{"id":51764,"date":"2026-10-16T15:10:39","date_gmt":"2026-10-16T08:10:39","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=51764"},"modified":"2026-10-16T14:39:11","modified_gmt":"2026-10-16T07:39:11","slug":"daftar-negara-asean-terbaik-untuk-ditinggali-di-tahun-2026-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/daftar-negara-asean-terbaik-untuk-ditinggali-di-tahun-2026-2\/","title":{"rendered":"Daftar Negara ASEAN Terbaik untuk Ditinggali di Tahun 2026"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asia Tenggara memiliki beragam negara dengan karakteristik dan kualitas hidup yang berbeda. Mulai dari fasilitas modern, peluang ekonomi, hingga biaya hidup yang beragam, setiap negara menawarkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menetap di kawasan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2026, Rumavi merilis pemeringkatan negara terbaik untuk ditinggali melalui laporan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Best Countries to Live 2026<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Penilaian tersebut mencakup aspek keuangan, kelayakan hidup dan kesehatan, keamanan, serta kemudahan untuk menetap. Berdasarkan data tersebut, Singapura menempati posisi teratas di ASEAN, sedangkan Indonesia berada di peringkat ketujuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Daftar Negara ASEAN Terbaik untuk Ditinggali 2026<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut daftar 11 negara di kawasan ASEAN berdasarkan peringkat global dan skor yang tercatat dalam data Rumavi 2026.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><strong> Singapura<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singapura menjadi negara ASEAN dengan peringkat tertinggi untuk ditinggali pada 2026. Negara ini memperoleh skor 72,6 dan menempati posisi kedua secara global. Hasil tersebut mencerminkan penilaian yang kuat pada berbagai aspek, termasuk keamanan dan kelayakan hidup.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Malaysia<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malaysia menempati posisi kedua di ASEAN dengan skor 72,0 dan peringkat ketiga dunia. Negara ini memperoleh nilai tinggi pada aspek finansial dan kelayakan hidup, sehingga menjadi salah satu pilihan yang menonjol dalam pemeringkatan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Brunei Darussalam<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Brunei Darussalam berada di peringkat ketiga ASEAN dengan skor 69,3. Negara ini menempati posisi ke-15 secara global dan mencatat skor finansial yang tinggi dalam penilaian Rumavi.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Thailand<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Thailand memperoleh skor 68,1 dan berada di peringkat ke-28 dunia. Hasil ini menempatkannya di posisi keempat dalam daftar negara ASEAN terbaik untuk ditinggali pada 2026.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong> Filipina<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Filipina berada di peringkat kelima ASEAN dengan skor 63,9. Secara global, negara ini menempati posisi ke-66, sedikit lebih tinggi dibandingkan Vietnam dan Indonesia dalam daftar tersebut.<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong> Vietnam<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Vietnam memperoleh skor 63,6 dan berada di peringkat ke-69 dunia. Selisih skornya dengan Filipina cukup tipis, yakni 0,3 poin.<\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong> Indonesia<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia menempati peringkat ketujuh ASEAN dengan skor 62,4 atau posisi ke-84 secara global. Dalam rincian penilaian Rumavi, Indonesia memperoleh skor 70 untuk aspek finansial, 64 untuk kelayakan hidup, 58 untuk keamanan, dan 55 untuk kemudahan menetap.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li><strong> Kamboja<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamboja berada di posisi kedelapan ASEAN dengan skor 61,4. Negara ini menempati peringkat ke-93 dalam pemeringkatan global.<\/span><\/p>\n<ol start=\"9\">\n<li><strong> Laos<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laos memperoleh skor 59,0 dan menempati posisi ke-120 dunia. Nilainya berada dalam kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mixed<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berdasarkan klasifikasi skor Rumavi.<\/span><\/p>\n<ol start=\"10\">\n<li><strong> Timor-Leste<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Timor-Leste mencatat skor 55,1 dan berada di peringkat ke-138 global. Hasil tersebut menempatkannya pada posisi kesepuluh di kawasan ASEAN.<\/span><\/p>\n<ol start=\"11\">\n<li><strong> Myanmar<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Myanmar berada di posisi terakhir dalam daftar negara ASEAN dengan skor 47,9 dan peringkat ke-175 dunia. Skor tersebut termasuk kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam klasifikasi Rumavi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana Rumavi Menilai Negara Terbaik untuk Ditinggali?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rumavi menggunakan empat pilar utama untuk menyusun pemeringkatan, yaitu aspek finansial dan pajak, kelayakan hidup dan kesehatan, keamanan dan stabilitas, serta kemudahan menetap dan peluang. Penilaian ini mencakup 24 indikator dari 192 negara dan wilayah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, peringkat tersebut bukan satu-satunya tolok ukur dalam menentukan negara yang paling cocok untuk ditinggali. Biaya hidup, pekerjaan, bahasa, budaya, dan kebutuhan pribadi tetap perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menetap di negara lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami daftar negara ASEAN terbaik untuk ditinggali pada 2026, pembaca dapat memperoleh gambaran mengenai posisi setiap negara berdasarkan penilaian Rumavi. Informasi ini dapat menjadi referensi awal untuk membandingkan kualitas hidup di kawasan Asia Tenggara<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Asia Tenggara memiliki beragam negara dengan karakteristik dan kualitas hidup yang berbeda. Mulai dari fasilitas modern, peluang ekonomi, hingga biaya hidup yang beragam, setiap negara menawarkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menetap di kawasan ini. Pada 2026, Rumavi merilis pemeringkatan negara terbaik untuk ditinggali melalui laporan Best Countries to Live 2026. Penilaian tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51765,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[47427,50637,50639,50634,50636,50638,50635,51114],"class_list":["post-51764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-daftar-negara-asean","tag-kualitas-hidup-negara-asean","tag-negara-asean-dengan-kualitas-hidup-terbaik","tag-negara-asean-terbaik-untuk-ditinggali-2026","tag-negara-terbaik-untuk-ditinggali","tag-peringkat-indonesia-di-asean","tag-peringkat-negara-asean-2026","tag-rumavi-best-countries-to-live-2026"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51764"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51766,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51764\/revisions\/51766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}