{"id":50957,"date":"2026-10-05T09:29:35","date_gmt":"2026-10-05T02:29:35","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=50957"},"modified":"2026-10-05T09:29:35","modified_gmt":"2026-10-05T02:29:35","slug":"cara-menghitung-diskon-dan-harga-setelah-diskon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/cara-menghitung-diskon-dan-harga-setelah-diskon\/","title":{"rendered":"Cara Menghitung Diskon dan Harga Setelah Diskon"},"content":{"rendered":"<p>Diskon sering menjadi daya tarik utama saat berbelanja, terutama ketika melihat potongan harga hingga 50 persen atau promo bertingkat seperti 50%+20%. Namun, perhitungan diskon tidak selalu sesederhana menjumlahkan persentasenya. Memahami cara menghitung diskon dengan benar dapat membantu pembeli mengetahui harga akhir dan menghindari kesalahan saat bertransaksi.<\/p>\n<h2>Apa Itu Diskon?<\/h2>\n<p>Diskon adalah potongan atau pengurangan dari harga normal suatu barang maupun jasa. Potongan tersebut dapat diberikan dalam bentuk persentase atau nominal tertentu.<\/p>\n<p>Penjual biasanya memberikan diskon sebagai bagian dari strategi untuk menarik minat konsumen, meningkatkan loyalitas pelanggan, atau mengurangi persediaan barang.<\/p>\n<h2>Rumus Dasar Menghitung Diskon<\/h2>\n<p>Untuk diskon tunggal, yaitu potongan dengan satu persentase, terdapat dua rumus yang dapat digunakan.<\/p>\n<p><strong>Nilai Diskon = Persentase Diskon \u00d7 Harga Asli<\/strong><\/p>\n<p>Setelah mengetahui nilai potongannya, harga akhir dapat dihitung dengan rumus:<\/p>\n<p><strong>Harga Setelah Diskon = Harga Asli \u2212 Nilai Diskon<\/strong><\/p>\n<p>Perhitungan tersebut juga dapat disederhanakan menjadi:<\/p>\n<p><strong>Harga Setelah Diskon = (100% \u2212 Persentase Diskon) \u00d7 Harga Asli<\/strong><\/p>\n<h2>Contoh Menghitung Diskon Tunggal<\/h2>\n<p>Misalnya, sebuah baju memiliki harga asli <strong>Rp150.000<\/strong> dan mendapatkan diskon sebesar <strong>20%<\/strong>.<\/p>\n<p>Langkah pertama adalah menghitung nilai diskonnya:<\/p>\n<p><strong>20% \u00d7 Rp150.000 = Rp30.000<\/strong><\/p>\n<p>Selanjutnya, kurangi harga asli dengan nilai diskon:<\/p>\n<p><strong>Rp150.000 \u2212 Rp30.000 = Rp120.000<\/strong><\/p>\n<p>Jadi, harga baju setelah mendapatkan diskon 20 persen adalah <strong>Rp120.000<\/strong>.<\/p>\n<h2>Cara Menghitung Diskon Bertingkat atau Diskon Ganda<\/h2>\n<p>Diskon bertingkat sering ditulis dalam bentuk seperti <strong>50%+20%<\/strong>. Promo semacam ini tidak berarti pembeli memperoleh potongan langsung sebesar 70 persen dari harga awal.<\/p>\n<p>Pada diskon bertingkat, potongan kedua dihitung berdasarkan harga yang sudah dikurangi oleh diskon pertama. Karena itu, hasil akhirnya berbeda jika persentase diskon dijumlahkan secara langsung.<\/p>\n<p>Rumusnya adalah:<\/p>\n<p><strong>Harga Setelah Diskon Pertama = (100% \u2212 Diskon Pertama) \u00d7 Harga Asli<\/strong><\/p>\n<p>Kemudian:<\/p>\n<p><strong>Harga Setelah Diskon Kedua = (100% \u2212 Diskon Kedua) \u00d7 Harga Setelah Diskon Pertama<\/strong><\/p>\n<h2>Contoh Perhitungan Diskon Bertingkat<\/h2>\n<p>Sebagai contoh, sebuah celana memiliki harga asli <strong>Rp250.000<\/strong> dan memperoleh diskon bertingkat sebesar <strong>50%+15%<\/strong>.<\/p>\n<p>Pertama, hitung harga setelah diskon 50 persen:<\/p>\n<p><strong>(100% \u2212 50%) \u00d7 Rp250.000 = 50% \u00d7 Rp250.000 = Rp125.000<\/strong><\/p>\n<p>Selanjutnya, diskon kedua sebesar 15 persen dihitung dari harga Rp125.000, bukan dari harga awal:<\/p>\n<p><strong>(100% \u2212 15%) \u00d7 Rp125.000 = 85% \u00d7 Rp125.000 = Rp106.250<\/strong><\/p>\n<p>Dengan demikian, harga akhir celana tersebut adalah <strong>Rp106.250<\/strong>.<\/p>\n<p>Jadi, diskon 50%+15% tidak sama dengan potongan langsung 65 persen. Jika 65 persen langsung diterapkan pada harga Rp250.000, hasilnya memang berbeda karena pada promo bertingkat, diskon kedua menggunakan harga setelah potongan pertama sebagai dasar perhitungan.<\/p>\n<h2>Cara Menghitung Diskon dengan Nominal Tetap<\/h2>\n<p>Diskon tidak selalu diberikan dalam bentuk persentase. Beberapa promo menggunakan potongan nominal tertentu, misalnya <strong>&#8220;Diskon Rp50.000 untuk pembelian minimal Rp300.000&#8221;<\/strong>.