{"id":36014,"date":"2025-09-04T11:55:49","date_gmt":"2025-09-04T04:55:49","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=36014"},"modified":"2025-09-04T11:55:49","modified_gmt":"2025-09-04T04:55:49","slug":"fungsi-manajemen-menurut-para-ahli-dan-relevansinya-di-era-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/fungsi-manajemen-menurut-para-ahli-dan-relevansinya-di-era-modern\/","title":{"rendered":"Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli dan Relevansinya di Era Modern"},"content":{"rendered":"<h2>Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli dan Relevansinya di Era Modern<\/h2>\n<p>Manajemen merupakan salah satu bidang penting dalam ilmu sosial yang mempelajari bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Keberhasilan sebuah organisasi, baik dalam lingkup bisnis, pendidikan, maupun pemerintahan, sangat ditentukan oleh kemampuan manajerial yang dimiliki oleh para pemimpinnya. Oleh karena itu, memahami fungsi manajemen menurut para ahli menjadi hal yang fundamental, khususnya bagi mahasiswa sebagai calon profesional di masa depan.<\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas berbagai pandangan tokoh-tokoh manajemen mengenai fungsi manajemen, sekaligus menyoroti relevansinya dalam praktik nyata di era modern.<\/p>\n<h3>Fungsi Manajemen secara Umum<\/h3>\n<p>Secara garis besar, fungsi manajemen dapat dikelompokkan dalam empat aspek utama yang dikenal dengan istilah POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling).<\/p>\n<ul>\n<li>Planning (Perencanaan), proses menentukan tujuan serta strategi untuk mencapainya.<\/li>\n<li>Organizing (Pengorganisasian), pengaturan sumber daya, baik manusia maupun non-manusia, agar dapat digunakan secara optimal.<\/li>\n<li>Actuating (Penggerakan), kegiatan memotivasi dan mengarahkan individu atau kelompok untuk bekerja sesuai tujuan organisasi.<\/li>\n<li>Controlling (Pengendalian), pemantauan serta evaluasi terhadap jalannya kegiatan agar tetap sesuai dengan rencana.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsep POAC menjadi dasar bagi berbagai teori manajemen yang dikemukakan oleh para ahli, meskipun masing-masing tokoh memberikan penekanan yang berbeda.<\/p>\n<h3>Pandangan Para Ahli<\/h3>\n<ul>\n<li>Sondang P. Siagian<br \/>\nDr. Sondang P. Siagian menambahkan satu fungsi penting dalam manajemen, yaitu evaluasi. Menurutnya, fungsi manajemen terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan penilaian. Evaluasi dipandang sebagai langkah akhir untuk menilai sejauh mana tujuan telah tercapai sekaligus memberikan umpan balik bagi perbaikan.<\/li>\n<li>Luther Gullick<br \/>\nLuther Gullick mengemukakan konsep yang dikenal dengan POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, dan Budgeting). Model ini memperluas fungsi manajemen dengan memasukkan aspek staffing (penempatan pegawai), reporting (pelaporan), dan budgeting (penganggaran). Pendekatan Gullick dianggap relevan dalam organisasi modern yang menuntut transparansi dan akuntabilitas.<\/li>\n<li>Henry Fayol<br \/>\nHenry Fayol, seorang tokoh klasik dalam manajemen, membagi fungsi manajemen menjadi lima, yaitu: planning, organizing, commanding, coordinating, dan controlling. Model Fayol menekankan pentingnya koordinasi antarbagian organisasi serta perintah yang jelas dari pimpinan untuk menciptakan keteraturan.<\/li>\n<li>George R. Terry<br \/>\nGeorge R. Terry lebih menekankan fungsi manajemen pada empat aspek utama (POAC). Ia menyoroti pentingnya actuating, yakni kemampuan seorang manajer dalam menggerakkan orang lain melalui motivasi, komunikasi, dan kepemimpinan yang efektif<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Relevansi dalam Era Modern<\/h3>\n<ul>\n<li>Fungsi manajemen tidak hanya penting dalam organisasi bisnis, tetapi juga dalam dunia pendidikan, pemerintahan, dan kehidupan sehari-hari.<\/li>\n<li>Perencanaan Strategis sangat relevan di era digital, ketika organisasi harus cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi.<\/li>\n<li>Pengorganisasian membantu pembagian tugas yang jelas di tengah tren kerja kolaboratif dan lintas disiplin.<\/li>\n<li>Penggerakan menuntut keterampilan kepemimpinan yang adaptif, terutama dalam mengelola generasi muda dengan pola kerja fleksibel.<\/li>\n<li>Pengendalian dan Evaluasi semakin penting untuk memastikan kualitas, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap proses organisasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan demikian, meskipun konsep fungsi manajemen telah lama dikemukakan, esensinya tetap relevan dan dapat diaplikasikan hingga saat ini.<\/p>\n<h3>Kesimpulan<\/h3>\n<p>Fungsi manajemen merupakan dasar yang tidak terpisahkan dari keberhasilan sebuah organisasi. Berbagai ahli, mulai dari Fayol, Terry, Gullick, hingga Siagian, memberikan kontribusi berharga dalam memperkaya pemahaman tentang fungsi manajemen.<\/p>\n<p>Meskipun terdapat variasi dalam rumusan masing-masing, pada dasarnya seluruhnya mengarah pada pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Bagi mahasiswa, memahami fungsi manajemen tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga praktis untuk diterapkan dalam organisasi kampus maupun kehidupan profesional di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi Manajemen Menurut Para Ahli dan Relevansinya di Era Modern Manajemen merupakan salah satu bidang penting dalam ilmu sosial yang mempelajari bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efisien. Keberhasilan sebuah organisasi, baik dalam lingkup bisnis, pendidikan, maupun pemerintahan, sangat ditentukan oleh kemampuan manajerial yang dimiliki oleh para pemimpinnya. Oleh karena itu, memahami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36016,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[23134,23135,13936,23131,23139,23138,23133,23136,23132,23137,23140],"class_list":["post-36014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-actuating","tag-controlling","tag-fungsi-manajemen","tag-fungsi-manajemen-menurut-para-ahli","tag-kepemimpinan-adaptif","tag-manajemen-strategis-di-era-digital","tag-organizing","tag-perencanaan-dalam-manajemen","tag-poac-planning","tag-relevansi-manajemen-di-era-modern","tag-transparansi-dan-akuntabilitas-dalam-manajemen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36014"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36018,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36014\/revisions\/36018"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}