{"id":52417,"date":"2026-10-27T10:44:10","date_gmt":"2026-10-27T03:44:10","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=52417"},"modified":"2026-10-27T10:44:10","modified_gmt":"2026-10-27T03:44:10","slug":"jenis-jenis-majas-simile-yang-wajib-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/jenis-jenis-majas-simile-yang-wajib-diketahui\/","title":{"rendered":"Jenis-Jenis Majas Simile yang Wajib Diketahui"},"content":{"rendered":"<p>Majas simile merupakan salah satu gaya bahasa yang sering dijumpai dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari. Majas ini digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda dengan bantuan kata hubung, seperti &#8220;seperti&#8221;, &#8220;bagai&#8221;, &#8220;bagaikan&#8221;, &#8220;laksana&#8221;, atau &#8220;ibarat&#8221;. Tujuannya adalah membuat suatu gagasan yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Agar dapat menggunakan majas ini dengan tepat, penting untuk mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu.<\/p>\n<h2>1. Simile Implisit<\/h2>\n<p>Simile implisit adalah jenis majas simile yang tidak menjelaskan secara rinci sifat kesamaan antara dua hal yang dibandingkan. Pembaca diberi kebebasan untuk menafsirkan sendiri maksud dari perbandingan tersebut. Contohnya adalah kalimat &#8220;Anak itu berenang seperti ikan lumba-lumba&#8221;. Pada kalimat ini, kata &#8220;berenang&#8221; dikaitkan dengan lumba-lumba tanpa penjelasan spesifik, sehingga makna kecepatan atau kelincahan dapat ditangkap secara bebas oleh pembaca.<\/p>\n<h2>2. Simile Eksplisit<\/h2>\n<p>Berbeda dengan jenis sebelumnya, simile eksplisit memberikan keterangan yang jelas mengenai sifat kesamaan dari dua hal yang dibandingkan. Contohnya adalah kalimat &#8220;Anak itu berenang dengan cepat bagaikan seekor lumba-lumba&#8221;. Penambahan kata &#8220;cepat&#8221; pada kalimat tersebut membuat maksud perbandingan menjadi lebih spesifik dan tidak menimbulkan penafsiran ganda.<\/p>\n<h2>3. Simile Kategori Alam<\/h2>\n<p>Jenis ini menggunakan unsur-unsur alam sebagai pembanding untuk menjelaskan sesuatu, baik itu keadaan fisik, sifat, maupun ucapan seseorang. Contohnya adalah kalimat &#8220;Wajah Intan bercahaya bagaikan bulan yang menyinari kegelapan malam&#8221;. Kata &#8220;bulan&#8221; pada kalimat ini digunakan untuk menggambarkan wajah yang terlihat cerah dan menarik.<\/p>\n<h2>4. Simile Kategori Manusia<\/h2>\n<p>Simile kategori manusia membandingkan suatu hal dengan karakteristik atau kebiasaan manusia lainnya. Contohnya adalah kalimat &#8220;Andri berjalan seperti putri keraton yang sangat lamban&#8221;. Kalimat tersebut menggambarkan gerakan seseorang yang lambat dengan membandingkannya pada sosok putri keraton.<\/p>\n<h2>5. Simile Kategori Benda Mati<\/h2>\n<p>Jenis terakhir adalah simile kategori benda mati, yaitu majas yang membandingkan sesuatu dengan benda tak bernyawa yang memiliki kemiripan sifat atau bentuk. Contohnya adalah kalimat &#8220;Tubuh Iqbal tinggi menjulang seperti tiang bendera&#8221;. Kalimat ini menegaskan postur tubuh yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Kelima jenis majas simile di atas menunjukkan bahwa gaya bahasa ini dapat digunakan dengan berbagai pendekatan, mulai dari yang bersifat implisit hingga eksplisit, serta dari kategori alam, manusia, hingga benda mati. Pemahaman terhadap jenis-jenis ini akan membantu penulis maupun pembicara menyampaikan gagasan dengan lebih hidup dan mudah dipahami oleh audiens.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majas simile merupakan salah satu gaya bahasa yang sering dijumpai dalam karya sastra maupun percakapan sehari-hari. Majas ini digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda dengan bantuan kata hubung, seperti &#8220;seperti&#8221;, &#8220;bagai&#8221;, &#8220;bagaikan&#8221;, &#8220;laksana&#8221;, atau &#8220;ibarat&#8221;. Tujuannya adalah membuat suatu gagasan yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. Agar dapat menggunakan majas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52418,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[52315,53579,52625,52314,53577,52316,53570,52318,3998,52624,52634,52313,53580,53578,53572,53571,53573,53575,53574,53576],"class_list":["post-52417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ciri-ciri-majas-simile","tag-contoh-gaya-bahasa-simile","tag-contoh-kalimat-majas-simile","tag-contoh-majas-simile","tag-contoh-majas-simile-dalam-karya-sastra","tag-fungsi-majas-simile","tag-jenis-jenis-majas-simile","tag-kata-penghubung-majas-simile","tag-majas-perbandingan","tag-majas-simile-adalah","tag-materi-majas-simile","tag-pengertian-majas-simile","tag-penggunaan-majas-simile-dalam-kalimat","tag-perbedaan-simile-implisit-dan-eksplisit","tag-simile-eksplisit","tag-simile-implisit","tag-simile-kategori-alam","tag-simile-kategori-benda-mati","tag-simile-kategori-manusia","tag-tujuan-penggunaan-majas-simile"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52419,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52417\/revisions\/52419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}