{"id":48099,"date":"2026-08-15T14:15:10","date_gmt":"2026-08-15T07:15:10","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=48099"},"modified":"2026-08-15T14:15:33","modified_gmt":"2026-08-15T07:15:33","slug":"sistem-peredaran-darah-manusia-dan-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/sistem-peredaran-darah-manusia-dan-fungsinya\/","title":{"rendered":"Sistem Peredaran Darah Manusia dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"<h1>Sistem Peredaran Darah Manusia dan Fungsinya<\/h1>\n<p>Tubuh manusia membutuhkan sistem yang mampu mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh sekaligus membawa zat sisa untuk dikeluarkan. Peran tersebut dijalankan oleh sistem peredaran darah manusia. Sistem ini bekerja terus-menerus melalui kerja sama antara jantung, darah, dan pembuluh darah.<\/p>\n<p>Sistem peredaran darah menjadi bagian penting dalam menjaga organ dan jaringan tubuh tetap berfungsi. Lantas, bagaimana sistem peredaran darah manusia bekerja dan apa saja fungsinya?<\/p>\n<h2>Pengertian Sistem Peredaran Darah Manusia<\/h2>\n<p>Sistem peredaran darah atau sistem kardiovaskular merupakan sistem yang berfungsi mengedarkan darah dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Darah menjadi media transportasi berbagai zat yang diperlukan tubuh.<\/p>\n<p>Pada manusia, sistem peredaran darah termasuk sistem peredaran darah tertutup karena darah mengalir di dalam pembuluh darah. Selain itu, manusia memiliki peredaran darah ganda, yaitu peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.<\/p>\n<h2>Komponen Sistem Peredaran Darah<\/h2>\n<p>Sistem peredaran darah manusia terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:<\/p>\n<h3>1. Jantung<\/h3>\n<p>Jantung merupakan organ yang berfungsi sebagai pompa darah. Organ ini memiliki empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.<\/p>\n<p>Jantung memompa darah ke paru-paru untuk pertukaran gas dan mengedarkan darah ke seluruh tubuh.<\/p>\n<h3>2. Darah<\/h3>\n<p>Darah berfungsi sebagai media transportasi dalam tubuh. Darah membawa oksigen, zat makanan, hormon, serta mengangkut karbon dioksida dan berbagai zat sisa metabolisme.<\/p>\n<p>Darah juga terdiri atas plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit yang memiliki fungsi berbeda.<\/p>\n<h3>3. Pembuluh Darah<\/h3>\n<p>Pembuluh darah menjadi saluran tempat darah mengalir. Berdasarkan jenisnya, pembuluh darah terdiri dari arteri, vena, dan kapiler.<\/p>\n<ul>\n<li>Arteri membawa darah keluar dari jantung.<\/li>\n<li>Vena membawa darah kembali menuju jantung.<\/li>\n<li>Kapiler menjadi tempat pertukaran oksigen, karbon dioksida, nutrisi, dan zat sisa antara darah dengan jaringan tubuh.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Mekanisme Peredaran Darah Manusia<\/h2>\n<p>Peredaran darah manusia berlangsung secara terus-menerus melalui kerja sama antara jantung, paru-paru, dan seluruh jaringan tubuh. Berdasarkan jalurnya, mekanisme peredaran darah manusia dibedakan menjadi peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.<\/p>\n<h3>1. Peredaran Darah Besar<\/h3>\n<p>Peredaran darah besar disebut juga sirkulasi sistemik. Prosesnya dimulai ketika darah kaya oksigen dari bilik kiri jantung dipompa melalui aorta menuju seluruh tubuh.<\/p>\n<p>Setelah oksigen digunakan oleh jaringan, darah yang membawa lebih banyak karbon dioksida kembali ke jantung melalui vena kava dan masuk ke serambi kanan.<\/p>\n<p>Urutannya secara sederhana:<\/p>\n<p><strong>Jantung \u2192 seluruh tubuh \u2192 jantung.<\/strong><\/p>\n<h3>2. Peredaran Darah Kecil<\/h3>\n<p>Peredaran darah kecil disebut juga sirkulasi pulmonal. Proses ini berlangsung antara jantung dan paru-paru.