{"id":38919,"date":"2026-01-19T10:23:57","date_gmt":"2026-01-19T03:23:57","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=38919"},"modified":"2026-01-19T10:23:57","modified_gmt":"2026-01-19T03:23:57","slug":"angkatan-kerja-pengertian-faktor-pengaruh-dan-jenis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/angkatan-kerja-pengertian-faktor-pengaruh-dan-jenis\/","title":{"rendered":"Angkatan Kerja: Pengertian, Faktor Pengaruh, dan Jenis"},"content":{"rendered":"<p>Angkatan kerja adalah komponen penting dari struktur ekonomi suatu negara. Analisis kondisi ketenagakerjaan dan pembangunan ekonomi nasional membutuhkan pemahaman konsep ini.<\/p>\n<h3>Pengertian Angkatan Kerja<\/h3>\n<p>Angkatan kerja adalah penduduk yang memiliki kemampuan untuk bekerja dan dalam usia produktif 15 hingga 64 tahun. Kelompok ini mencakup mereka yang sedang bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan.<\/p>\n<p>Badan Pusat Statistik mendefinisikan angkatan kerja sebagai penduduk usia kerja yang bekerja atau memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, serta mereka yang sedang mencari pekerjaan. Berbeda dengan bukan angkatan kerja yang mencakup ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, dan pensiunan yang memilih tidak bekerja.<\/p>\n<p>Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 menjelaskan bahwa angkatan kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.<\/p>\n<h3>Faktor yang Mempengaruhi Angkatan Kerja<\/h3>\n<p><strong>Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja di Indonesia adalah:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Usia Penduduk<\/strong><br \/>\nJumlah angkatan kerja sangat dipengaruhi oleh struktur usia penduduk. Jumlah angkatan kerja akan semakin tinggi jika proporsi penduduk yang berada dalam usia produktif semakin besar.<\/li>\n<li><strong>Jenis Kelamin<\/strong><br \/>\nKomposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin turut berpengaruh. Secara tradisional, angkatan kerja laki-laki cenderung lebih tinggi dibandingkan perempuan, meskipun tren ini terus berubah seiring meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja.<\/li>\n<li><strong>Tingkat Pendidikan<\/strong><br \/>\nPendidikan menjadi faktor krusial dalam menentukan kualitas angkatan kerja. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi membuka peluang kerja yang lebih luas dan meningkatkan daya saing tenaga kerja.<\/li>\n<li><strong>Kondisi Kesehatan<\/strong><br \/>\nPeningkatan jaminan kesehatan dapat memperpanjang usia produktif penduduk, sehingga menambah jumlah angkatan kerja yang tersedia.<\/li>\n<li><strong>Perkembangan Teknologi<\/strong><br \/>\nKeterampilan yang diperlukan di dunia kerja dipengaruhi oleh kemajuan teknologi saat ini. Angkatan kerja yang tidak mengikuti perkembangan teknologi berisiko mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Jenis-jenis Angkatan Kerja<\/h2>\n<p><strong>Angkatan kerja dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan kriteria tertentu:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3>Berdasarkan Status Pekerjaan<\/h3>\n<ol>\n<li><strong>Pekerja Penuh:<\/strong><br \/>\nMereka yang memiliki pekerjaan tetap dengan jam kerja 8-10 jam per hari secara teratur dan memperoleh penghasilan tetap.<\/li>\n<li><strong>Setengah Menganggur: <\/strong><br \/>\nKelompok yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu atau memiliki produktivitas rendah dengan penghasilan tidak memadai. Kategori ini terbagi menjadi setengah menganggur kentara dan tidak kentara.<\/li>\n<li><strong>Pengangguran: <\/strong><br \/>\nPenduduk usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan atau sedang aktif mencari pekerjaan. Pengangguran dapat berbentuk friksional, musiman, siklikal, struktural, teknologi, atau karena kurangnya permintaan agregat.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<li>\n<h3>Berdasarkan Usia dan Aktivitas<\/h3>\n<p>Pengelompokan ini membantu dalam menentukan distribusi angkatan kerja berdasarkan kelompok usia. Data BPS menunjukkan bahwa kelompok usia 25-29 tahun merupakan angkatan kerja terbesar di Indonesia, mencapai 17,18 juta jiwa.<\/p>\n<p>Untuk merencanakan pembangunan ekonomi nasional, sangat penting untuk memahami konsep angkatan kerja. Pemerintah harus terus berusaha meningkatkan kualitas angkatan kerja melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan ketersediaan lapangan kerja yang cukup. Dengan demikian, angkatan kerja Indonesia dapat berkontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Angkatan kerja adalah komponen penting dari struktur ekonomi suatu negara. Analisis kondisi ketenagakerjaan dan pembangunan ekonomi nasional membutuhkan pemahaman konsep ini. Pengertian Angkatan Kerja Angkatan kerja adalah penduduk yang memiliki kemampuan untuk bekerja dan dalam usia produktif 15 hingga 64 tahun. Kelompok ini mencakup mereka yang sedang bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan. Badan Pusat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39029,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[25467,25468,25466],"class_list":["post-38919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-faktor-yang-mempengaruhi-angkatan-kerja","tag-jenis-jenis-angkatan-kerja","tag-pengertian-angkatan-kerja"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38919"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39030,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38919\/revisions\/39030"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39029"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}