{"id":51379,"date":"2026-10-10T08:24:12","date_gmt":"2026-10-10T01:24:12","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=51379"},"modified":"2026-10-10T08:24:12","modified_gmt":"2026-10-10T01:24:12","slug":"perbedaan-kata-depan-di-dan-imbuhan-di","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/perbedaan-kata-depan-di-dan-imbuhan-di\/","title":{"rendered":"Perbedaan Kata Depan di dan Imbuhan di-"},"content":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu ragu saat menulis &#8220;di kantor&#8221; atau &#8220;dikantor&#8221;, &#8220;di makan&#8221; atau &#8220;dimakan&#8221;? Kesalahan penulisan seperti ini cukup sering ditemukan, baik dalam percakapan sehari-hari, unggahan media sosial, maupun tulisan formal. Padahal, membedakan kata depan &#8220;di&#8221; dan imbuhan &#8220;di-&#8221; sebenarnya cukup mudah jika memahami fungsi masing-masing dalam kalimat.<\/p>\n<article>Dengan mengetahui aturan penulisannya, kamu bisa menghasilkan tulisan yang lebih baku, rapi, dan mudah dipahami. Berikut penjelasan mengenai perbedaan kata depan &#8220;di&#8221; dan imbuhan &#8220;di-&#8220;, lengkap dengan contoh serta cara mudah membedakannya.<\/p>\n<h2>Apa Itu Kata Depan &#8220;di&#8221;?<\/h2>\n<p>Kata depan atau preposisi merupakan kata yang menghubungkan kata benda atau kata ganti dengan unsur lain dalam kalimat. Kata depan &#8220;di&#8221; digunakan untuk menunjukkan tempat, lokasi, atau posisi suatu benda maupun seseorang.<\/p>\n<p>Karena berfungsi sebagai kata yang berdiri sendiri, penulisan kata depan &#8220;di&#8221; harus dipisahkan dari kata yang mengikutinya. Aturan ini berlaku ketika &#8220;di&#8221; menerangkan lokasi atau keberadaan sesuatu.<\/p>\n<h3>Contoh Kata Depan &#8220;di&#8221; dalam Kalimat<\/h3>\n<ul>\n<li>Ayah sedang membaca koran di ruang tamu.<\/li>\n<li>Kami akan bertemu di stasiun kereta.<\/li>\n<li>Buku itu tersimpan di rak paling atas.<\/li>\n<li>Ia bekerja di perusahaan swasta.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pada contoh tersebut, kata &#8220;di&#8221; menunjukkan tempat berlangsungnya suatu kegiatan atau lokasi keberadaan sesuatu. Oleh karena itu, penulisannya dipisahkan dari kata berikutnya.<\/p>\n<h2>Apa Itu Imbuhan &#8220;di-&#8220;?<\/h2>\n<p>Berbeda dengan kata depan, imbuhan &#8220;di-&#8221; merupakan awalan yang digunakan untuk membentuk kata kerja pasif. Imbuhan ini melekat pada kata dasar sehingga penulisannya harus digabung, bukan dipisahkan.<\/p>\n<p>Contohnya adalah &#8220;dibaca&#8221;, &#8220;ditulis&#8221;, &#8220;dimakan&#8221;, dan &#8220;dikirim&#8221;. Kata-kata tersebut menunjukkan tindakan yang dikenakan kepada subjek atau sesuatu yang menjadi sasaran tindakan.<\/p>\n<p>Salah satu cara untuk mengenali imbuhan &#8220;di-&#8221; adalah mengubah kata tersebut menjadi bentuk aktif dengan awalan &#8220;me-&#8220;. Jika perubahan itu menghasilkan kata yang sesuai dengan konteks dan memiliki makna yang jelas, kemungkinan besar &#8220;di-&#8221; berfungsi sebagai imbuhan.<\/p>\n<p>Misalnya, kata &#8220;dibaca&#8221; dapat diubah menjadi &#8220;membaca&#8221;. Dengan demikian, penulisan yang benar adalah &#8220;dibaca&#8221;, bukan &#8220;di baca&#8221;.<\/p>\n<h3>Contoh Imbuhan &#8220;di-&#8221; dalam Kalimat<\/h3>\n<ul>\n<li>Pidato kenegaraan itu dibacakan oleh Presiden.<\/li>\n<li>Surat itu sudah dikirim kemarin sore.<\/li>\n<li>Setiap pagi, Rani dijemput oleh ayahnya.<\/li>\n<li>Rumah itu akan dijual tahun depan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam contoh tersebut, kata &#8220;dibacakan&#8221;, &#8220;dikirim&#8221;, &#8220;dijemput&#8221;, dan &#8220;dijual&#8221; merupakan kata kerja pasif. Karena &#8220;di-&#8221; berfungsi sebagai imbuhan, penulisannya harus dirangkai dengan kata dasar.<\/p>\n<h2>Cara Mudah Membedakan Kata Depan &#8220;di&#8221; dan Imbuhan &#8220;di-&#8220;<\/h2>\n<p>Ada beberapa cara praktis yang bisa digunakan untuk menentukan apakah &#8220;di&#8221; perlu ditulis terpisah atau digabung dengan kata setelahnya.<\/p>\n<h3>1. Perhatikan Maknanya dalam Kalimat<\/h3>\n<p>Jika &#8220;di&#8221; menunjukkan tempat atau posisi, penulisannya harus dipisah. Sebaliknya, jika &#8220;di-&#8221; membentuk kata kerja pasif, penulisannya harus digabung.<\/p>\n<ul>\n<li>Benar: Adik bermain di halaman.<\/li>\n<li>Benar: Bola itu ditendang oleh adik.