{"id":48236,"date":"2026-08-19T08:35:04","date_gmt":"2026-08-19T01:35:04","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=48236"},"modified":"2026-08-19T08:35:04","modified_gmt":"2026-08-19T01:35:04","slug":"manfaat-kencur-sebagai-bahan-jamu-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/manfaat-kencur-sebagai-bahan-jamu-tradisional\/","title":{"rendered":"Manfaat Kencur sebagai Bahan Jamu Tradisional"},"content":{"rendered":"<h2>Manfaat Kencur sebagai Bahan Jamu Tradisional<\/h2>\n<p>Kencur merupakan salah satu tanaman rimpang yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia. Rimpang ini memiliki aroma yang khas serta rasa sedikit pedas dan menyegarkan. Sejak dahulu, masyarakat memanfaatkan kencur sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan jamu. Salah satu olahan yang paling dikenal adalah beras kencur. Minuman tradisional ini masih banyak dikonsumsi karena memiliki rasa yang relatif ringan dan dipercaya memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.<\/p>\n<p>Kencur mengandung minyak atsiri dan sejumlah senyawa alami yang membuatnya sering digunakan sebagai bahan dalam ramuan tradisional. Penggunaannya dapat ditemukan dalam bentuk minuman jamu, campuran makanan, maupun bahan untuk ramuan luar.<\/p>\n<p>Berikut beberapa manfaat kencur sebagai bahan jamu tradisional:<\/p>\n<h3>1. Membantu Meredakan Batuk<\/h3>\n<p>Kencur secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan batuk. Kandungan alaminya dipercaya dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan serta membantu pengeluaran dahak.<\/p>\n<h3>2. Membantu Menghangatkan Tubuh<\/h3>\n<p>Sensasi hangat yang dihasilkan kencur dapat memberikan rasa nyaman ketika tubuh terasa dingin atau kurang fit.<\/p>\n<h3>3. Membantu Meningkatkan Nafsu Makan<\/h3>\n<p>Jamu berbahan kencur sering digunakan secara tradisional untuk membantu meningkatkan selera makan.<\/p>\n<h3>4. Membantu Mengurangi Perut Kembung<\/h3>\n<p>Kandungan minyak atsiri dalam kencur dipercaya dapat membantu mengurangi rasa penuh dan gas berlebih pada saluran pencernaan.<\/p>\n<h3>5. Membantu Meredakan Pegal Linu<\/h3>\n<p>Kencur sering digunakan dalam ramuan tradisional untuk membantu mengurangi rasa pegal setelah melakukan aktivitas fisik.<\/p>\n<h3>6. Mendukung Pemulihan Stamina<\/h3>\n<p>Minuman beras kencur sering dikonsumsi setelah beraktivitas karena memberikan rasa segar dan dapat membantu mendukung pemulihan energi tubuh.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Kencur menjadi salah satu contoh kekayaan tanaman herbal Indonesia yang tetap bertahan hingga saat ini. Aroma khas, rasa yang menyegarkan, serta pemanfaatannya yang beragam membuat kencur terus digunakan sebagai bahan penting dalam berbagai jenis jamu tradisional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manfaat Kencur sebagai Bahan Jamu Tradisional Kencur merupakan salah satu tanaman rimpang yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia. Rimpang ini memiliki aroma yang khas serta rasa sedikit pedas dan menyegarkan. Sejak dahulu, masyarakat memanfaatkan kencur sebagai salah satu bahan utama dalam pembuatan jamu. Salah satu olahan yang paling dikenal adalah beras kencur. Minuman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48237,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[41287,41288,41289,40534,41285,41286,8624,8621],"class_list":["post-48236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-beras-kencur","tag-jamu-kencur","tag-kencur-herbal","tag-kencur-untuk-batuk","tag-kencur-untuk-kesehatan","tag-kencur-untuk-pencernaan","tag-khasiat-kencur","tag-manfaat-kencur"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48238,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48236\/revisions\/48238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}