{"id":51367,"date":"2026-10-10T08:12:58","date_gmt":"2026-10-10T01:12:58","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=51367"},"modified":"2026-10-10T08:12:58","modified_gmt":"2026-10-10T01:12:58","slug":"candi-candi-terkenal-di-indonesia-dan-sejarahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/candi-candi-terkenal-di-indonesia-dan-sejarahnya\/","title":{"rendered":"Candi-Candi Terkenal di Indonesia dan Sejarahnya"},"content":{"rendered":"<p>Ribuan tahun lalu, jauh sebelum gedung pencakar langit berdiri, nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu membangun struktur batu megah yang disebut sebagai candi yang hingga kini masih berdiri kokoh dan memukau siapa pun yang memandangnya. Candi-candi ini bukan sekadar bangunan kuno, melainkan saksi bisu kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara, sekaligus cerminan kepiawaian arsitektur dan spiritualitas masyarakat pada masanya. Yuk, telusuri sejarah beberapa candi paling terkenal di Indonesia berikut ini.<\/p>\n<h2>Apa Itu Candi?<\/h2>\n<p>Candi adalah bangunan kuno yang umumnya terbuat dari batu, biasanya digunakan sebagai tempat pemakaman raja-raja atau pendeta Hindu-Buddha, maupun sebagai tempat pemujaan pada zaman dahulu. Nama &#8220;candi&#8221; sendiri konon berasal dari salah satu nama Dewi Durga, yaitu Dewi Candika, yang dikenal sebagai dewi kematian dalam kepercayaan Hindu. Keberadaan candi-candi di Indonesia menjadi bukti nyata masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Buddha di Nusantara selama berabad-abad.<\/p>\n<h2>1. Candi Borobudur<\/h2>\n<p>Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia, terletak di Magelang, Jawa Tengah. Dibangun pada masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi atas inisiatif Raja Samaratungga, Borobudur dirancang dengan konsep punden berundak, tersusun bertingkat dengan nilai filosofis pada setiap tingkatannya. Candi ini sempat &#8220;hilang&#8221; karena tertimbun tanah dan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Merapi, sebelum akhirnya ditemukan kembali dan dipugar pada masa kependudukan Inggris di Indonesia (1907-1911), kemudian direstorasi total oleh pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNESCO pada 1973-1983. Sejak saat itu, Borobudur resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.<\/p>\n<h2>2. Candi Prambanan<\/h2>\n<p>Tidak jauh dari Borobudur, berdiri Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Menurut prasasti Siwagrha, Prambanan mulai dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan, kemudian dikembangkan dan diperluas oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti Balitung Maha Sambu, Daksa, dan Tulodong. Candi ini didedikasikan untuk Trimurti, tiga dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Siwa (penghancur), dengan menara Candi Siwa yang menjulang lebih dari 40 meter serta relief-relief indah yang menceritakan kisah Ramayana. Prambanan juga dikenal luas berkat legenda romantis Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso yang melekat kuat dalam cerita rakyat di sekitarnya.<\/p>\n<h2>3. Candi Mendut<\/h2>\n<p>Candi Mendut merupakan peninggalan agama Buddha yang diperkirakan usianya lebih tua dari Candi Borobudur, dibangun sekitar tahun 824 Masehi pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Berdasarkan sebuah prasasti, Raja Indra bersama putrinya mendirikan bangunan suci bernama Srimad Wenuwana, yang diduga kuat merujuk pada Candi Mendut, mengingat Wenuwana berarti &#8220;taman bambu&#8221;, tempat Sang Buddha menyebarkan ajarannya. Sama seperti Borobudur, candi ini juga sempat ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah dan abu vulkanik pada 1836, sebelum akhirnya dipugar dan dilestarikan hingga kini.<\/p>\n<h2>4. Candi Sewu<\/h2>\n<p>Candi Sewu adalah kompleks candi Buddha yang terletak tidak jauh dari Prambanan, menjadi bukti penting keberlanjutan dan kekayaan warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Meski kurang dikenal dibandingkan Borobudur, Candi Sewu menonjol dengan struktur utama berupa candi induk yang dilengkapi tangga monumental dan stupa di puncaknya, dihiasi relief-relief yang menggambarkan kisah dan ajaran Buddhis.<\/p>\n<h2>5. Candi Pawon<\/h2>\n<p>Candi Pawon terletak di antara Candi Borobudur dan Candi Mendut, menjadi bagian dari satu garis lurus yang menghubungkan ketiga candi tersebut, sehingga diyakini memiliki keterkaitan erat dalam satu rangkaian ziarah keagamaan pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Candi berukuran kecil ini telah mengalami proses restorasi untuk menjaga keaslian dan keindahan arsitekturnya hingga sekarang.<\/p>\n<h2>6. Candi Penataran<\/h2>\n<p>Berbeda dengan candi-candi sebelumnya yang berada di Jawa Tengah, Candi Penataran terletak di Jawa Timur dan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di provinsi tersebut. Candi ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit, menjadikannya saksi penting kejayaan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara.<\/p>\n<h2>Fungsi Candi pada Masa Kejayaannya<\/h2>\n<p>Pada masa kejayaannya, candi-candi besar seperti Prambanan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemujaan, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan yang penting, tempat berbagai upacara besar digelar serta tempat berkumpulnya para pendeta dan murid untuk mempelajari kitab suci dan melaksanakan berbagai ritual keagamaan.<\/p>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p>Candi-candi megah yang tersebar di berbagai penjuru Pulau Jawa ini adalah bukti nyata kepiawaian arsitektur sekaligus kedalaman spiritualitas masyarakat Nusantara pada masa lampau. Menjaga dan melestarikan warisan budaya ini penting agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan kemegahan peradaban leluhur bangsa, sekaligus memahami betapa kaya dan beragamnya sejarah panjang Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ribuan tahun lalu, jauh sebelum gedung pencakar langit berdiri, nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu membangun struktur batu megah yang disebut sebagai candi yang hingga kini masih berdiri kokoh dan memukau siapa pun yang memandangnya. Candi-candi ini bukan sekadar bangunan kuno, melainkan saksi bisu kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara, sekaligus cerminan kepiawaian arsitektur dan spiritualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51368,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[50083,50073,50079,50075,50077,50078,50074,50076,50071,50082,50081,50072,50080,21329],"class_list":["post-51367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-arsitektur-candi-di-indonesia","tag-candi-borobudur","tag-candi-hindu-buddha","tag-candi-mendut","tag-candi-pawon","tag-candi-penataran","tag-candi-prambanan","tag-candi-sewu","tag-candi-terkenal-di-indonesia","tag-fungsi-candi","tag-peninggalan-sejarah-indonesia","tag-sejarah-candi-di-indonesia","tag-sejarah-kerajaan-nusantara","tag-warisan-budaya-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51367"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51369,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51367\/revisions\/51369"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}