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Ubah Menjadi Kata Kerja Aktif<\/h3>\n<p>Cobalah mengubah kata berawalan &#8220;di-&#8221; menjadi kata kerja aktif yang menggunakan awalan &#8220;me-&#8220;. Jika perubahan tersebut tetap sesuai dengan makna kalimat, &#8220;di-&#8221; kemungkinan merupakan imbuhan.<\/p>\n<ul>\n<li>Dimakan menjadi memakan.<\/li>\n<li>Ditulis menjadi menulis.<\/li>\n<li>Dibaca menjadi membaca.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Cara ini dapat membantu mengenali kata kerja pasif, tetapi tetap perhatikan konteks kalimat agar tidak keliru menentukan fungsinya.<\/p>\n<h3>3. Coba Sisipkan Kata di Antara Keduanya<\/h3>\n<p>Kata depan &#8220;di&#8221; biasanya memungkinkan penyisipan kata lain yang masih berkaitan dengan keterangan tempat. Sebagai contoh, &#8220;di sekolah&#8221; dapat diperluas menjadi &#8220;di dalam sekolah&#8221; atau &#8220;di dekat sekolah&#8221;.<\/p>\n<p>Sementara itu, imbuhan &#8220;di-&#8221; tidak dapat dipisahkan begitu saja dari kata dasarnya. Kata &#8220;dimakan&#8221;, misalnya, tidak dapat diubah menjadi &#8220;di sedang makan&#8221; dengan makna yang sama.<\/p>\n<h2>Kesalahan Umum dalam Penulisan &#8220;di&#8221; dan &#8220;di-&#8220;<\/h2>\n<p>Kesalahan penulisan kata depan dan imbuhan sering muncul dalam pesan singkat, media sosial, artikel, hingga dokumen resmi. Umumnya, kesalahan terjadi karena penulis belum memahami fungsi kata tersebut dalam kalimat.<\/p>\n<p>Berikut beberapa contoh penulisan yang keliru beserta bentuk yang benar:<\/p>\n<ul>\n<li>Salah: dirumah. Benar: di rumah.<\/li>\n<li>Salah: disekolah. Benar: di sekolah.<\/li>\n<li>Salah: di makan. Benar: dimakan.<\/li>\n<li>Salah: di tulis. Benar: ditulis.<\/li>\n<li>Salah: di jual. Benar: dijual.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kesalahan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi penggunaan bentuk yang tidak sesuai kaidah ejaan dapat mengurangi kualitas tulisan. Karena itu, penting untuk memeriksa kembali penulisan &#8220;di&#8221; sebelum menerbitkan artikel atau menyelesaikan dokumen.<\/p>\n<h2>Ringkasan Perbedaan Kata Depan &#8220;di&#8221; dan Imbuhan &#8220;di-&#8220;<\/h2>\n<p>Untuk memudahkan pemahaman, berikut rangkuman perbedaan keduanya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kata depan &#8220;di&#8221;:<\/strong> menunjukkan tempat atau posisi, ditulis terpisah, dan biasanya diikuti kata yang menyatakan lokasi. Contoh: di sekolah, di rumah, di atas meja.<\/li>\n<li><strong>Imbuhan &#8220;di-&#8220;:<\/strong> membentuk kata kerja pasif, ditulis serangkai dengan kata dasar, dan menunjukkan tindakan yang dikenakan pada sesuatu. Contoh: dimakan, ditulis, dibaca.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p>Membedakan kata depan &#8220;di&#8221; dan imbuhan &#8220;di-&#8221; tidaklah sulit jika kamu memahami fungsi keduanya. Kata depan &#8220;di&#8221; ditulis terpisah karena menunjukkan tempat atau posisi, sedangkan imbuhan &#8220;di-&#8221; ditulis serangkai karena menjadi bagian dari kata kerja pasif.<\/p>\n<p>Agar tidak terus melakukan kesalahan yang sama, biasakan memeriksa makna kata dalam kalimat sebelum menentukan penulisannya. Dengan latihan dan ketelitian, kamu dapat menggunakan bahasa Indonesia yang lebih baku, jelas, dan sesuai kaidah ejaan.<\/p>\n<\/article>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu ragu saat menulis &#8220;di kantor&#8221; atau &#8220;dikantor&#8221;, &#8220;di makan&#8221; atau &#8220;dimakan&#8221;? Kesalahan penulisan seperti ini cukup sering ditemukan, baik dalam percakapan sehari-hari, unggahan media sosial, maupun tulisan formal. Padahal, membedakan kata depan &#8220;di&#8221; dan imbuhan &#8220;di-&#8221; sebenarnya cukup mudah jika memahami fungsi masing-masing dalam kalimat. Dengan mengetahui aturan penulisannya, kamu bisa menghasilkan tulisan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51380,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[50122,50124,50121,48385,50125,50123,48380,50120,48383,50119],"class_list":["post-51379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-aturan-penulisan-di-dan-di","tag-cara-membedakan-di-dan-di","tag-contoh-imbuhan-di","tag-contoh-kata-depan-di","tag-contoh-penulisan-di-yang-benar","tag-imbuhan-di","tag-kata-depan-di","tag-penggunaan-di-dan-di","tag-penulisan-di-yang-benar","tag-perbedaan-kata-depan-di-dan-imbuhan-di"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51381,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51379\/revisions\/51381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}