{"id":52607,"date":"2026-10-29T09:46:56","date_gmt":"2026-10-29T02:46:56","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=52607"},"modified":"2026-10-29T09:46:56","modified_gmt":"2026-10-29T02:46:56","slug":"apa-itu-rumusan-masalah-ini-pengertian-dan-ciri-cirinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apa-itu-rumusan-masalah-ini-pengertian-dan-ciri-cirinya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Rumusan Masalah? Ini Pengertian dan Ciri-Cirinya"},"content":{"rendered":"<p>Dalam penulisan karya ilmiah, makalah, proposal, hingga skripsi, rumusan masalah menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan. Bagian ini biasanya ditempatkan pada Bab I Pendahuluan dan berfungsi menentukan arah pembahasan serta penelitian. Namun, masih banyak penulis pemula yang belum memahami pengertian rumusan masalah dan ciri-cirinya. Berikut penjelasan yang dapat dijadikan panduan.<\/p>\n<h2>Pengertian Rumusan Masalah<\/h2>\n<p>Rumusan masalah adalah pernyataan berbentuk pertanyaan yang menguraikan persoalan utama yang akan dijawab melalui penelitian atau pengumpulan data. Pertanyaan tersebut disusun secara terarah dan berfokus pada topik yang diteliti agar proses penelitian memiliki tujuan yang jelas.<\/p>\n<p>Keberadaan rumusan masalah sangat penting karena menjadi titik awal dalam menentukan fokus penelitian. Melalui rumusan masalah, penulis dapat mengetahui hal-hal yang perlu dibahas, data yang harus dikumpulkan, serta jawaban yang ingin diperoleh. Rumusan masalah juga perlu selaras dengan tujuan penelitian dan kesimpulan yang disampaikan pada bagian akhir tulisan.<\/p>\n<p>Jika rumusan masalah tidak sesuai dengan pembahasan dan kesimpulan, hasil penelitian akan sulit dipahami. Oleh karena itu, penyusunannya perlu dilakukan dengan cermat agar seluruh bagian karya ilmiah saling berkaitan.<\/p>\n<h2>Ciri-Ciri Rumusan Masalah<\/h2>\n<p>Rumusan masalah memiliki sejumlah ciri yang membedakannya dari pertanyaan biasa. Ciri-ciri ini membantu peneliti menyusun pertanyaan yang jelas, relevan, dan dapat dijawab melalui proses penelitian.<\/p>\n<h3>1. Disampaikan secara Singkat, Jelas, dan Padat<\/h3>\n<p>Rumusan masalah sebaiknya disusun dengan kalimat yang ringkas, jelas, dan tidak bertele-tele. Pertanyaan yang mudah dipahami akan membantu peneliti menentukan informasi yang perlu dicari dan dianalisis.<\/p>\n<h3>2. Memberikan Arah bagi Penelitian<\/h3>\n<p>Rumusan masalah berfungsi sebagai pedoman selama penelitian berlangsung. Mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan kesimpulan, seluruh proses perlu diarahkan untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan.<\/p>\n<h3>3. Memiliki Nilai Penelitian<\/h3>\n<p>Rumusan masalah harus berfokus pada persoalan yang layak diteliti dan memiliki tujuan yang jelas. Pertanyaan yang disusun perlu memungkinkan peneliti memperoleh jawaban melalui pengamatan, pengumpulan data, studi pustaka, atau metode penelitian lain yang sesuai.<\/p>\n<h3>4. Ditulis dalam Bentuk Kalimat Tanya<\/h3>\n<p>Rumusan masalah umumnya disampaikan dalam bentuk kalimat tanya agar persoalan yang ingin dijawab terlihat jelas. Kata tanya yang sering digunakan antara lain apa, bagaimana, mengapa, dan sejauh mana, sesuai dengan fokus penelitian.<\/p>\n<h3>5. Sesuai dengan Kemampuan Peneliti<\/h3>\n<p>Masalah yang dipilih perlu disesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya peneliti. Pertimbangan tersebut mencakup ketersediaan waktu, akses terhadap data, biaya, metode yang dikuasai, serta kemudahan memperoleh informasi yang dibutuhkan.<\/p>\n<h3>6. Terarah Langsung pada Topik Pembahasan<\/h3>\n<p>Rumusan masalah harus berkaitan langsung dengan tema utama penelitian. Pertanyaan yang terlalu luas atau keluar dari topik dapat membuat pembahasan tidak fokus dan menyulitkan peneliti dalam menarik kesimpulan.<\/p>\n<h2>Contoh Rumusan Masalah<\/h2>\n<p>Untuk memahami penerapannya, berikut contoh rumusan masalah dalam penelitian bertema penggunaan teknologi dalam pembelajaran.<\/p>\n<ul>\n<li>Bagaimana penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran di sekolah?<\/li>\n<li>Apa saja manfaat teknologi digital bagi siswa dalam memahami materi pelajaran?<\/li>\n<li>Apa kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan teknologi digital untuk pembelajaran?<\/li>\n<li>Bagaimana upaya meningkatkan efektivitas penggunaan teknologi digital di kelas?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Contoh tersebut menunjukkan bahwa rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang berhubungan langsung dengan topik penelitian. Setiap pertanyaan dapat dijawab melalui pengumpulan dan analisis data yang sesuai.<\/p>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p>Rumusan masalah merupakan bagian penting dalam karya ilmiah karena menentukan fokus dan arah penelitian. Rumusan masalah yang baik disusun secara singkat, jelas, terarah, relevan dengan topik, serta dapat dijawab melalui metode penelitian yang sesuai.<\/p>\n<p>Dengan memahami pengertian dan ciri-cirinya, penulis dapat menyusun rumusan masalah secara lebih tepat. Hal ini membantu proses penelitian berjalan terstruktur dan memastikan pembahasan serta kesimpulan tetap berkaitan dengan persoalan yang diteliti.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam penulisan karya ilmiah, makalah, proposal, hingga skripsi, rumusan masalah menjadi salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan. Bagian ini biasanya ditempatkan pada Bab I Pendahuluan dan berfungsi menentukan arah pembahasan serta penelitian. Namun, masih banyak penulis pemula yang belum memahami pengertian rumusan masalah dan ciri-cirinya. Berikut penjelasan yang dapat dijadikan panduan. Pengertian Rumusan Masalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52608,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[42296,54301,42364,54303,42295,42304,54305,42294,54304,54302],"class_list":["post-52607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cara-membuat-rumusan-masalah","tag-ciri-ciri-rumusan-masalah","tag-contoh-rumusan-masalah","tag-fungsi-rumusan-masalah","tag-pengertian-rumusan-masalah","tag-rumusan-masalah-karya-ilmiah","tag-rumusan-masalah-makalah","tag-rumusan-masalah-penelitian","tag-struktur-rumusan-masalah","tag-tujuan-rumusan-masalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52607","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52607"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52609,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52607\/revisions\/52609"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}