<\/p>\n<p>Perhitungannya lebih sederhana karena nominal potongan langsung dikurangi dari harga barang.<\/p>\n<p><strong>Harga Setelah Diskon = Harga Asli \u2212 Nominal Diskon<\/strong><\/p>\n<p>Contohnya, seseorang berbelanja dengan total harga <strong>Rp350.000<\/strong> dan mendapatkan potongan sebesar <strong>Rp50.000<\/strong>.<\/p>\n<p>Perhitungannya:<\/p>\n<p><strong>Rp350.000 \u2212 Rp50.000 = Rp300.000<\/strong><\/p>\n<p>Jadi, jumlah yang harus dibayarkan setelah mendapatkan potongan tersebut adalah <strong>Rp300.000<\/strong>.<\/p>\n<h2>Cara Menghitung Harga Akhir dengan Kalkulator<\/h2>\n<p>Perhitungan diskon juga dapat dilakukan menggunakan kalkulator untuk mengurangi risiko kesalahan. Untuk diskon tunggal, ubah persentase diskon ke bentuk desimal terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Misalnya, harga barang Rp200.000 dengan diskon 25 persen. Harga yang harus dibayar adalah 75 persen dari harga awal.<\/p>\n<p><strong>75% \u00d7 Rp200.000 = Rp150.000<\/strong><\/p>\n<p>Untuk diskon bertingkat, lakukan perhitungan secara berurutan. Jangan langsung menjumlahkan semua persentase diskon.<\/p>\n<h2>Tips Berbelanja Saat Ada Diskon<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Hitung kembali harga akhir.<\/strong> Periksa secara manual atau gunakan kalkulator, terutama jika promo menggunakan diskon bertingkat.<\/li>\n<li><strong>Bandingkan harga sebelum diskon.<\/strong> Jangan hanya melihat besarnya persentase potongan. Bandingkan harga barang dengan toko lain untuk mengetahui nilai sebenarnya.<\/li>\n<li><strong>Periksa syarat promo.<\/strong> Perhatikan ketentuan seperti minimal pembelian, metode pembayaran, periode promo, atau produk yang tidak termasuk dalam diskon.<\/li>\n<li><strong>Gunakan kalkulator diskon.<\/strong> Kalkulator dapat membantu mempercepat perhitungan ketika terdapat banyak barang atau beberapa tahap potongan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Memahami cara menghitung diskon membantu pembeli mengetahui harga yang sebenarnya harus dibayarkan. Diskon tunggal dapat dihitung dengan mengalikan persentase potongan dengan harga asli, sedangkan diskon bertingkat harus dihitung secara berurutan karena potongan berikutnya menggunakan harga setelah diskon sebelumnya.<\/p>\n<p>Untuk diskon nominal, harga akhir cukup diperoleh dengan mengurangi harga asli menggunakan jumlah potongan yang diberikan. Dengan menghitung kembali setiap promo dan memperhatikan syaratnya, pembeli dapat berbelanja dengan lebih cermat serta mengetahui apakah potongan harga yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan harga akhir.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diskon sering menjadi daya tarik utama saat berbelanja, terutama ketika melihat potongan harga hingga 50 persen atau promo bertingkat seperti 50%+20%. Namun, perhitungan diskon tidak selalu sesederhana menjumlahkan persentasenya. Memahami cara menghitung diskon dengan benar dapat membantu pembeli mengetahui harga akhir dan menghindari kesalahan saat bertransaksi. Apa Itu Diskon? Diskon adalah potongan atau pengurangan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":50958,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[42391,48902,48905,48899,48909,48907,48908,48904,48900,48906,48901,48898,48903],"class_list":["post-50957","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cara-menghitung-diskon","tag-cara-menghitung-diskon-bertingkat","tag-cara-menghitung-diskon-nominal","tag-cara-menghitung-harga-setelah-diskon","tag-cara-menghitung-potongan-harga","tag-contoh-menghitung-diskon","tag-diskon-50-persen","tag-diskon-ganda","tag-harga-setelah-diskon","tag-kalkulator-diskon","tag-menghitung-diskon-persen","tag-rumus-diskon","tag-rumus-diskon-bertingkat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50957","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50957"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50957\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50959,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50957\/revisions\/50959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50957"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50957"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50957"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}