{"id":9992,"date":"2024-04-15T12:07:30","date_gmt":"2024-04-15T05:07:30","guid":{"rendered":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/?p=9992"},"modified":"2024-08-24T10:52:24","modified_gmt":"2024-08-24T03:52:24","slug":"penyebab-pikun-di-usia-muda-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/penyebab-pikun-di-usia-muda-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Penyebab Pikun di Usia Muda Dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<h2>Penyebab Pikun di Usia Muda Dan Cara Mengatasinya<\/h2>\n<p>Pikun merupakan gejala kehilangan memori lupa pada orang usia lanjut. Sedangkan Demensia merupakan kumpulan gejala kehilangan memori, perubahan perilaku, penurunan fungsi kognitif akibat adanya penyakit atau trauma pada otak.<\/p>\n<p>Pikun (dementia) adalah berkurangnya kemampuan berpikir, daya ingat atau memori. Kemampuan pikir disini merujuk pada kemampuan seseorang mengerti dunianya, Daya ingat adalah kemampuan individu untuk menyimpan informasi dan memanggilnya kembali saat diperlukan beberapa saat kemudian.<\/p>\n<p>Fungsi memori otak sangat rumit karena hampir terlibat pada semua aktivitas otak. Oleh sebab itu, cedera yang mempengaruhi kepala dan otak dapat mengganggu ingatan.<br \/>\nPenyakit pikun mungkin merupakan akibat kerusakan struktur sistem sinyal otak (sistem yang mengendalikan emosi dan ingatan). Kondisi tersebut disebabkan oleh gangguan otak atau penyakit saraf.<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15093 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4364056964\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<h3>Berikut Cara Mengatasi Pikun:<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<h4>Rutin Berolahraga<\/h4>\n<p>Rutin berolahraga dapat membantu mencegah pikun. Olahraga ringan selama 30 menit setiap hari seperti jogging, bersepeda, dan jalan kaki juga sudah sangat membantu.<\/li>\n<li>\n<h4>Bersosialisasi<\/h4>\n<p>Luangkan waktu untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan begitu, Kalian tidak merasa sendirian dan tetap dapat terhubung dan berkomunikasi langsung dengan orang lain.<\/li>\n<li>\n<h4>Konsumsi Makanan Sehat<\/h4>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita15092 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"6990220303\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<p>Mengonsumsi makanan dengan kandungan omega-3 seperti kacang-kacangan, sayuran, ikan, susu sapi, telur, biji-bijian, dan susu kedelai. Makanan tersebut sangat baik untuk menunjang otak tetap aktif dan sehat.<\/li>\n<li>\n<h4>Permainan Asah Otak<\/h4>\n<p>Banyak sekali permainan asah otak yang bisa kamu mainkan, bisa secara tradisional atau modern melalui ponsel. Permainan seperti scrabble, sudoku, dan teka-teki silang sangat membantu otak untuk tetap bekerja dengan optimal.<\/li>\n<li>\n<h4>Membaca Buku<\/h4>\n<p>Kegiatan membaca buku juga dapat mencegah pikun, terlebih jika kamu melakukannya secara rutin atau menjadikannya kebiasaan. Melalui membaca otak akan terus bekerja aktif dalam memproses semua informasi baru yang kamu dapatkan<\/p>\n<h4><script src=\"https:\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376\" async=\"\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><br \/>\n<!-- berita1509 --><br \/>\n<ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display: block;\" data-ad-client=\"ca-pub-0032959964480376\" data-ad-slot=\"4952334034\" data-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins><br \/>\n<script>\n     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n<\/script><\/h4>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab Pikun di Usia Muda Dan Cara Mengatasinya Pikun merupakan gejala kehilangan memori lupa pada orang usia lanjut. Sedangkan Demensia merupakan kumpulan gejala kehilangan memori, perubahan perilaku, penurunan fungsi kognitif akibat adanya penyakit atau trauma pada otak. Pikun (dementia) adalah berkurangnya kemampuan berpikir, daya ingat atau memori. Kemampuan pikir disini merujuk pada kemampuan seseorang mengerti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9993,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":""},"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7016,7019,7018,7015,7020,7017],"class_list":["post-9992","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-apa-itu-pikun","tag-cara-mengatasi-dimetia","tag-demetia-adalah","tag-mentasi-pikun","tag-penyebab-pikun-di-usia-muda","tag-pikun-adalah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9992","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9992"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9992\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22996,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9992\/revisions\/22996"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9993"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9992"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9992"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/umsu.ac.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9992"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}