{"id":8986,"date":"2024-03-19T10:14:21","date_gmt":"2024-03-19T03:14:21","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=8986"},"modified":"2024-08-24T21:14:10","modified_gmt":"2024-08-24T14:14:10","slug":"apakah-batal-puasa-jika-menelan-ludah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/apakah-batal-puasa-jika-menelan-ludah\/","title":{"rendered":"Apakah Batal Puasa Jika Menelan Ludah?"},"content":{"rendered":"<h2>Apakah Batal Puasa Jika Menelan Ludah?<\/h2>\n<p>Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Muslim dilarang untuk makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, selain menjauhi makanan dan minuman, kita juga diperintahkan untuk menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk menelan sesuatu yang masuk ke dalam rongga mulut.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, menelan air liur atau ludah adalah hal yang sulit untuk dihindari. Namun, menurut jumhur ulama, menelan air liur tidak membatalkan puasa, terutama jika seseorang sudah terbiasa mengeluarkan air liur dengan sering.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<p>Namun, ada situasi khusus yang perlu diperhatikan, yaitu jika air liur yang tertelan bercampur dengan darah, misalnya karena sakit gigi atau luka di mulut. Dalam kondisi seperti ini, jika masih memungkinkan, seseorang wajib mencoba untuk mengeluarkan darah semampunya. Jika darah tersebut sulit untuk dibuang atau sulit dihindari dan akhirnya tertelan bersama dengan air liur, maka hukumnya tidak membatalkan puasa.<\/p>\n<p>Menurut Imam al-Adzra&#8217;i, jika seseorang sering mengalami masalah seperti gusi berdarah yang terus-menerus mengeluarkan darah, maka kadar darah yang sulit untuk dihindari itu akan dimaafkan. Cukup baginya untuk membuang sebanyak mungkin darah tersebut, dan sisa darah yang tersisa juga dianggap dimaafkan. Hal ini karena tidak mungkin untuk menuntut seseorang untuk terus-menerus membasuh darah gusi tersebut sepanjang waktu siang.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<p>Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa jika seseorang menelan ludah sendiri saat berpuasa, hukum puasanya tetap sah. Namun, jika ludah bercampur dengan darah dan sudah ada upaya maksimal untuk mengeluarkan darahnya, puasanya tetap sah. Jika masih ada sedikit darah yang tidak dapat dikeluarkan, hukumnya juga tetap sah, dan jika tidak ada usaha sama sekali untuk mengeluarkan darah, maka puasanya dianggap batal. Oleh karena itu, dalam menjalankan ibadah puasa, penting untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh dan melakukan yang terbaik dalam menjaga kesahihan puasa tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apakah Batal Puasa Jika Menelan Ludah? Saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, umat Muslim dilarang untuk makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun, selain menjauhi makanan dan minuman, kita juga diperintahkan untuk menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, termasuk menelan sesuatu yang masuk ke dalam rongga mulut. Dalam kehidupan sehari-hari, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":8987,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[5495,5497,5496],"class_list":["post-8986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hukum-puasa","tag-membatalkan-puasa","tag-menelan-ludah-saat-puasa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8986"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23860,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8986\/revisions\/23860"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}