{"id":49474,"date":"2026-09-08T08:24:03","date_gmt":"2026-09-08T01:24:03","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=49474"},"modified":"2026-09-08T08:24:03","modified_gmt":"2026-09-08T01:24:03","slug":"jenis-dan-manfaat-jamu-tradisional-yang-perlu-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/jenis-dan-manfaat-jamu-tradisional-yang-perlu-diketahui\/","title":{"rendered":"Jenis dan Manfaat Jamu Tradisional yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"<article>\n<h1>Jenis dan Manfaat Jamu Tradisional yang Perlu Diketahui<\/h1>\n<p>Jamu merupakan minuman kesehatan tradisional Indonesia yang diracik dari bahan-bahan alami, seperti rimpang, daun, kulit batang, dan buah. Minuman ini telah dikenal masyarakat sejak zaman kerajaan dan hingga kini masih banyak dikonsumsi karena dipercaya membantu menjaga kesehatan tubuh tanpa efek samping yang berat. Berikut beberapa jenis jamu tradisional beserta manfaatnya.<\/p>\n<h2>1. Beras Kencur<\/h2>\n<p>Jamu beras kencur terbuat dari kencur, beras, jahe, dan asam jawa. Rasa manis dan segar membuatnya cocok untuk berbagai usia. Jamu ini dipercaya dapat menambah nafsu makan, meredakan pegal-pegal, serta meningkatkan stamina tubuh.<\/p>\n<h2>2. Kunyit Asam<\/h2>\n<p>Kunyit asam dibuat dari kunyit dan asam jawa yang direbus bersama gula merah. Kandungan kurkumin di dalamnya diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Jamu ini umum dikonsumsi untuk meredakan nyeri saat menstruasi serta menjaga kesehatan kulit.<\/p>\n<h2>3. Sinom<\/h2>\n<p>Sinom terbuat dari daun asam muda yang dipadukan dengan kunyit, temulawak, dan beberapa rempah lainnya. Jamu ini dipercaya dapat menambah nafsu makan, membantu mengatasi gangguan lambung, serta menjaga kesehatan organ kewanitaan.<\/p>\n<h2>4. Cabe Puyang<\/h2>\n<p>Cabe puyang terbuat dari cabai jawa dan lempuyang. Jamu ini dikenal sebagai obat pegal linu dan sering dikonsumsi setelah beraktivitas berat untuk meredakan nyeri otot serta kesemutan.<\/p>\n<h2>5. Pahitan<\/h2>\n<p>Pahitan dibuat dari daun sambiloto, terkadang ditambah brotowali. Meski rasanya pahit, jamu ini dipercaya bermanfaat untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit, menambah nafsu makan, serta membantu menjaga kadar gula darah.<\/p>\n<h2>6. Uyup-Uyup<\/h2>\n<p>Uyup-uyup atau gepyokan diracik dari berbagai empon-empon seperti kencur, kunyit, jahe, dan beluntas. Jamu ini biasa dikonsumsi ibu menyusui karena dipercaya dapat membantu memperlancar produksi ASI.<\/p>\n<h2>7. Temulawak<\/h2>\n<p>Jamu temulawak dibuat dari rimpang temulawak yang dipadukan dengan asam jawa dan gula aren. Kandungan antioksidannya dipercaya membantu meredakan gangguan pencernaan, seperti mual dan masuk angin.<\/p>\n<h2>Jamu sebagai Alternatif Kesehatan<\/h2>\n<p>Sejumlah bahan jamu telah diteliti dan digunakan untuk mengobati keluhan tertentu, seperti batuk berdahak, sakit kepala, wasir, dan perut kembung, selain jenis di atas. Kini jamu juga banyak dikemas dalam bentuk modern, seperti bubuk dan kapsul, sehingga lebih praktis dikonsumsi masyarakat perkotaan.<\/p>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p>Jamu tradisional merupakan warisan budaya Indonesia yang tetap relevan hingga saat ini. Dengan memahami jenis dan manfaatnya, masyarakat dapat memilih jamu sesuai kebutuhan kesehatan masing-masing. Meski demikian, konsumsi jamu tetap perlu disesuaikan dengan takaran yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.<\/p>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenis dan Manfaat Jamu Tradisional yang Perlu Diketahui Jamu merupakan minuman kesehatan tradisional Indonesia yang diracik dari bahan-bahan alami, seperti rimpang, daun, kulit batang, dan buah. Minuman ini telah dikenal masyarakat sejak zaman kerajaan dan hingga kini masih banyak dikonsumsi karena dipercaya membantu menjaga kesehatan tubuh tanpa efek samping yang berat. Berikut beberapa jenis jamu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":49475,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[44765,41287,44759,44768,6478,44751,44766,44749,44753,44756,44752,44755,44760,44754,44750,41290,44762,44758,6480,44764,44767,44761,44757,44763,21329],"class_list":["post-49474","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahan-jamu-tradisional","tag-beras-kencur","tag-cabe-puyang","tag-jamu-sebagai-alternatif-kesehatan","tag-jamu-temulawak","tag-jamu-tradisional-indonesia","tag-jamu-untuk-kesehatan","tag-jenis-jamu-tradisional","tag-jenis-jenis-jamu","tag-kunyit-asam","tag-macam-macam-jamu","tag-manfaat-beras-kencur","tag-manfaat-cabe-puyang","tag-manfaat-jamu","tag-manfaat-jamu-tradisional","tag-manfaat-kunyit-asam","tag-manfaat-pahitan","tag-manfaat-sinom","tag-manfaat-temulawak","tag-manfaat-uyup-uyup","tag-minuman-herbal-tradisional","tag-pahitan","tag-sinom","tag-uyup-uyup","tag-warisan-budaya-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49474","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49474"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49474\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49477,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49474\/revisions\/49477"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49475"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49474"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49474"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49474"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}