{"id":37616,"date":"2025-11-10T13:20:47","date_gmt":"2025-11-10T06:20:47","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=37616"},"modified":"2025-11-10T13:20:47","modified_gmt":"2025-11-10T06:20:47","slug":"pajak-progresif-di-indonesia-prinsip-dan-tarifnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/pajak-progresif-di-indonesia-prinsip-dan-tarifnya\/","title":{"rendered":"Pajak Progresif di Indonesia: Prinsip dan Tarifnya"},"content":{"rendered":"<h3>Pajak Progresif di Indonesia: Prinsip dan Tarifnya<\/h3>\n<p>Banyak negara, termasuk Indonesia, menggunakan sistem pajak progresif. Dalam sistem ini, pajak yang dibayarkan akan meningkat seiring dengan penghasilan atau harta wajib pajak. Dengan kata lain, semakin banyak penghasilan atau harta seseorang, semakin banyak pajak yang dikenakan.<\/p>\n<p>Sistem ini dianggap lebih adil karena membebankan pajak yang lebih besar kepada mereka yang mampu, sambil memberikan keringanan bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Untuk pemahaman lebih jelas, yuk, simak penjelasannya.<\/p>\n<h3>Prinsip Pajak Progresif<\/h3>\n<p>Tarif pajak progresif diatur berdasarkan prinsip kemampuan membayar. Semakin besar penghasilan seseorang, semakin tinggi tarif pajak yang dikenakan pada penghasilannya. Berbeda dengan pajak regresif yang justru membebani orang dengan penghasilan rendah, pajak progresif bertujuan untuk menciptakan pemerataan dalam pembebanan pajak.<\/p>\n<p>Pajak progresif banyak diterapkan pada pajak penghasilan (PPh) individu, di mana penghasilan yang lebih tinggi akan dikenakan tarif pajak yang lebih tinggi pula. Sebagai contoh, dalam sistem perpajakan Indonesia, pajak penghasilan dibagi ke dalam beberapa lapisan dengan tarif yang meningkat sesuai dengan jumlah penghasilan.<\/p>\n<h3>Tarif Pajak Progresif<\/h3>\n<p>Pajak progresif biasanya dibagi menjadi beberapa lapisan atau bracket penghasilan, dan tarif pajak yang berbeda diterapkan pada setiap lapisan. Misalnya, jika penghasilan seseorang di bawah lapisan tertentu akan dikenakan tarif pajak tertentu, sebaliknya penghasilan yang melebihi batas lapisan akan dikenakan tarif pajak yang lebih tinggi. Berikut adalah gambaran sederhana:<\/p>\n<ul>\n<li>Penghasilan sampai Rp50 juta dikenakan pajak 5%.<\/li>\n<li>Penghasilan antara Rp50 juta hingga Rp250 juta dikenakan pajak 15%.<\/li>\n<li>Penghasilan antara Rp250 juta hingga Rp500 juta dikenakan pajak 25%.<\/li>\n<li>Penghasilan di atas Rp500 juta dikenakan pajak 30%.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tarif yang lebih tinggi dikenakan pada penghasilan yang melebihi batas lapisan pajak sebelumnya. Oleh karena itu, pajak yang dibayar tidak hanya didasarkan pada tarif di lapisan teratas saja, melainkan dihitung berdasarkan total penghasilan dalam setiap lapisan yang berbeda.<\/p>\n<h3>Pajak Progresif di Indonesia<\/h3>\n<p>Di Indonesia, sistem pajak progresif diterapkan pada pajak penghasilan (PPh) individu. Pajak ini dikenakan pada penghasilan yang melebihi batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang ditentukan setiap tahunnya. Pemerintah juga menetapkan tarif progresif pada jenis pajak lainnya, seperti pajak properti dan pajak kendaraan bermotor.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pajak Progresif di Indonesia: Prinsip dan Tarifnya Banyak negara, termasuk Indonesia, menggunakan sistem pajak progresif. Dalam sistem ini, pajak yang dibayarkan akan meningkat seiring dengan penghasilan atau harta wajib pajak. Dengan kata lain, semakin banyak penghasilan atau harta seseorang, semakin banyak pajak yang dikenakan. Sistem ini dianggap lebih adil karena membebankan pajak yang lebih besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37688,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[24463,24461,24462],"class_list":["post-37616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-pajak-progresif-di-indonesia","tag-prinsip-pajak-progresif","tag-tarif-pajak-progresif"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37616"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37689,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37616\/revisions\/37689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}