{"id":52793,"date":"2026-11-02T09:12:18","date_gmt":"2026-11-02T02:12:18","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=52793"},"modified":"2026-11-02T09:12:18","modified_gmt":"2026-11-02T02:12:18","slug":"ciri-ciri-mata-silinder-dan-cara-mengobatinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/ciri-ciri-mata-silinder-dan-cara-mengobatinya\/","title":{"rendered":"Ciri-Ciri Mata Silinder dan Cara Mengobatinya"},"content":{"rendered":"<p>Mata silinder atau astigmatisme merupakan gangguan penglihatan yang dapat menyebabkan pandangan menjadi kabur atau berbayang. Ciri-ciri mata silinder bisa berbeda pada setiap orang sehingga terkadang tidak disadari oleh penderitanya.<\/p>\n<p>Meski demikian, terdapat beberapa tanda yang dapat dikenali, mulai dari penglihatan ganda hingga sering mengalami sakit kepala. Selain itu, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki gangguan penglihatan akibat mata silinder.<\/p>\n<h2>Ciri-Ciri Mata Silinder yang Perlu Diketahui<\/h2>\n<p>Berikut beberapa ciri-ciri mata silinder yang perlu Anda ketahui:<\/p>\n<h3>1. Penglihatan Ganda<\/h3>\n<p>Penglihatan ganda merupakan salah satu ciri mata silinder yang paling umum terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan bentuk kornea atau lensa mata sehingga cahaya yang masuk tidak terfokus pada satu titik di retina.<\/p>\n<p>Akibatnya, penderita mata silinder dapat melihat dua gambar dari satu objek. Selain itu, kondisi ini juga membuat penderitanya kesulitan melihat objek pada jarak dekat maupun jauh.<\/p>\n<h3>2. Kesulitan Melihat Garis Lurus<\/h3>\n<p>Penderita mata silinder juga dapat mengalami kesulitan ketika melihat garis lurus. Hal ini terjadi karena kelengkungan lensa mata yang kurang sempurna dapat mengubah arah pembiasan cahaya yang masuk ke mata.<\/p>\n<p>Akibatnya, garis yang seharusnya terlihat lurus dapat tampak bengkok atau melengkung.<\/p>\n<h3>3. Mata Lelah<\/h3>\n<p>Mata lelah menjadi ciri mata silinder berikutnya. Kelainan bentuk kornea membuat mata perlu bekerja lebih keras untuk memfokuskan penglihatan, terutama saat membaca atau menatap layar gawai dan komputer.<\/p>\n<p>Kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti sakit mata, mata terasa gatal, hingga sakit kepala. Gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa menit dan mereda setelah aktivitas dihentikan.<\/p>\n<h3>4. Sulit Melihat pada Malam Hari<\/h3>\n<p>Penderita mata silinder dapat mengalami penurunan ketajaman penglihatan, terutama ketika berada di tempat gelap atau pada malam hari.<\/p>\n<p>Gangguan dalam menangkap cahaya menyebabkan penglihatan menjadi kurang jelas. Kondisi ini juga dapat menyulitkan penderita mata silinder saat mengemudi pada malam hari.<\/p>\n<h3>5. Sering Menyipitkan Mata<\/h3>\n<p>Sering menyipitkan mata juga dapat menjadi tanda mata silinder. Pandangan yang kabur membuat penderitanya secara refleks menyipitkan mata agar dapat melihat objek dengan lebih jelas.<\/p>\n<p>Pada kondisi normal, seseorang dapat melihat objek tanpa perlu menyipitkan mata. Namun, penderita mata silinder mungkin perlu melakukan hal tersebut untuk membantu memperjelas pandangan.<\/p>\n<h3>6. Sakit Kepala<\/h3>\n<p>Sakit kepala juga dapat menjadi salah satu ciri mata silinder. Kondisi ini terjadi karena mata dipaksa bekerja lebih keras untuk melihat sehingga otot-otot di sekitar mata menjadi tegang dan memicu rasa sakit kepala.<\/p>\n<p>Namun, sakit kepala juga dapat menjadi gejala masalah kesehatan lainnya. Jika sakit kepala disertai gangguan penglihatan yang terjadi secara tiba-tiba, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.