi seperti Dieng<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Kondisi kering dan berdebu karena minimnya curah hujan<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Udara terasa lebih sejuk dan dingin, tapi bukan karena posisi Bumi di aphelion<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jadi, cuaca dingin yang Anda rasakan bukan disebabkan oleh aphelion, melainkan oleh musim kemarau dan angin musiman dari Australia.<\/p>\n<h3>Kesimpulan<\/h3>\n<p>Aphelion adalah fenomena tahunan yang terjadi saat Bumi berada paling jauh dari Matahari<\/p>\n<p>Terjadi pada 4 Juli 2025 pukul 02.54 WIB<\/p>\n<p>Tidak berpengaruh langsung terhadap cuaca atau suhu di Indonesia<\/p>\n<p>Cuaca dingin saat ini disebabkan oleh angin muson dingin dari Australia dan musim kemarau<\/p>\n<p>Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi menyesatkan yang menyebut aphelion sebagai penyebab cuaca ekstrem. Fenomena ini aman dan merupakan bagian dari siklus astronomi tahunan yang wajar.<\/p>\n<h3>Tips dari BMKG<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h4>Gunakan pakaian hangat saat malam hingga pagi hari<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Tetap jaga kesehatan, terutama bagi lansia dan anak-anak<\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>Jangan sebar informasi hoaks soal aphelion dan cuaca dingin<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ingin tahu fenomena langit lainnya yang akan terjadi bulan ini? Ikuti terus informasi resmi dari BMKG atau lembaga astronomi terpercaya lainnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Fenomena Aphelion yang Sedang Terjadi Juli 2025? Berikut Pengertian dan Dampaknya! Pada bulan Juli 2025, langit kembali menyuguhkan salah satu fenomena astronomi tahunan yang menarik perhatian publik, yakni Aphelion. Namun, tak sedikit yang masih salah paham tentang fenomena ini, terutama soal kaitannya dengan cuaca dingin yang akhir-akhir ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35462,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[22657,22655,22658,22656,22659,22661,22660],"class_list":["post-35461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-apa-itu-aphelion","tag-aphelion-juli-2025","tag-dampak-aphelion","tag-fenomena-aphelion","tag-fenomena-astronomi-juli-2025","tag-jarak-bumi-dan-matahari","tag-perbedaan-aphelion-dan-perihelion"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35461"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35461\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35463,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35461\/revisions\/35463"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35462"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}