{"id":48351,"date":"2026-08-20T10:36:21","date_gmt":"2026-08-20T03:36:21","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=48351"},"modified":"2026-08-20T10:36:21","modified_gmt":"2026-08-20T03:36:21","slug":"penyebab-heartburn-yang-sering-terjadi-jangan-diabaikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/penyebab-heartburn-yang-sering-terjadi-jangan-diabaikan\/","title":{"rendered":"Penyebab Heartburn yang Sering Terjadi, Jangan Diabaikan"},"content":{"rendered":"<h1>Penyebab Heartburn yang Sering Terjadi, Jangan Diabaikan<\/h1>\n<p>Heartburn adalah kondisi ketika muncul sensasi panas seperti terbakar di area dada, tepatnya di belakang tulang dada. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gangguan pada jantung, padahal penyebabnya berasal dari sistem pencernaan, khususnya naiknya asam lambung menuju kerongkongan. Memahami penyebabnya penting agar heartburn tidak dianggap remeh dan dapat dicegah sejak dini.<\/p>\n<h2>Melemahnya Otot Kerongkongan Bagian Bawah<\/h2>\n<p>Secara medis, heartburn terjadi ketika otot yang terletak di bagian bawah kerongkongan melemah. Dalam kondisi normal, otot ini berfungsi menutup jalur antara lambung dan kerongkongan setelah makanan masuk, sehingga asam lambung tidak naik kembali. Ketika otot tersebut melemah, asam lambung dapat mengalir balik dan menimbulkan rasa panas yang khas pada heartburn. Ada beberapa faktor yang membuat otot ini melemah.<\/p>\n<h3>1. Jenis Makanan dan Minuman Tertentu<\/h3>\n<p>Makanan pedas, berlemak, dan asam dikenal dapat memicu naiknya asam lambung. Selain itu, minuman bersoda, kopi, cokelat, dan alkohol juga berisiko melemahkan kerja otot kerongkongan bagian bawah sehingga asam lambung lebih mudah naik.<\/p>\n<h3>2. Posisi Tubuh Setelah Makan<\/h3>\n<p>Berbaring segera setelah makan membuat asam lambung lebih mudah mengalir ke arah kerongkongan. Posisi tubuh yang tidak tegak setelah makan besar menjadi salah satu pemicu heartburn yang paling umum ditemukan.<\/p>\n<h3>3. Tekanan Berlebih pada Perut<\/h3>\n<p>Tekanan pada area perut, misalnya akibat kelebihan berat badan, kehamilan, batuk yang berlangsung intens, atau olahraga tertentu yang melibatkan gerakan menekan perut, dapat mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.<\/p>\n<h3>4. Riwayat Penyakit Tertentu<\/h3>\n<p>Beberapa kondisi medis seperti diabetes, hernia hiatal, serta gangguan autoimun tertentu diketahui berhubungan erat dengan munculnya gejala heartburn. Penderita GERD (<em>Gastro-oesophageal Reflux Disease<\/em>) juga umumnya lebih sering mengalami kondisi ini.<\/p>\n<h3>5. Konsumsi Obat-Obatan Tertentu<\/h3>\n<p>Sejumlah obat, termasuk yang digunakan untuk mengatasi asma, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung, dapat memengaruhi kekuatan otot kerongkongan sehingga meningkatkan risiko heartburn.<\/p>\n<h3>6. Gaya Hidup yang Kurang Sehat<\/h3>\n<p>Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta asupan kafein berlebihan turut berkontribusi terhadap naiknya asam lambung. Ketiga kebiasaan ini termasuk faktor risiko yang sebenarnya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.<\/p>\n<h2>Jangan Abaikan Gejalanya<\/h2>\n<p>Heartburn yang muncul sesekali umumnya bukan kondisi berbahaya. Namun, bila gejala ini terjadi berulang kali dalam seminggu, disertai kesulitan menelan, atau tidak membaik meski sudah mengonsumsi obat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Penanganan yang tepat sejak awal dapat mencegah komplikasi yang lebih serius pada saluran pencernaan.<\/p>\n<p>Dengan mengenali berbagai penyebab di atas, langkah pencegahan seperti menjaga pola makan, mengatur posisi tubuh setelah makan, dan membatasi konsumsi makanan pemicu dapat dilakukan lebih maksimal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab Heartburn yang Sering Terjadi, Jangan Diabaikan Heartburn adalah kondisi ketika muncul sensasi panas seperti terbakar di area dada, tepatnya di belakang tulang dada. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gangguan pada jantung, padahal penyebabnya berasal dari sistem pencernaan, khususnya naiknya asam lambung menuju kerongkongan. Memahami penyebabnya penting agar heartburn tidak dianggap remeh dan dapat dicegah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48352,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[41556,41554,41520,41555,41523,38759,41522,41553],"class_list":["post-48351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cara-mencegah-heartburn","tag-faktor-pemicu-heartburn","tag-gejala-heartburn","tag-heartburn-dan-asam-lambung","tag-heartburn-dan-gerd","tag-penyebab-asam-lambung-naik","tag-penyebab-heartburn","tag-penyebab-heartburn-kambuh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48351"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48351\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48353,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48351\/revisions\/48353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48352"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}