{"id":50321,"date":"2026-09-22T15:17:45","date_gmt":"2026-09-22T08:17:45","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=50321"},"modified":"2026-09-23T10:33:17","modified_gmt":"2026-09-23T03:33:17","slug":"mengenal-majas-metafora-beserta-ciri-ciri-dan-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/mengenal-majas-metafora-beserta-ciri-ciri-dan-contohnya\/","title":{"rendered":"Mengenal Majas Metafora Beserta Ciri-Ciri dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<article>Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menggunakan berbagai gaya bahasa untuk menyampaikan pesan agar lebih menarik dan memiliki makna yang lebih mendalam. Salah satu gaya bahasa yang banyak digunakan dalam karya sastra maupun komunikasi adalah majas metafora.Majas ini tidak hanya memperindah sebuah kalimat, tetapi juga membantu menyampaikan perasaan, gagasan, atau gambaran tertentu secara lebih kreatif sehingga pembaca maupun pendengar dapat memahami pesan dengan cara yang berbeda.<\/p>\n<h2>Pengertian Majas Metafora<\/h2>\n<p>Majas metafora merupakan salah satu jenis gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan dua hal secara langsung tanpa memakai kata penghubung seperti &#8220;seperti&#8221;, &#8220;bagai&#8221;, atau &#8220;laksana&#8221;.<\/p>\n<p>Perbandingan dalam majas ini dilakukan dengan cara menggantikan suatu hal dengan hal lain yang dianggap memiliki kesamaan sifat atau karakteristik tertentu. Penggunaan metafora sering ditemukan dalam berbagai bentuk karya, seperti puisi, novel, lagu, pidato, hingga percakapan sehari-hari. Melalui majas ini, sebuah kalimat dapat memiliki nilai estetika yang lebih tinggi serta mampu menggambarkan suatu keadaan secara lebih kuat dan imajinatif.<\/p>\n<h2>Ciri-Ciri Majas Metafora<\/h2>\n<p>Beberapa ciri-ciri utama yang membedakan majas metafora dengan gaya bahasa lainnya antara lain sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tidak menggunakan kata penghubung perbandingan<\/strong><br \/>\nMajas metafora menyampaikan perbandingan secara langsung tanpa menggunakan kata &#8220;seperti&#8221;, &#8220;bagai&#8221;, atau &#8220;laksana&#8221;.<\/li>\n<li><strong>Memiliki makna tidak langsung<\/strong><br \/>\nMakna yang terkandung dalam kalimat metafora biasanya harus dipahami berdasarkan konteks, bukan berdasarkan arti kata sebenarnya.<\/li>\n<li><strong>Membandingkan dua hal yang berbeda<\/strong><br \/>\nMetafora menghubungkan dua objek atau konsep yang sebenarnya tidak sama, tetapi memiliki kesamaan sifat tertentu.<\/li>\n<li><strong>Memberikan efek keindahan bahasa<\/strong><br \/>\nPenggunaan metafora membuat sebuah kalimat menjadi lebih menarik, ekspresif, dan memiliki nilai seni.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Fungsi Majas Metafora<\/h2>\n<p>Majas metafora memiliki beberapa fungsi dalam penggunaan bahasa, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Memperindah penyampaian pesan<\/strong><br \/>\nMetafora membuat kalimat menjadi lebih menarik dibandingkan penyampaian secara langsung.<\/li>\n<li><strong>Memperkuat makna suatu kalimat<\/strong><br \/>\nPenggunaan perbandingan dapat memberikan penekanan terhadap ide atau perasaan tertentu.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan daya imajinasi pembaca<\/strong><br \/>\nMetafora membantu pembaca membayangkan suatu keadaan melalui gambaran yang lebih kreatif.<\/li>\n<li><strong>Menyampaikan emosi atau perasaan<\/strong><br \/>\nMajas ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan yang sulit dijelaskan secara biasa.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Contoh Majas Metafora<\/h2>\n<p>Beberapa contoh penggunaan majas metafora dalam kalimat sehari-hari yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>&#8220;Dia adalah tulang punggung keluarganya.&#8221;<\/strong><br \/>\nKalimat tersebut berarti bahwa orang tersebut menjadi pihak utama yang bertanggung jawab dan menopang kebutuhan keluarganya.<\/li>\n<li><strong>&#8220;Buku adalah jendela dunia.&#8221;<\/strong><br \/>\nMaksud dari kalimat ini adalah buku dapat memberikan pengetahuan dan membuka wawasan seseorang terhadap berbagai hal.<\/li>\n<li><strong>&#8220;Hatinya sekeras batu.&#8221;<\/strong><br \/>\nKalimat tersebut menggambarkan seseorang yang memiliki sifat keras, sulit merasa iba, atau tidak mudah terpengaruh.<\/li>\n<li><strong>&#8220;Waktu adalah uang.&#8221;<\/strong><br \/>\nUngkapan ini menunjukkan bahwa waktu memiliki nilai yang sangat berharga sehingga harus dimanfaatkan dengan baik.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Manfaat Memahami Majas Metafora<\/h2>\n<p>Pemahaman terhadap majas metafora memberikan manfaat dalam proses<br \/>\npembelajaran bahasa dan pengembangan kemampuan berkomunikasi, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Membantu memahami karya sastra<\/strong><br \/>\nPengetahuan tentang metafora memudahkan seseorang dalam menafsirkan makna tersembunyi dalam puisi, lagu, maupun cerita.<\/li>\n<li><strong>Meningkatkan kemampuan menulis<\/strong><br \/>\nPenggunaan metafora dapat membuat tulisan menjadi lebih kreatif dan menarik.<\/li>\n<li><strong>Mempermudah penyampaian gagasan<\/strong><br \/>\nMetafora dapat digunakan untuk menjelaskan konsep yang kompleks melalui perumpamaan yang lebih mudah dipahami.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan memahami pengertian, ciri-ciri, fungsi, serta contoh majas metafora, seseorang dapat lebih mudah mengenali penggunaan gaya bahasa ini dalam berbagai bentuk komunikasi. Majas metafora menjadi salah satu unsur penting dalam bahasa karena mampu membuat penyampaian pesan terasa lebih hidup, bermakna, dan memiliki daya tarik tersendiri.<\/p>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering menggunakan berbagai gaya bahasa untuk menyampaikan pesan agar lebih menarik dan memiliki makna yang lebih mendalam. Salah satu gaya bahasa yang banyak digunakan dalam karya sastra maupun komunikasi adalah majas metafora.Majas ini tidak hanya memperindah sebuah kalimat, tetapi juga membantu menyampaikan perasaan, gagasan, atau gambaran tertentu secara lebih kreatif sehingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50322,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[47332,47329,47331,13852,13850,47330,47333,13847,47334,14141],"class_list":["post-50321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahasa-sastra","tag-ciri-ciri-majas-metafora","tag-contoh-gaya-bahasa","tag-contoh-majas-metafora","tag-fungsi-majas-metafora","tag-gaya-bahasa-indonesia","tag-majas-dalam-puisi","tag-majas-metafora","tag-pembelajaran-bahasa-indonesia","tag-pengertian-majas-metafora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50321"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50391,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50321\/revisions\/50391"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}