{"id":37254,"date":"2025-10-24T09:25:00","date_gmt":"2025-10-24T02:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=37254"},"modified":"2025-10-24T09:25:00","modified_gmt":"2025-10-24T02:25:00","slug":"apa-itu-topan-ragasa-berikut-ciri-ciri-dan-dampaknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apa-itu-topan-ragasa-berikut-ciri-ciri-dan-dampaknya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Topan Ragasa? Berikut Ciri-Ciri dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<h2>Apa Itu Topan Ragasa? Berikut Ciri-Ciri dan Dampaknya<\/h2>\n<p>Pada tahun 2025, badai tropis Topan Super Ragasa menjadi yang terkuat sepanjang tahun dan memengaruhi banyak negara di Asia Tenggara dan Asia Timur. Ini telah menarik perhatian dunia. Apa sebenarnya Topan Ragasa dan mengapa begitu berbahaya?<\/p>\n<h3>Pengertian Topan Ragasa<\/h3>\n<p>Topan Super Ragasa adalah badai tropis dengan intensitas tertinggi yang terjadi pada pertengahan September 2025 di wilayah utara Yap di Samudra Pasifik Barat. Kondisi laut yang sangat hangat dan kondisi atmosfer menyebabkan badai berkembang dengan cepat.<\/p>\n<p>Pada tanggal 22 September 2025, Ragasa resmi mencapai status super typhoon karena kecepatan anginnya yang paling tinggi mencapai 165 mph, atau 265 km\/jam, menurut skala Saffir-Simpson, menjadikannya badai paling kuat di dunia pada tahun 2025.<\/p>\n<h3>Ciri-Ciri Topan Ragasa<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h5>Intensifikasi Sangat Cepat<\/h5>\n<p>Kemampuannya untuk meningkatkan kekuatan dengan cepat adalah salah satu ciri khas Topan Ragasa. Intensifikasi memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mempersiapkan wilayah baru. Dengan demikian, proses evakuasi dan persiapan bencana menjadi lebih sulit.<\/li>\n<li>\n<h5>Kekuatan Angin Ekstrem<\/h5>\n<p>Ragasa memiliki kemampuan destruktif yang luar biasa dengan kecepatan angin 265 km\/jam. Angin dengan kecepatan ini dapat dengan mudah merobohkan bangunan bertingkat, menghancurkan infrastruktur penting, dan menumbangkan pohon-pohon besar. Badai ini memiliki kemampuan untuk menyebabkan kerusakan yang sangat besar, mencapai kategori 5 skala Saffir-Simpson.<\/li>\n<li>\n<h5>Gelombang Badai Tinggi<\/h5>\n<p>Topan Ragasa terjadi ketika angin kencang mendorong massa air laut ke daratan, menenggelamkan wilayah pesisir dan menyebabkan banjir rob yang besar. Gelombang atau badai ini dapat mencapai ketinggian lebih dari tiga meter.<\/li>\n<li>\n<h5>Cakupan Area yang Luas<\/h5>\n<p>Badai Ragasa memengaruhi wilayah yang luas dengan radius sekitar 320 kilometer. Cakupan besar ini berdampak pada banyak negara sekaligus, bukan hanya satu negara.<\/li>\n<li>\n<h5>Jalur Melewati Wilayah Rawan Bencana<\/h5>\n<p>Lintasan Topan Ragasa melewati daerah dengan topografi yang curam dan pegunungan, seperti utara Luzon dan Taiwan, yang sangat rentan terhadap tanah longsor dan banjir bandang saat hujan deras.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Dampak Topan Ragasa di Berbagai Negara<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<h5>Filipina<\/h5>\n<p>Filipina menjadi negara pertama yang merasakan dampak langsung Topan Ragasa ketika badai ini mendarat di Kepulauan Babuyan, Cagayan. Selama periode yang lama, hujan deras melanda wilayah utara Luzon, menyebabkan banjir dan tanah longsor di banyak tempat.<br \/>\nRibuan warga harus segera dievakuasi ke tempat-tempat yang lebih aman. Badai membawa gelombang setinggi tiga meter ke daerah pesisir, menyebabkan banyak banjir rob dan menyebabkan puluhan ribu rumah kehilangan listrik.<\/li>\n<li>\n<h5>Taiwan<\/h5>\n<p>Meskipun pusat badai tidak melintasi Taiwan secara langsung, bagian timur Taiwan masih terkena dampak besar. Hujan lebat menyebabkan tanah longsor di pegunungan Hualien. Bencana ini bahkan menyebabkan jebolnya sebuah danau yang kemudian menimbulkan banjir bandang.<br \/>\nKorban jiwa yang diakibatkan oleh bencana ini mencapai 14 orang meninggal dunia, sementara 124 orang lainnya dinyatakan hilang. Ratusan orang harus dievakuasi, jalan hutan ditutup, dan sistem transportasi mengalami gangguan serius.<\/li>\n<li>\n<h5>Hong Kong<\/h5>\n<p>Topan Ragasa berdampak pada Hong Kong juga. Kota metropolitan ini praktis lumpuh akibat angin topan dan hujan deras yang mengguyur. Jalanan menjadi sepi karena warga lebih memilih untuk berlindung di dalam rumah.<br \/>\nOmbak besar menerjang kawasan pesisir Hong Kong, sementara lebih dari 700 penerbangan harus dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk aktivitas penerbangan.<\/li>\n<li>\n<h5>Tiongkok<\/h5>\n<p>Provinsi Guangdong di bagian selatan Tiongkok juga terkena dampaknya. Pemerintah setempat mengantisipasi dengan mengevakuasi hingga 400.000 orang, termasuk yang tinggal di kota Shenzhen.<br \/>\nOtoritas Tiongkok menyatakan bahwa Topan Ragasa berpotensi menimbulkan bencana besar dengan skala katastropik. Hujan lebat dan angin ekstrem diperkirakan akan melanda wilayah tersebut dalam periode yang cukup panjang.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Topan Ragasa? Berikut Ciri-Ciri dan Dampaknya Pada tahun 2025, badai tropis Topan Super Ragasa menjadi yang terkuat sepanjang tahun dan memengaruhi banyak negara di Asia Tenggara dan Asia Timur. Ini telah menarik perhatian dunia. Apa sebenarnya Topan Ragasa dan mengapa begitu berbahaya? Pengertian Topan Ragasa Topan Super Ragasa adalah badai tropis dengan intensitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24168,24170,24171,24169],"class_list":["post-37254","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-apa-itu-topan-ragasa","tag-ciri-ciri-topan-ragasa","tag-dampak-topan-ragasa-di-berbagai-negara","tag-pengertian-topan-ragasa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37254"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37254\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37361,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37254\/revisions\/37361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}