{"id":51562,"date":"2026-10-13T15:20:59","date_gmt":"2026-10-13T08:20:59","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=51562"},"modified":"2026-10-13T11:52:58","modified_gmt":"2026-10-13T04:52:58","slug":"daftar-gunung-api-aktif-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/daftar-gunung-api-aktif-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Daftar Gunung Api Aktif di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia dikenal sebagai negeri seribu gunung, dan sebagian besar di antaranya bukan gunung biasa. Dari Sabang sampai Maluku, deretan gunung api aktif berdiri sebagai sumber kesuburan tanah sekaligus pengingat bahwa alam bisa berubah kapan saja. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk, kenali gambaran umum gunung api aktif di Indonesia, mulai dari jumlah, klasifikasi, tingkat status, hingga daftar gunung yang paling sering diberitakan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Berapa Jumlah Gunung Api Aktif di Indonesia?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, atau sekitar 13 persen dari seluruh gunung api di dunia. Jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan gunung api aktif terbanyak di dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari 127 gunung tersebut, sekitar 69 di antaranya dipantau terus-menerus oleh pos pengamatan gunung api PVMBG. Sementara itu, sekitar 4,5 juta jiwa tinggal dan beraktivitas di sekitar gunung api aktif, sehingga pemantauan dan mitigasi menjadi sangat penting.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa Indonesia Punya Banyak Gunung Api?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya gunung api di Indonesia dipengaruhi oleh letaknya pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Indo-Australia. Ketiganya bergerak saling bertumbukan, sehingga menimbulkan zona subduksi tempat magma naik ke permukaan dan membentuk deretan gunung api, yang dikenal sebagai bagian dari Cincin Api Pasifik.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Klasifikasi Gunung Api Aktif di Indonesia<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PVMBG mengelompokkan gunung api aktif ke dalam tiga tipe berdasarkan catatan sejarah letusannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe A, berjumlah sekitar 76 gunung, yaitu gunung api yang pernah meletus sejak tahun 1600.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe B, berjumlah sekitar 30 gunung, yaitu gunung api yang pernah meletus sebelum tahun 1600 dan menunjukkan aktivitas solfatara atau fumarol.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tipe C, yaitu gunung api yang tidak diketahui pernah meletus dalam sejarah, tetapi masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik seperti solfatara dan fumarol.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain gunung api di daratan, terdapat pula gunung api bawah laut yang diberi keterangan khusus dalam daftar PVMBG.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkat Aktivitas Gunung Api<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">PVMBG menetapkan empat tingkat aktivitas yang menjadi acuan masyarakat dan pemerintah daerah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Level I (Normal): tidak ada gejala peningkatan aktivitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Level II (Waspada): terjadi peningkatan aktivitas di atas normal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Level III (Siaga): aktivitas meningkat dan berpotensi erupsi, sehingga masyarakat diminta menjauhi radius yang direkomendasikan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Level IV (Awas): erupsi sudah terjadi atau akan segera terjadi, dengan ancaman bahaya yang tinggi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Status ini dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik, sehingga informasi terbaru selalu perlu dicek langsung ke PVMBG atau laman MAGMA Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Api Aktif yang Sering Diberitakan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa gunung api aktif yang dikenal luas, dikelompokkan menurut pulau.<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumatra<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Sinabung (Sumatra Utara), kembali aktif sejak 2010 dan beberapa kali berstatus tinggi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Marapi (Sumatra Barat), yang erupsi pada 2023 dan memengaruhi para pendaki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Kerinci (Jambi), gunung api tertinggi di Indonesia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Kaba (Bengkulu).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda, Lampung), gunung yang tumbuh di kaldera bekas letusan Krakatau 1883.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Jawa<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Merapi (Jawa Tengah dan DI Yogyakarta), salah satu gunung api paling aktif di dunia.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Semeru (Jawa Timur), gunung tertinggi di Pulau Jawa yang kerap erupsi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Bromo (Jawa Timur), destinasi wisata terkenal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Ijen (Jawa Timur), dikenal dengan api biru dan danau kawahnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Kelud (Jawa Timur).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Gede, Gunung Papandayan, dan Gunung Galunggung (Jawa Barat).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dataran Tinggi Dieng (Jawa Tengah).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data yang dikutip media nasional, terdapat sekitar 19 gunung api aktif di Pulau Jawa.<\/span><\/p>\n<p><strong>Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Lokon (Sulawesi Utara).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Dukono, Gunung Gamalama, dan Gunung Ibu (Maluku Utara).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Lewotobi Laki-laki (Flores Timur, NTT).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Ili Lewotolok (Lembata, NTT).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung Api Berstatus Siaga<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pemberitaan awal September 2026, enam gunung api tercatat berada pada Level III (Siaga), yaitu Anak Krakatau, Sinabung, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, dan Ibu. Perlu diingat bahwa daftar ini bersifat sementara dan dapat berubah, sehingga pembaca disarankan memeriksa pembaruan resmi dari PVMBG.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Dua Sisi Gunung Api<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gunung api membawa risiko erupsi, awan panas, aliran lahar, dan abu vulkanik. Namun, material vulkanik juga menyuburkan tanah, sehingga lereng gunung menjadi kawasan pertanian produktif. Panas buminya menjadi sumber energi panas bumi, dan pemandangannya menarik wisatawan. Karena itu, hubungan masyarakat dengan gunung api perlu dijaga lewat kewaspadaan dan kepatuhan pada rekomendasi resmi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Tips Aman di Sekitar Gunung Api<\/span><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ikuti selalu informasi status dan rekomendasi radius aman dari PVMBG dan pemerintah daerah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan mendaki atau mendekati kawah ketika status Waspada ke atas, kecuali diizinkan resmi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapkan masker, kacamata pelindung, dan tas siaga bencana bila tinggal di kawasan rawan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenali jalur evakuasi dan titik kumpul di lingkungan tempat tinggal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Penutup<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan 127 gunung api aktif, Indonesia hidup berdampingan dengan kekuatan alam yang besar. Mengenal daftar, klasifikasi, dan tingkat status gunung api membantu kita menyikapinya dengan tepat: menghargai manfaatnya, sekaligus selalu waspada terhadap risikonya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia dikenal sebagai negeri seribu gunung, dan sebagian besar di antaranya bukan gunung biasa. Dari Sabang sampai Maluku, deretan gunung api aktif berdiri sebagai sumber kesuburan tanah sekaligus pengingat bahwa alam bisa berubah kapan saja. Yuk, kenali gambaran umum gunung api aktif di Indonesia, mulai dari jumlah, klasifikasi, tingkat status, hingga daftar gunung yang paling [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51563,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[50596,50595,50601,50603,50604,50602,50600,50599,50607,50597,50606,50605,44525,50598,44517,44519],"class_list":["post-51562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-daftar-gunung-api-aktif","tag-gunung-api-aktif-di-indonesia","tag-gunung-api-di-jawa","tag-gunung-api-di-maluku","tag-gunung-api-di-nusa-tenggara","tag-gunung-api-di-sulawesi","tag-gunung-api-di-sumatra","tag-gunung-berapi-indonesia","tag-gunung-berapi-paling-aktif","tag-jumlah-gunung-api-aktif-di-indonesia","tag-klasifikasi-gunung-api","tag-level-aktivitas-gunung-api","tag-magma-indonesia","tag-nama-gunung-berapi-di-indonesia","tag-pvmbg","tag-status-gunung-api"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51564,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51562\/revisions\/51564"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51563"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}