{"id":9714,"date":"2024-04-08T10:11:49","date_gmt":"2024-04-08T03:11:49","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=9714"},"modified":"2024-08-24T11:58:17","modified_gmt":"2024-08-24T04:58:17","slug":"cara-mengatasi-radang-di-tenggorokan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/cara-mengatasi-radang-di-tenggorokan\/","title":{"rendered":"Cara Mengatasi Radang Di Tenggorokan"},"content":{"rendered":"<h2>Cara Mengatasi Radang Di Tenggorokan<\/h2>\n<p>Radang tenggorokan merupakan iritasi yang terjadi pada tenggorokan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari flu, infeksi, kebiasaan merokok, dan paparan polusi. Radang tenggorokan umumnya menyebabkan nyeri dan gatal di tenggorokan, batuk, sakit ketika menelan, dan suara serak.<\/p>\n<p>Radang tenggorokan atau faringitis ditandai dengan tenggorokan kering dan gatal, serta kemerahan atau bengkak pada amandel. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi virus dan bakteri, udara kering, alergi, hingga paparan asap rokok dan polusi berkepanjangan.<\/p>\n<p>Virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan sangat mudah menular melalui udara, misalnya lewat percikan air liur dari batuk penderita yang terhirup. Gejala radang tenggorokan biasanya dapat muncul 2\u20135 hari setelah kuman masuk ke tubuh.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15093 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<h3>Berikut Cara Mengatasi Radang Tenggorokan:<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Konsumsi Madu<\/h4>\n<p>Mengonsumsi madu juga merupakan cara mengatasi radang tenggorokan, terutama jika menyukai cita rasa manis di dalamnya. Madu bisa mengatasi radang tenggorokan dengan efektif karena memiliki kandungan antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan.<\/li>\n<li>\n<h4>Perbanyak Minum Air Putih<\/h4>\n<p>Cara mengatasi radang tenggorokan adalah dengan memperbanyak minum air putih hangat atau air putih bersuhu normal. Cara alami ini membantu tubuh Anda mendapatkan cairan yang dibutuhkan agar tidak dehidrasi.<\/li>\n<li>\n<h4>Minum Jeruk Nipis<\/h4>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<p>Bahan minuman yang dapat mengatasi radang tenggorokan adalah jeruk nipis. Bahan ini dapat mengurangi gejala yang menyertai radang tenggorokan karena memiliki efek merelaksasikan otot pernapasan. Jeruk nipis juga memiliki efek antimikroba yang berfungsi mengobati penyebab radang tenggorokan berupa infeksi.<\/li>\n<li>\n<h4>Konsumsi Bawang Putih<\/h4>\n<p>Mengonsumsi bawang putih adalah cara alami untuk menghilangkan radang tenggorokan. Di dalam bawang putih terdapat senyawa alisin yang memiliki sifat antimikroba untuk mengatasi radang tenggorokan akibat infeksi bakteri. Kalian hanya perlu mengunyah bawang putih tersebut secara langsung untuk mengobati radang tenggorokan yang dialami.Meminum Perasan Lemon<\/li>\n<li>Obat radang tenggorokan alami adalah perasan lemon. Bahan ini sudah sejak lama dipercaya dapat mengobati penyakit yang berhubungan dengan infeksi bakteri atau virus. Kaya akan vitamin C, perasan lemon dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk mempercepat proses penyembuhan radang tenggorokan.<br \/>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara Mengatasi Radang Di Tenggorokan Radang tenggorokan merupakan iritasi yang terjadi pada tenggorokan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari flu, infeksi, kebiasaan merokok, dan paparan polusi. Radang tenggorokan umumnya menyebabkan nyeri dan gatal di tenggorokan, batuk, sakit ketika menelan, dan suara serak. Radang tenggorokan atau faringitis ditandai dengan tenggorokan kering dan gatal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9715,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[80],"tags":[6580,6582,6583,6585,6584,6581],"class_list":["post-9714","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cara-mengatasi-radang-di-tenggorokan","tag-cara-mengatasi-radang-tenggorokan","tag-gejala-radang-tenggorokan","tag-obat-radang-tenggorokan","tag-penyebab-radang-tenggorokan","tag-radang-tenggorokan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9714","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9714"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9714\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23157,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9714\/revisions\/23157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9714"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9714"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9714"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}