{"id":39767,"date":"2026-02-13T09:01:38","date_gmt":"2026-02-13T02:01:38","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=39767"},"modified":"2026-02-13T09:01:38","modified_gmt":"2026-02-13T02:01:38","slug":"daftar-10-kota-tertua-di-indonesia-menurut-sejarah-berdirinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/daftar-10-kota-tertua-di-indonesia-menurut-sejarah-berdirinya\/","title":{"rendered":"Daftar 10 Kota Tertua di Indonesia Menurut Sejarah Berdirinya"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia memiliki sejarah peradaban yang panjang dengan berbagai kota berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Kota-kota tertua yang ada di Indonesia ini menjadi saksi bisu perjalanan bangsa dari era kerajaan hingga modern. Keberadaan kota ini bahkan memiliki usia yang jauh lebih tua daripada usia Indonesia merdeka. Lantas, apa saja daftar kota tertua di Indonesia? berikut daftarnya<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h3>Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Abad ke-4 Masehi)<\/h3>\n<p>Kutai Kartanegara dikenal sebagai kota tertua di Indonesia berdasarkan penemuan prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai yang berasal dari sekitar abad ke-4 Masehi. Kerajaan Hindu tertua di Nusantara ini menandai awal peradaban tertulis di Indonesia. Prasasti yang ditemukan menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Sansekerta, membuktikan kemajuan peradaban pada masa itu.<\/li>\n<li>\n<h3>Palembang, Sumatera Selatan (Abad ke-7 Masehi)<\/h3>\n<p>Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya yang berdiri sejak abad ke-7 Masehi dan menjadi kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. Kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Buddha. Prasasti Kedukan Bukit bertahun 682 Masehi menjadi bukti sejarah kejayaan Palembang sebagai kota pelabuhan internasional.<\/li>\n<li>\n<h3>Barus, Sumatera Utara (Abad ke-9 Masehi)<\/h3>\n<p>Barus telah dikenal sejak abad ke-9 sebagai pelabuhan penghasil kapur barus yang terkenal hingga ke Timur Tengah dan Eropa. Kota pesisir ini menjadi jalur perdagangan penting yang menghubungkan Nusantara dengan pedagang Arab, Persia, dan India. Catatan pelaut Arab menyebut Barus sebagai Fansur, pusat perdagangan komoditas eksotis.<\/li>\n<li>\n<h3>Gresik, Jawa Timur (Abad ke-11 Masehi)<\/h3>\n<p>Gresik tercatat dalam prasasti Kamalagyan tahun 1037 Masehi sebagai pelabuhan penting Kerajaan Kediri. Kota ini berkembang menjadi bandar niaga strategis dan pintu masuk penyebaran Islam di Jawa. Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, salah satu Wali Songo, berada di Gresik dan menjadi bukti peran pentingnya dalam sejarah Islam Nusantara.<\/li>\n<li>\n<h3>Tuban, Jawa Timur (Abad ke-11 Masehi)<\/h3>\n<p>Tuban disebutkan dalam Kitab Nagarakertagama sebagai pelabuhan penting pada masa Majapahit. Kota ini telah ada sejak abad ke-11 dan menjadi pusat perdagangan garam serta komoditas lainnya. Situs bersejarah seperti Masjid Agung Tuban dan makam Sunan Bonang menunjukkan nilai historisnya yang tinggi.<\/li>\n<li>\n<h3>Jakarta (Sunda Kelapa), DKI Jakarta (1527)<\/h3>\n<p>Jakarta dimulai dari pelabuhan Sunda Kelapa yang diserang Fatahillah pada 22 Juni 1527, tanggal yang kini diperingati sebagai hari jadi Jakarta. Sebelumnya wilayah ini merupakan bagian Kerajaan Sunda bernama Sunda Kelapa, kemudian berganti nama menjadi Jayakarta dan akhirnya Batavia pada masa kolonial Belanda sebelum menjadi Jakarta.<\/li>\n<li>\n<h3>Cirebon, Jawa Barat (Abad ke-15 Masehi)<\/h3>\n<p>Cirebon berdiri sekitar abad ke-15 sebagai kesultanan Islam yang didirikan Sunan Gunung Jati. Nama Cirebon berasal dari &#8220;Caruban&#8221; yang berarti campuran, mencerminkan akulturasi budaya Sunda, Jawa, dan Arab. Keraton Kasepuhan dan Kanoman menjadi peninggalan bersejarah yang masih berdiri hingga kini.<\/li>\n<li>\n<h3>Banten Lama, Banten (1526)<\/h3>\n<p>Kesultanan Banten didirikan tahun 1526 oleh Sultan Hasanuddin setelah penaklukan kerajaan Hindu-Buddha Banten. Kota ini berkembang pesat sebagai pelabuhan internasional yang ramai dikunjungi pedagang dari berbagai negara. Reruntuhan Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten menjadi jejak kejayaan masa lalu.<\/li>\n<li>\n<h3>Demak, Jawa Tengah (1478)<\/h3>\n<p>Demak dikenal sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa yang berdiri tahun 1478. Masjid Agung Demak yang dibangun oleh Wali Songo menjadi simbol penyebaran Islam di Tanah Jawa. Kota ini memainkan peran penting dalam transisi kekuasaan dari era Hindu-Buddha ke Islam di Nusantara.<\/li>\n<li>\n<h3>Ternate, Maluku Utara (Abad ke-13 Masehi)<\/h3>\n<p>Kesultanan Ternate berdiri sejak abad ke-13 sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, khususnya cengkeh. Kota ini menarik perhatian pedagang asing termasuk Portugis dan Spanyol untuk menguasai jalur rempah. Benteng Kastela dan istana kesultanan menjadi bukti peran strategis Ternate dalam sejarah perdagangan dunia.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Kota-kota tertua di Indonesia mencerminkan kekayaan sejarah dan peradaban Nusantara. Dari Kutai yang mencatat peradaban Hindu pertama hingga Ternate sebagai pusat rempah dunia, setiap kota memiliki peran penting dalam membentuk identitas bangsa Indonesia. Melestarikan warisan sejarah ini menjadi tanggung jawab bersama untuk generasi mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia memiliki sejarah peradaban yang panjang dengan berbagai kota berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Kota-kota tertua yang ada di Indonesia ini menjadi saksi bisu perjalanan bangsa dari era kerajaan hingga modern. Keberadaan kota ini bahkan memiliki usia yang jauh lebih tua daripada usia Indonesia merdeka. Lantas, apa saja daftar kota tertua di Indonesia? berikut daftarnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39822,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[26078,26074,26077,26079,26075,220,26081,26073,224,26080,26076],"class_list":["post-39767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-banten-lama","tag-barus","tag-cirebon","tag-demak","tag-gresik","tag-jakarta","tag-kota-tertua-di-indonesia","tag-kutai-kartanegara","tag-palembang","tag-ternate","tag-tuban"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39767"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39823,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39767\/revisions\/39823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}