<\/p>\n<p>Darah dari bilik kanan dipompa menuju paru-paru melalui arteri pulmonalis. Di paru-paru terjadi pertukaran gas, kemudian darah yang kaya oksigen kembali menuju serambi kiri melalui vena pulmonalis.<\/p>\n<p>Urutannya:<\/p>\n<p><strong>Jantung \u2192 paru-paru \u2192 jantung.<\/strong><\/p>\n<h2>Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia<\/h2>\n<p>Sistem peredaran darah memiliki berbagai fungsi penting, di antaranya:<\/p>\n<h3>1. Mengangkut Oksigen<\/h3>\n<p>Darah membawa oksigen dari paru-paru menuju jaringan dan organ tubuh. Oksigen tersebut diperlukan sel untuk menjalankan berbagai proses kehidupan.<\/p>\n<h3>2. Mengedarkan Nutrisi<\/h3>\n<p>Nutrisi dari makanan yang telah diserap tubuh diangkut melalui darah menuju berbagai jaringan agar dapat digunakan untuk menjalankan fungsi tubuh.<\/p>\n<h3>3. Mengangkut Zat Sisa<\/h3>\n<p>Darah membawa zat sisa hasil metabolisme dari jaringan tubuh menuju organ yang berperan dalam proses pengeluarannya. Karbon dioksida, misalnya, dibawa menuju paru-paru untuk dikeluarkan melalui pernapasan.<\/p>\n<h3>4. Menjaga Suhu Tubuh<\/h3>\n<p>Aliran darah turut membantu mendistribusikan panas sehingga suhu tubuh dapat tetap berada dalam kondisi yang sesuai.<\/p>\n<h3>5. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh<\/h3>\n<p>Sel darah putih berperan dalam pertahanan tubuh terhadap berbagai mikroorganisme atau benda asing yang dapat menyebabkan infeksi.<\/p>\n<h3>6. Mengedarkan Hormon<\/h3>\n<p>Darah juga membantu membawa hormon dari organ atau kelenjar penghasilnya menuju bagian tubuh yang menjadi target.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Sistem peredaran darah manusia merupakan sistem yang bekerja untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh melalui kerja sama antara jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem ini terdiri atas peredaran darah besar yang menghubungkan jantung dengan seluruh tubuh serta peredaran darah kecil yang menghubungkan jantung dengan paru-paru.<\/p>\n<p>Selain mengangkut oksigen dan nutrisi, sistem peredaran darah berfungsi membawa zat sisa, membantu mengatur suhu tubuh, mendukung sistem kekebalan, dan mengedarkan hormon. Karena itu, sistem peredaran darah memiliki peran penting dalam menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem Peredaran Darah Manusia dan Fungsinya Tubuh manusia membutuhkan sistem yang mampu mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh sekaligus membawa zat sisa untuk dikeluarkan. Peran tersebut dijalankan oleh sistem peredaran darah manusia. Sistem ini bekerja terus-menerus melalui kerja sama antara jantung, darah, dan pembuluh darah. Sistem peredaran darah menjadi bagian penting dalam menjaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48100,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[40843,16150,40835,40837,40839,40836,40842,40838,40834,40840,40841,40844,13559],"class_list":["post-48099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-fungsi-darah","tag-fungsi-jantung","tag-fungsi-sistem-peredaran-darah","tag-jantung-dan-peredaran-darah","tag-jenis-pembuluh-darah","tag-komponen-sistem-peredaran-darah","tag-mekanisme-peredaran-darah-manusia","tag-pembuluh-darah","tag-pengertian-sistem-peredaran-darah","tag-peredaran-darah-besar","tag-peredaran-darah-kecil","tag-sistem-kardiovaskular","tag-sistem-peredaran-darah-manusia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48099"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48099\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48101,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48099\/revisions\/48101"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48100"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}