{"id":40144,"date":"2026-03-03T13:30:40","date_gmt":"2026-03-03T06:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=40144"},"modified":"2026-03-03T13:30:40","modified_gmt":"2026-03-03T06:30:40","slug":"pengertian-jenis-dan-fungsi-akar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/pengertian-jenis-dan-fungsi-akar\/","title":{"rendered":"Pengertian, Jenis, dan Fungsi Akar"},"content":{"rendered":"<p>Akar merupakan salah satu organ vital dalam sistem anatomi tumbuhan yang memiliki peranan krusial bagi kelangsungan hidup tanaman. Sebagai bagian yang umumnya berada di bawah permukaan tanah, akar memiliki struktur dan fungsi khusus yang membedakannya dari organ tumbuhan lainnya.<\/p>\n<h2>Pengertian Akar<\/h2>\n<p>Akar adalah organ tumbuhan yang biasanya tumbuh ke dalam tanah dengan arah gerak menuju pusat gravitasi bumi (geotropisme positif) dan menjauhi cahaya (fototropisme negatif). Secara morfologi, akar tidak memiliki daun, tidak berbuku-buku, dan umumnya berwarna putih kecokelatan hingga kecokelatan. Organ ini berkembang dari akar lembaga atau radikula yang terdapat pada biji ketika proses perkecambahan berlangsung.<br \/>\nStruktur akar terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu tudung akar (kaliptra) yang melindungi ujung akar, zona pembelahan sel, zona pemanjangan, zona diferensiasi, serta bagian yang sudah matang dan dilengkapi dengan rambut-rambut akar untuk meningkatkan luas permukaan penyerapan.<\/p>\n<h2>Jenis-Jenis Akar<\/h2>\n<p><strong>Berdasarkan bentuk dan sistem pertumbuhannya, akar tumbuhan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis utama:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Akar Tunggang<\/strong><br \/>\nAkar tunggang memiliki satu akar pokok yang tumbuh lurus ke bawah dengan ukuran lebih besar dibandingkan akar-akar cabangnya. Jenis akar ini umumnya dimiliki oleh tumbuhan dikotil seperti mangga, jeruk, kacang tanah, dan mahoni. Akar tunggang memiliki kemampuan penetrasi tanah yang dalam sehingga memberikan kestabilan tinggi pada tumbuhan.<\/li>\n<li><strong>Akar Serabut<\/strong><br \/>\nAkar serabut tidak memiliki akar pokok yang dominan, melainkan terdiri dari banyak akar yang berukuran hampir sama dan tumbuh dari pangkal batang. Sistem akar ini khas dimiliki oleh tumbuhan monokotil seperti padi, jagung, rumput, dan kelapa. Akar serabut cenderung menyebar horizontal di lapisan tanah bagian atas.<\/li>\n<li><strong>Akar Adventif<\/strong><br \/>\nAkar adventif adalah akar yang tumbuh tidak dari akar lembaga atau radikula, tetapi dari bagian tumbuhan lain seperti batang atau daun. Contohnya dapat ditemukan pada tanaman sirih, tebu, dan beringin. Akar jenis ini sering berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.<\/li>\n<li><strong>Akar Gantung<\/strong><br \/>\nAkar gantung merupakan akar yang tumbuh dari batang dan menggantung bebas di udara sebelum mencapai tanah. Beringin dan berbagai jenis anggrek memiliki akar tipe ini yang berfungsi sebagai penopang tambahan setelah mencapai tanah.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Fungsi Akar pada Tumbuhan<\/h2>\n<p><strong>Akar memiliki beragam fungsi penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Menyerap Air dan Mineral<\/strong><br \/>\nFungsi utama akar adalah menyerap air dan unsur hara mineral dari dalam tanah melalui rambut-rambut akar. Proses penyerapan ini melibatkan mekanisme osmosis dan transpor aktif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuhan.<\/li>\n<li><strong>Menyimpan Cadangan Makanan<\/strong><br \/>\nBeberapa jenis akar termodifikasi menjadi organ penyimpan cadangan makanan dalam bentuk karbohidrat, seperti pada wortel, singkong, ubi jalar, dan lobak. Modifikasi ini menguntungkan bagi manusia karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan.<\/li>\n<li><strong>Memperkokoh Berdirinya Tumbuhan<\/strong><br \/>\nAkar berfungsi sebagai jangkar yang menancap di dalam tanah sehingga tumbuhan dapat berdiri tegak dan tidak mudah roboh. Semakin dalam dan luas sistem perakaran, semakin kuat pula tumbuhan tersebut menahan berbagai guncangan.<\/li>\n<li><strong>Alat Pernapasan<\/strong><br \/>\nPada beberapa tumbuhan yang hidup di lingkungan berair atau becek, akar dapat termodifikasi menjadi pneumatofor atau akar napas yang mencuat ke atas permukaan untuk membantu pertukaran gas, seperti pada tumbuhan bakau.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Memahami sistem perakaran tumbuhan sangat penting dalam bidang pertanian, kehutanan, dan hortikultura untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman serta konservasi tanah dan air.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akar merupakan salah satu organ vital dalam sistem anatomi tumbuhan yang memiliki peranan krusial bagi kelangsungan hidup tanaman. Sebagai bagian yang umumnya berada di bawah permukaan tanah, akar memiliki struktur dan fungsi khusus yang membedakannya dari organ tumbuhan lainnya. Pengertian Akar Akar adalah organ tumbuhan yang biasanya tumbuh ke dalam tanah dengan arah gerak menuju [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40316,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[26538,14040,26537],"class_list":["post-40144","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-fungsi-akar-pada-tumbuhan","tag-jenis-jenis-akar","tag-pengertian-akar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40144","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40144"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40144\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40317,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40144\/revisions\/40317"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40144"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40144"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40144"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}