{"id":9031,"date":"2024-03-20T11:56:50","date_gmt":"2024-03-20T04:56:50","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=9031"},"modified":"2024-08-24T21:14:52","modified_gmt":"2024-08-24T14:14:52","slug":"mengenal-lebih-dekat-apa-bedanya-krl-mrt-dan-lrt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/mengenal-lebih-dekat-apa-bedanya-krl-mrt-dan-lrt\/","title":{"rendered":"Mengenal Lebih Dekat: Apa Bedanya KRL, MRT, dan LRT"},"content":{"rendered":"<h2>Mengenal Lebih Dekat: Apa Bedanya KRL, MRT, dan LRT<\/h2>\n<p>Transportasi massal menjadi salah satu pilihan yang sering digunakan oleh banyak orang di Indonesia terutama di kota metropolitan. Dalam sistem transportasi massal, terdapat banyak jenis moda transportasi diantaranya yaitu MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Roll Transit), dan KRL (Kereta Rel Listrik). MRT, LRT dan KRL berbeda dengan kereta api biasanya yang bergerak di atas rel dengan lokomotif, ketiganya justru bergerak diatas rel dengan memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggerak.Meskipun ketiganya memiliki kemiripan satu sama lain dan memiliki tujuan yang sama untuk menjadi transportasi publik yang nyaman dan efisien bagi banyak orang, ternyata ketiga transportasi ini memiliki perbedaan yang signifikan.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15093 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<h3>Berikut penjelasan tentang perbedaan antara MRT, LRT, dan KRL:<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>KRL (Kereta Rel Listrik)<\/h4>\n<p>Untuk KRL, biasanya memiliki 8 hingga 10 gerbong. KRL mampu menampung hingga 2000 penumpang. Sama seperti LRT, kecepatan yang bisa ditempuh KRL yaitu 90 km\/jam. Berbeda dengan MRT dan LRT, KRL memiliki hingga 80 stasiun yang berada di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi). Sama halnya dengan MRT, KRL memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggerak yang berasal dari atas kereta. Lintasan untuk KRL berada di lintasan atas tanah dan lintasan layang.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<li>\n<h4>MRT (Mass Rapid Transit)<\/h4>\n<p>Pada umumnya MRT memiliki 6 gerbong penumpang. Hal ini dapat membuat MRT mampu menampung sebanyak 1.950 penumpang. Kecepatan yang bisa ditempuh oleh MRT yaitu 110 km\/jam. MRT hanya memiliki 13 statiun yang semuanya berada di daerah Jakarta saja. MRT memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggerak yang berasal dari atas kereta. Untuk lintasan, MRT berada di lintasan layang dan bawah tanah.<\/li>\n<li>\n<h4>LRT (Light Roll Transit)<\/h4>\n<p>Berbeda dengan KRL dan MRT, LRT hanya memiliki 2-4 gerbong penumpang. Untuk kapasitas penumpang, LRT hanya mampu menampung 600 penumpang saja. Kecepatan yang bisa ditempuh oleh LRT yaitu 90 km\/jam. LRT memiliki 18 stasiun yang berada di wilayah Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi). LRT memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggerak yang berasal dari aliran bawah kereta dan lintasan LRT berada di lintasan layang.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengenal Lebih Dekat: Apa Bedanya KRL, MRT, dan LRT Transportasi massal menjadi salah satu pilihan yang sering digunakan oleh banyak orang di Indonesia terutama di kota metropolitan. Dalam sistem transportasi massal, terdapat banyak jenis moda transportasi diantaranya yaitu MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Roll Transit), dan KRL (Kereta Rel Listrik). MRT, LRT dan KRL [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9032,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[5546,5545,5544,5549,5548,5547],"class_list":["post-9031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-apa-itu-krl","tag-apa-itu-lrt","tag-apa-itu-mrt","tag-dan-krl","tag-lrt","tag-perbedaan-antara-mrt"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9031"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23863,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9031\/revisions\/23863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}