<\/p>\n<h2>Cara Mengobati Mata Silinder<\/h2>\n<p>Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki penglihatan yang terganggu akibat mata silinder. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<h3>1. Memakai Kacamata<\/h3>\n<p>Kacamata merupakan salah satu cara paling mudah untuk mengoreksi penglihatan kabur atau berbayang akibat mata silinder.<\/p>\n<p>Kacamata yang digunakan memiliki lensa khusus yang dirancang untuk membantu memperbaiki gangguan penglihatan tersebut.<\/p>\n<h3>2. Menggunakan Lensa Kontak<\/h3>\n<p>Selain kacamata, penggunaan lensa kontak juga dapat menjadi pilihan untuk mengatasi gangguan penglihatan akibat mata silinder.<\/p>\n<p>Prinsip kerja lensa kontak sebenarnya sama dengan kacamata. Pemilihan antara kacamata atau lensa kontak bergantung pada kenyamanan dan selera penderita. Agar tidak salah memilih, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mata.<\/p>\n<h3>3. Operasi LASIK<\/h3>\n<p>Operasi LASIK merupakan prosedur untuk mengubah bentuk kornea menggunakan laser. Dalam prosedur ini, lapisan permukaan kornea terlebih dahulu dibuka atau dibuat <em>flap<\/em> menggunakan alat khusus yang disebut keratom.<\/p>\n<p>Selanjutnya, laser digunakan untuk mengubah bentuk lapisan kornea di bawah bagian yang telah dibuka. Setelah proses tersebut selesai, <em>flap<\/em> akan ditutup kembali.<\/p>\n<h3>4. Operasi LASEK<\/h3>\n<p>Prosedur LASEK hampir sama dengan LASIK. Perbedaannya terletak pada bagian <em>flap<\/em> yang dibuat lebih tipis, yaitu hanya setebal lapisan epitel.<\/p>\n<h3>5. Photorefractive Keratectomy (PRK)<\/h3>\n<p>Photorefractive Keratectomy (PRK) merupakan prosedur yang dilakukan dengan menghilangkan lapisan epitel tanpa membuat <em>flap<\/em>.<\/p>\n<p>Setelah ditemukan prosedur operasi LASIK dan LASEK, metode PRK sudah jarang digunakan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Ciri-ciri mata silinder dapat berupa penglihatan ganda, kesulitan melihat garis lurus, mata lelah, sulit melihat pada malam hari, sering menyipitkan mata, hingga sakit kepala.<\/p>\n<p>Untuk memperbaiki gangguan penglihatan akibat mata silinder, terdapat beberapa pilihan, seperti memakai kacamata, menggunakan lensa kontak, serta menjalani prosedur operasi LASIK, LASEK, atau PRK. Pemilihan cara yang tepat sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi kepada dokter mata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mata silinder atau astigmatisme merupakan gangguan penglihatan yang dapat menyebabkan pandangan menjadi kabur atau berbayang. Ciri-ciri mata silinder bisa berbeda pada setiap orang sehingga terkadang tidak disadari oleh penderitanya. Meski demikian, terdapat beberapa tanda yang dapat dikenali, mulai dari penglihatan ganda hingga sering mengalami sakit kepala. Selain itu, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52794,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[15545,54821,38450,54823,15546,38452,54822,54824,38451,15547],"class_list":["post-52793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cara-mengatasi-mata-silinder","tag-cara-mengobati-mata-silinder","tag-ciri-ciri-mata-silinder","tag-ciri-mata-silinder-pada-orang-dewasa","tag-gejala-mata-silinder","tag-kacamata-mata-silinder","tag-mata-silinder-atau-astigmatisme","tag-operasi-lasik-mata-silinder","tag-pengobatan-mata-silinder","tag-penyebab-mata-silinder"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52793"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52793\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52795,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52793\/revisions\/52795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}