{"id":52237,"date":"2026-10-23T11:49:20","date_gmt":"2026-10-23T04:49:20","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=52237"},"modified":"2026-10-23T10:50:07","modified_gmt":"2026-10-23T03:50:07","slug":"majas-simile-pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/majas-simile-pengertian-ciri-ciri-dan-fungsi\/","title":{"rendered":"Majas Simile: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Fungsi"},"content":{"rendered":"<p>Dalam pelajaran bahasa Indonesia, majas menjadi salah satu unsur gaya bahasa yang sering muncul, baik dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari. Salah satu jenis majas yang paling sering dijumpai adalah majas simile. Jenis majas ini termasuk ke dalam kelompok majas perbandingan dan memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali. Artikel ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, dan fungsi majas simile secara ringkas.<\/p>\n<h2>Pengertian Majas Simile<\/h2>\n<p>Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal berbeda dengan menggunakan kata penghubung tertentu. Dua hal yang dibandingkan pada dasarnya tidak memiliki kaitan langsung, tetapi dianggap memiliki kemiripan sifat atau karakteristik sehingga dapat disandingkan dalam satu kalimat. Kemiripan inilah yang menjadi dasar munculnya perbandingan tersebut.<\/p>\n<p>Ciri paling mudah untuk mengenali majas simile adalah adanya kata penghubung yang menyatakan perbandingan secara eksplisit, seperti <em>seperti<\/em>, <em>bagai<\/em>, <em>bagaikan<\/em>, <em>laksana<\/em>, <em>ibarat<\/em>, dan <em>umpama<\/em>. Contohnya dapat dilihat pada kalimat &#8220;Semangatnya seperti api yang tak pernah padam&#8221;. Pada kalimat tersebut, kata &#8220;seperti&#8221; menjadi penanda bahwa dua hal, yaitu semangat seseorang dan api, sedang dibandingkan karena memiliki kesamaan sifat, yakni sama-sama menyala dan bertahan lama.<\/p>\n<h2>Ciri-Ciri Majas Simile<\/h2>\n<p>Ada beberapa ciri yang membedakan majas simile dengan jenis majas lainnya. Berikut tiga ciri yang perlu diketahui.<\/p>\n<h3>1. Bersifat Hiperbolis<\/h3>\n<p>Majas simile dapat digunakan untuk memberikan penggambaran yang berlebihan atau hiperbolis. Penggambaran yang digunakan terkadang lebih besar dari kenyataan, tetapi tetap mudah dipahami karena mengacu pada sesuatu yang sudah dikenal luas oleh pembaca atau pendengar.<\/p>\n<h3>2. Menggunakan Kata Kiasan<\/h3>\n<p>Majas simile menggunakan kata-kata kiasan sebagai unsur pembanding. Kata kiasan ini berfungsi memberikan kesan yang lebih hidup dan menyentuh pada kalimat yang disampaikan.<\/p>\n<h3>3. Menggunakan Kata Penghubung<\/h3>\n<p>Unsur pembanding dalam majas simile ditandai oleh kata penghubung yang jelas. Berbeda dengan majas metafora yang membandingkan dua hal tanpa kata penghubung, majas simile mencantumkan kata penghubung secara terbuka sehingga strukturnya lebih mudah dikenali.<\/p>\n<h2>Fungsi Majas Simile<\/h2>\n<p>Majas simile memiliki beberapa fungsi penting dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan. Penggunaannya dapat membantu penulis menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.<\/p>\n<h3>1. Memudahkan Penyampaian Gagasan Abstrak<\/h3>\n<p>Fungsi utamanya adalah memudahkan penyampaian gagasan yang sifatnya abstrak. Dengan membandingkan sesuatu yang sulit dijelaskan dengan hal lain yang lebih dikenal, pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.<\/p>\n<h3>2. Membangun Gambaran yang Lebih Jelas<\/h3>\n<p>Majas simile juga berfungsi untuk membangun gambaran atau imajinasi yang lebih jelas mengenai suatu keadaan, sifat, atau peristiwa. Fungsi ini banyak dimanfaatkan dalam karya sastra seperti puisi, cerpen, dan novel karena mampu membuat deskripsi menjadi lebih hidup dan berkesan.<\/p>\n<h3>3. Menambah Daya Tarik dan Efek Humor<\/h3>\n<p>Majas ini juga sering digunakan untuk menciptakan efek humor atau menambah daya tarik dalam sebuah tulisan. Penulis dapat memilih perbandingan yang unik dan kreatif untuk membuat pembaca lebih tertarik dan terhibur.<\/p>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p>Majas simile merupakan salah satu gaya bahasa yang penting dipahami, baik untuk keperluan akademis maupun untuk memperkaya kemampuan menulis. Dengan mengenali pengertian, ciri-ciri, dan fungsinya, pembaca dapat lebih mudah mengidentifikasi majas simile dalam berbagai jenis teks sekaligus menggunakannya secara tepat dalam tulisan sendiri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pelajaran bahasa Indonesia, majas menjadi salah satu unsur gaya bahasa yang sering muncul, baik dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari. Salah satu jenis majas yang paling sering dijumpai adalah majas simile. Jenis majas ini termasuk ke dalam kelompok majas perbandingan dan memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali. Artikel ini akan membahas pengertian, ciri-ciri, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52238,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[52623,52636,52315,52625,52314,52637,52630,52316,52627,24188,52633,52629,52318,3998,48614,52624,52320,52631,52638,52634,52635,52313,52628,52626,52632],"class_list":["post-52237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-apa-itu-majas-simile","tag-cara-mengenali-majas-simile","tag-ciri-ciri-majas-simile","tag-contoh-kalimat-majas-simile","tag-contoh-majas-simile","tag-contoh-perbandingan-simile","tag-contoh-simile-dalam-bahasa-indonesia","tag-fungsi-majas-simile","tag-gaya-bahasa-simile","tag-jenis-jenis-majas-perbandingan","tag-karakteristik-majas-simile","tag-kata-kiasan-majas-simile","tag-kata-penghubung-majas-simile","tag-majas-perbandingan","tag-majas-simile","tag-majas-simile-adalah","tag-majas-simile-dalam-karya-sastra","tag-majas-simile-dalam-puisi","tag-manfaat-majas-simile","tag-materi-majas-simile","tag-pelajaran-bahasa-indonesia","tag-pengertian-majas-simile","tag-penggunaan-majas-simile","tag-perbedaan-majas-simile-dan-metafora","tag-tujuan-majas-simile"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52237"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52239,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52237\/revisions\/52239"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}